KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menegaskan komitmen untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan sebagai fondasi utama pembangunan kota yang berkelanjutan.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyampaikan, penguatan tata kelola menjadi tantangan sekaligus prioritas dalam menjalankan pemerintahan.
Menurutnya, berbagai persoalan Kota Bandung tidak dapat diselesaikan tanpa pembenahan tata kelola yang menyeluruh dan konsisten.
“Tantangan paling utama tetap masalah tata kelola. Tata kelola pemerintahan dan tata kelola kota secara keseluruhan,” ujar Farhan di Pendopo, Rabu 21 Januari 2026.
Ia menjelaskan, sejak awal masa kepemimpinannya, Pemerintah Kota Bandung berupaya meletakkan dasar-dasar pembangunan jangka panjang agar visi Bandung unggul, terbuka, amanah, maju, dan agamis dapat berkelanjutan hingga lima tahun ke depan.
Farhan menilai, setahun pertama masa kepemimpinan menjadi fase penting untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan di lapangan sekaligus menemukan solusi yang sesuai dengan kondisi wilayah.
Melalui program Siskamling Siaga Bencana, ia mengaku memperoleh gambaran langsung mengenai tantangan yang dihadapi masyarakat.
“Dari turun ke wilayah, saya menemukan banyak persoalan, tetapi di saat yang sama juga selalu ada solusi. Banyak masalah itu sebenarnya sudah punya jalan keluar,” katanya.
Dalam penguatan tata kelola, Farhan menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan sebagai prinsip utama dalam menjalankan pemerintahan.
Menurutnya, setiap kebijakan harus memenuhi prinsip pantas, patut, dan patuh terhadap peraturan yang berlaku.
“Kalau saya berprinsip tiga P: pantas, patut, dan patuh. Pantaskah dilakukan, patutkah didapatkan, dan patuhkah terhadap aturan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan, Pemkot Bandung memilih bersikap terbuka dalam menyampaikan kondisi kota, termasuk berbagai persoalan yang masih harus dibenahi.
Menurutnya, keterbukaan tersebut merupakan bagian dari upaya memperbaiki tata kelola secara berkelanjutan.
“Kami terbuka, tidak menutup-nutupi. Supaya para ahli bisa bersuara, mengkritik, dan memberi masukan. Itu membantu kami melihat hal-hal yang sebelumnya menjadi blind spot,” tutur Farhan.
Meski mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, Farhan menyatakan bahwa capaian pembangunan selama satu tahun terakhir merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen pemerintah dan masyarakat.
Ia memastikan, seluruh upaya tersebut tetap diarahkan untuk kepentingan warga Kota Bandung.
“Pencapaian ini adalah pencapaian bersama. Masih banyak kekurangan, tapi fokus kami tetap pada kepentingan warga dan keberlanjutan pembangunan kota Bandung,” tuturnya.***











Komentar