BOGOR (TUGUBANDUNG.ID) – Ikatan Alumni SMA Negeri 8 Medan Perantauan (IKA Smandel Medan Perantauan) menggelar silaturahmi akbar bertajuk Healing² Tebal di Villa Palm, kawasan Puncak, Cisarua, Bogor, pada 1-2 November 2026. Kegiatan selama dua hari tersebut menjadi ajang mempererat persaudaraan, membangun kekompakan, sekaligus memperkuat kepedulian ant alumni yang tinggal di perantauan.
Sebanyak 30 alumni, termasuk undangan dari Pengurus IKA Smandel Korwil Jawa-Bali, hadir dalam kegiatan tersebut. Jumlah ini lebih sedikit dari 40 peserta yang sebelumnya terdaftar karena beberapa alumni berhalangan hadir akibat sakit dan urusan keluarga. Meski demikian, kondisi tersebut tidak mengurangi kemeriahan acara yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kegembiraan.
Ketua IKA Smandel Medan Perantauan, Oka Sayuti, mengatakan kegiatan Healing² Tebal merupakan kelanjutan dari agenda rutin Jumat Berbagi yang kemudian berkembang melalui kegiatan Healing-Healing Tipis di kawasan Summarecon Bekasi.
Menurut Oka, kegiatan kali ini telah dipersiapkan selama satu bulan sejak Oktober 2026. Selain menjadi ruang berkumpul, acara tersebut juga bertujuan menumbuhkan rasa persaudaraan, memperkuat kekompakan, serta membangun kepedulian di antara alumni SMA Negeri 8 Medan yang berada di perantauan.
“Tujuan kami selain untuk menumbuhkan rasa persaudaraan dan kekompakan sesama alumni, juga untuk saling peduli dengan sesama alumni IKA Smandel Medan yang ada di perantauan,” ujar Oka.
Humas IKA Smandel Medan Perantauan sekaligus panitia inti, Ani Rusli, mengakui sempat muncul kekhawatiran kegiatan tidak berlangsung meriah karena sejumlah peserta membatalkan kehadiran. Namun, berbekal pengalaman panitia selama lebih dari tiga tahun mengelola berbagai kegiatan, acara akhirnya berjalan lancar dan sukses.
Ani menyebut keterlibatan pihak ketiga secara profesional menjadi salah satu faktor pendukung kelancaran kegiatan. Pengelolaan akomodasi, transportasi, publikasi, hingga dokumentasi disiapkan secara khusus sehingga panitia dapat lebih fokus mendampingi peserta selama acara berlangsung.
Meski digelar di perantauan, nuansa khas Medan tetap menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Para alumni membawa beragam makanan khas, seperti mi sop, sate kerang, bubur kacang, ketan lupis, dan mi gomak. Sajian tersebut sekaligus menjadi tradisi yang selalu hadir dalam setiap pertemuan IKA Smandel Medan Perantauan.
Suasana semakin meriah dengan berbagai permainan yang melibatkan peserta, mulai dari lomba di dalam lingkaran, rebutan botol, suapan pisang, hingga mencari koin di dalam kolam renang. Panitia juga menyediakan hadiah uang tunai hingga ratusan ribu rupiah bagi para pemenang.
Ada pula agenda khusus bertajuk Oktober Squad sebagai bentuk apresiasi kepada alumni yang berulang tahun pada Oktober. Mereka mendapatkan mahkota kepala, selendang penghargaan, serta hampers yang dirancang secara khusus oleh Oka Sayuti.
Dari lima alumni yang direncanakan menerima penghargaan, empat orang hadir dalam kegiatan tersebut, yakni Renny, Nurul, Rikson, dan Nelva. Sementara Edo berhalangan hadir karena urusan mendadak.
Kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat hubungan dengan keluarga besar IKA Smandel Medan Korwil Jawa-Bali. Sejumlah pengurus dan senior hadir, di antaranya Penasehat Syahnan Lubis, Ketua Edgar S., Wakil Ketua Sulistiono, serta Brigjen (Purn) Mega Rully Suparto yang datang bersama anak dan menantunya.
Melalui kegiatan Healing² Tebal, IKA Smandel Medan Perantauan berharap hubungan ant alumni semakin erat, kompak, dan solid. Silaturahmi diharapkan terus terjaga sehingga persaudaraan sesama alumni tetap kuat meskipun berada jauh dari kampung halaman.
Semangat tersebut dirangkum dalam slogan kegiatan, Tetap Sehat, Tetap Bahagia, Guyub Bersatu!.***


Komentar