JAKARTA (TUGUBANDUNG.ID) – Semangat kemerdekaan, kebersamaan, dan kepedulian mewarnai Gebyar HUT Republik Indonesia ke-81 IKA Smandel Medan Perantauan yang digelar di Anjungan Provinsi Sumatera Utara, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selada, (18/8/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin dirigen Ruth, alumni angkatan 1992, kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin Ridwan Effendi, alumni angkatan 1985.
Ketua Umum IKA Smandel Medan Perantauan, Oka Sayuti, alumni angkatan 1984, mengatakan Gebyar HUT RI menjadi agenda tahunan organisasi sebagai bentuk kecintaan sekaligus kontribusi alumni terhadap bangsa dan negara.
“Ini adalah acara kalender event yang selalu kita gelar setiap tahun sebagai rasa cinta dan bakti kita kepada NKRI,” ujar Oka, yang pernah berkiprah sebagai produser acara berita TVRI.
Ia mengapresiasi dukungan seluruh alumni, baik secara moril maupun materil, sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik. Menurutnya, kebersamaan tersebut menjadi modal penting bagi IKA Smandel Medan Perantauan untuk terus berkembang.
Oka juga menyampaikan bahwa organisasi saat ini memasuki fase baru dengan susunan kepengurusan yang telah diperbarui. Setelah dilakukan reshuffle, sejumlah posisi seperti Ketua Pembina, beberapa penasehat, serta jajaran pengurus mengalami perubahan.
“Dengan kepengurusan baru ini dan telah memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, diharapkan organisasi tempat berhimpunnya orang-orang baik ini ke depan bisa lebih baik lagi,” katanya.
Ketua Pembina IKA Smandel Medan Perantauan, Yani Firdaus, menilai peringatan HUT RI ke-81 menjadi momentum untuk merefleksikan kontribusi alumni bagi bangsa sekaligus almamater.
“81 tahun bukan angka yang kecil. Ini bukti ketangguhan bangsa kita. Dulu kita sibuk dengan seragam putih abu-abu dan ujian nasional, kini tanggung jawab kita lebih besar: apa kontribusi nyata kita untuk negeri, khususnya nama besar SMA 8 Medan,” ujarnya.
Yani berharap hubungan antar alumni tetap terjaga meski berada di berbagai daerah. Ia juga mendorong alumni untuk memperkuat kolaborasi dalam berbagai kegiatan sosial maupun program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Banyak proyek dan kegiatan sosial yang bisa kita buat bersama-sama. Jadikan momentum ini untuk memperkuat soliditas. Teruslah memberi teladan dan menginspirasi adik-adik generasi penerus. Mari tunjukkan bahwa alumni Smandel Perantauan adalah agen perubahan yang positif,” katanya.
Penasehat IKA Smandel Medan Perantauan, Masni, melihat pelaksanaan Gebyar HUT RI ke-81 tahun ini memiliki suasana berbeda. Menurutnya, kekompakan alumni terlihat semakin kuat dan terorganisasi, meski seluruh kegiatan dibangun atas dasar kebersamaan.
“Gebyar HUT RI 81 tahun 2026 ini perdana yang saya rasakan sangat berbeda. Kita seperti grup keluarga besar korporasi, padahal kita bergerak dari hati yang tulus dan penuh kebersamaan, namun terkoordinir rapi bahkan lebih smart,” ungkapnya.
Ia mengatakan seluruh kegiatan didukung melalui donasi bersama para alumni. Mulai dari konsumsi, hadiah, hingga doorprize merupakan hasil partisipasi internal alumni.
Kekompakan tersebut, lanjut Masni, juga terlihat dari kehadiran alumni yang datang dari berbagai wilayah, mulai Batam, Pekanbaru, Sumatera Barat, Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Kalimantan Barat.
“Saya yakin grup Smandel Perantauan yang terus bertumbuh dan kompak ini akan menjadi wadah kita semakin semangat gembira karena memiliki saudara seperantauan yang asyik,” tuturnya.
Senada, Ridwan Effendi menilai perayaan HUT RI ke-81 bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi sarana mempererat persaudaraan dan memperkuat rasa kebangsaan di antara alumni.
“Perayaan HUT ke-81 RI oleh IKA Smandel Medan Perantauan di TMII bukanlah sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum berharga untuk memperkuat ikatan kebangsaan dan kekeluargaan. Melalui semangat kemerdekaan, mari kita jadikan acara ini sebagai perekat persaudaraan,” katanya.
Selain rangkaian acara kebangsaan, Gebyar HUT RI ke-81 juga berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan hiburan dan sosial. Alumni mengikuti beragam permainan, surprise party bagi alumni yang berulang tahun pada Agustus, pemberian merchandise bagi alumni yang datang dari luar kota, hingga lomba photo booth antarangkatan.
Renny, alumni angkatan 1987 asal Sintang, Kalimantan Barat, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang bagi alumni untuk bernostalgia sekaligus mempererat hubungan.
“Acara dimeriahkan dengan bermacam game, surprise party bagi alumni yang ulang tahun bulan Agustus, pemberian merchandise khusus bagi alumni dari luar kota seperti Sintang, Padang, Medan, dan Semarang,” katanya.
Kegiatan sosial juga menjadi bagian dari rangkaian acara. Panitia dan alumni memberikan sembako bagi alumni maupun keluarga alumni yang telah meninggal dunia. Dukungan juga datang melalui saweran dari para alumni serta sajian kuliner khas Medan yang merupakan hasil sumbangan bersama.
Menurut Renny, suasana kekeluargaan semakin terasa karena seluruh peserta dapat menikmati hidangan bersama, sementara para pemenang permainan juga memperoleh hadiah
Rangkaian kebersamaan tidak berhenti setelah acara utama. Alumni dan panitia kemudian melakukan kunjungan ke kediaman Nining, alumni angkatan 1987 di Bekasi, yang sebelumnya mengalami kecelakaan. Kunjungan tersebut menjadi bentuk kepedulian dan perhatian sesama alumni.
Mengusung semangat SEROJA (Solid, Erat, Ramah, Jaya, Amanah), IKA Smandel Medan Perantauan menegaskan komitmennya untuk menjadikan organisasi bukan hanya sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga ruang kolaborasi dan kepedulian sosial.
Di tengah peringatan 81 tahun kemerdekaan Indonesia, semangat tersebut diharapkan terus menjadi kekuatan bagi para alumni untuk menjaga persaudaraan, memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, serta membawa nama baik almamater.***











Komentar