KABUPATEN BANDUNG BARAT (TUGUBANDUNG.ID) – PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), serta Public Expose di The Hive, Bumi Pancasona, Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat.
Perseroan mencatatkan perbaikan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang tahun buku 2025 di tengah tekanan ekonomi global dan meningkatnya biaya energi serta bahan baku. Alkindo membukukan laba bersih sebesar Rp35,34 miliar atau berbalik dari rugi bersih Rp8,91 miliar pada tahun buku 2024.
Dalam RUPSLB, pemegang saham juga menyetujui rencana pembelian kembali (buyback) saham Perseroan dengan nilai maksimal Rp10 miliar. Pelaksanaan buyback akan berlangsung mulai 24 Juni 2026 hingga 23 Juni 2027.
Direktur Utama PT Alkindo Naratama Tbk, Herwanto Sutanto, mengatakan pencapaian tersebut menjadi hasil dari strategi efisiensi dan penguatan operasional yang dijalankan Perseroan sepanjang tahun lalu.
“Di tengah tekanan harga energi dan meningkatnya biaya bahan baku utama pada tahun 2025, strategi efisiensi operasional dan optimalisasi rantai pasok yang kami lakukan berhasil mendorong perbaikan kinerja hingga Perseroan kembali membukukan laba. Persetujuan buyback saham juga mencerminkan keyakinan kami terhadap fundamental bisnis ALDO yang semakin kuat sekaligus komitmen dalam memberikan nilai tambah bagi pemegang saham,” ujar Herwanto, Rabu, (24/6/2026).
Selain agenda korporasi, penyelenggaraan RUPS dan Public Expose tahun ini menghadirkan kolaborasi dengan Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Telkom University. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui perancangan dekorasi acara menggunakan material ramah lingkungan produksi Alkindo, di antaranya honeycomb, papan tekstil, edge protector, dan honeycomb core.
Kepala Program Studi DKV Telkom University, Arief Budiman, S.Sn., M.Sn., mengatakan kolaborasi tersebut menjadi ruang eksplorasi bagi mahasiswa untuk mengembangkan praktik desain berkelanjutan.
“Melalui kolaborasi ini, mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana material industri kemasan dapat diolah menjadi karya yang memiliki nilai fungsi sekaligus estetika. Ini sejalan dengan pendekatan desain berkelanjutan yang terus dikembangkan di lingkungan akademik,” katanya.
Ke depan, Perseroan akan melanjutkan penguatan fundamental bisnis melalui efisiensi operasional, inovasi produk kemasan ramah lingkungan, serta strategi pertumbuhan yang berkelanjutan untuk memperkuat posisi perusahaan di industri dan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.***







Komentar