KABUPATEN BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Bhakti Kencana (BKU) Kelompok 5 Desa Lamajang tidak hanya menggelar kegiatan seremonial di tengah masyarakat. Mereka membawa dua solusi praktis sekaligus, yakni pelatihan pembuatan minyak herbal sereh dan cooler box sederhana untuk mendukung kebutuhan pelaku UMKM.
Program bertajuk “Sosialisasi dan Praktik Pembuatan Minyak Herbal Sereh serta Bantuan Cooler Box untuk UMKM” digelar pada Selasa, 4 Agustus 2026 di kediaman kader warga, Bunda Rini, RW 07 Kampung Karangtengah, Desa Lamajang, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung.
Sebanyak 17 ibu-ibu dan lansia mengikuti kegiatan tersebut. Program ini digagas dari dua ide mahasiswa KKN, yakni Dian Puspitasari yang mengusulkan pelatihan pembuatan minyak gosok sereh serta Reisma Nur Asih yang menginisiasi pembuatan cooler box berbiaya terjangkau untuk membantu aktivitas UMKM lokal.
Pada sesi pertama, peserta diperkenalkan pada pemanfaatan tanaman herbal lokal sebagai bahan pembuatan minyak sereh. Materi tidak berhenti pada penjelasan mengenai manfaat dan kandungan bahan, tetapi langsung dilanjutkan dengan praktik pembuatan secara berkelompok.
Minyak herbal sereh tersebut diarahkan sebagai alternatif pemanfaatan bahan lokal untuk kebutuhan kesehatan keluarga sekaligus membuka peluang usaha rumahan. Pemateri dalam kegiatan itu menyebut keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi solusi pertolongan pertama kesehatan keluarga secara mandiri dan memiliki potensi dikembangkan sebagai produk usaha.

Namun, perhatian mahasiswa KKN tidak hanya diarahkan pada aspek kesehatan. Kebutuhan ekonomi warga juga menjadi sasaran melalui pelatihan pembuatan cooler box murah yang dapat digunakan pelaku UMKM untuk membantu mempertahankan kondisi dingin produk.
Cooler box tersebut dibuat menggunakan material yang relatif mudah diperoleh, antara lain styrofoam sebagai isolator, aluminium foil dan lakban aluminium untuk membantu menjaga kestabilan suhu, serta ice gel sebagai media pendingin.
Setelah dirakit, peserta langsung melakukan uji fungsi. Dalam kegiatan tersebut, cooler box dinyatakan mampu menjaga suhu dingin dan diproyeksikan dapat dimanfaatkan untuk menunjang daya simpan produk usaha warga.
Pendekatan tersebut membuat program KKN tidak berhenti pada transfer pengetahuan. Warga diajak menghasilkan produk dan mencoba teknologi sederhana yang bisa langsung digunakan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan diskusi dan tanya jawab. Tim KKN juga menyerahkan produk minyak herbal sereh dan cooler box secara simbolis kepada perwakilan masyarakat serta pelaku UMKM setempat sebagai bentuk keberlanjutan program.

Melalui kegiatan di RW 07 Desa Lamajang itu, mahasiswa KKN BKU Kelompok 5 berupaya menghubungkan potensi bahan lokal, kebutuhan kesehatan keluarga, dan kebutuhan praktis UMKM dalam satu program.
Bagi masyarakat, hasil kegiatan bukan hanya pengetahuan baru, tetapi juga keterampilan membuat produk herbal dan teknologi penyimpanan sederhana yang memiliki nilai guna bagi aktivitas ekonomi warga. (NA)***












Komentar