Di Tengah Tren FOMO, Frugal Living Jadi Kunci Keuangan Generasi Muda

Bagitu dinamisnya kehidupan muda dari generasi ke generasi. Untuk Gen-Z dan generasi di bawahnya, ada dua tren yang saling bertolak belakang, yang pertama adalah gaya hidup mindful spending atau populer dengan nama frugal living dimana setiap pembelanjaan atau konsumsi harus atas dasar kesadaran bukan sekadar keinginan.

Tapi di sisi lain ada tekanan budaya takut tertinggal yang populer disebut fear of missing out atau FOMO.

Derasnya arus informasi di era digital memberikan akses tanpa batas untuk memahami persiapan masa depan finansial sejak dini melalui pengelolaan uang yang ketat.

Tapi memang generasi terkini berhadapan dengan banyak “ujian”. Mulai dari tren fesyen terbaru, konser musik musisi dalam dan luar negeri, hingga tempat nongkrong yang sedang viral terus memicu dorongan psikologis untuk ikut mengonsumsi hal serupa agar tetap diakui dalam pergaulan.

Menghadapi benturan dua budaya ini, tingkat literasi dan inklusi keuangan memegang peranan yang sangat krusial bagi generasi muda. Literasi keuangan bukan sekadar kemampuan matematis untuk menghitung pengeluaran, melainkan sebuah kecakapan dalam membedakan antara kebutuhan esensial dan keinginan impulsif akibat tuntutan sosial.

Para penyedia layanan perbankan juga mulai membaca kondisi ini dan menyiapkan layanan perbankan digital atau digital banking.

Kehadiran platform keuangan berbasis aplikasi telah meruntuhkan batasan geografis dan birokrasi perbankan konvensional, sehingga mempermudah generasi muda untuk mendapatkan akses alat pengelolaan uang yang setara dan inklusif. Melalui telepon genggam, generasi terkini memiliki kontrol penuh atas setiap rupiah yang mereka miliki secara mandiri, transparan, dan seketika.

Komitmen nyata untuk mendampingi generasi muda dalam menyeimbangkan gaya hidup dan kesehatan finansial ini diwujudkan secara konsisten oleh aplikasi blu by BCA Digital.

Dengan semangat Tumbuh Bareng Kamu, platform ini memposisikan diri bukan sekadar sebagai tempat menyimpan uang, melainkan layanan yang memahami dinamika dan tantangan psikologis para nasabah muda melalui inovasi dan membuat penggunanya tetap tidak merasa berada dalam kekangan.

Bersama ekosistem digital yang adaptif, generasi terkini memiliki banyak opsi untuk mengarungi era kehidupan modern.***

Komentar