DHIS Primary 2 Buah Batu Tanamkan Kepedulian Lingkungan Lewat STEMpreneur

KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID)  – DHIS Primary 2 Buah Batu menggelar kegiatan STEMpreneur bertema “Trash to Treasure, STEMpreneur for Nature”, Selasa (27/10/2026). Kegiatan ini mengajak siswa mengolah barang bekas menjadi produk kreatif bernilai guna sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pendekatan sains dan kewirausahaan.

Dalam kegiatan tersebut, siswa memanfaatkan berbagai material bekas, mulai dari kertas, kemasan makanan, kaus tak terpakai, hingga sisa kain untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai manfaat. Pembelajaran ini mengintegrasikan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dengan kewirausahaan agar siswa mampu menerapkan pengetahuan secara kreatif dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua Pelaksana STEMpreneur, Nurina Hidayanti, M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menggabungkan dua pendekatan pembelajaran unggulan, yakni STEM dan kewirausahaan. Dengan demikian, siswa tidak hanya memahami konsep secara teori, tetapi juga belajar memecahkan masalah melalui pembuatan produk.

“Dengan menggabungkan STEM dan kewirausahaan, siswa mengubah bahan-bahan yang tidak terpakai menjadi produk yang bermanfaat,” ujar Nurina.

Sejumlah produk kreatif dihasilkan dalam kegiatan ini, di antaranya Eco Green Bookmark dan Eco Scribble dari kertas bekas, Nature Dye Tote Bag dari kaus bekas, Loop Beads dari kemasan makanan, serta Patch to Puff yang memanfaatkan limbah kain.

Selain membuat produk, siswa juga mempresentasikan hasil karyanya di hadapan juri dan teman-teman. Mereka menjelaskan fungsi produk hingga proses pembuatannya. Tahapan ini menjadi kesempatan bagi siswa untuk melatih kemampuan komunikasi, keberanian, dan kepercayaan diri.

“Anak-anak tidak hanya membuat proyek, tetapi juga harus mempresentasikan produk mereka kepada para juri dan teman-temannya,” kata Nurina.

Menurutnya, STEMpreneur juga menjadi sarana mengenalkan prinsip 3R, yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle. Melalui kegiatan ini, siswa diajak memahami pentingnya mengurangi sampah serta memanfaatkan kembali barang yang masih dapat diolah menjadi sesuatu yang berguna.

Apresiasi terhadap kegiatan tersebut disampaikan salah satu orang tua siswa yang turut menjadi evaluator, Ratu Fira Grizelda Trifadhia, S.Psi., CPHRM. Ia menilai STEMpreneur yang rutin digelar setiap tahun memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan dan menunjukkan kreativitas mereka.

“Menurut saya acaranya sangat luar biasa, karena banyak sekali keterampilan anak-anak yang dilatih dan juga menunjukkan kreativitas mereka yang begitu beragam,” ujar Ratu Fira.

Ia menambahkan, kegiatan presentasi produk turut melatih keberanian anak untuk tampil dan menyampaikan gagasan di hadapan orang lain. Meski mengaku sempat gugup saat menyaksikan anaknya sendiri melakukan presentasi, Ratu Fira mengapresiasi upaya siswa dalam menjelaskan hasil karya mereka.

Menurutnya, setiap anak memiliki proses perkembangan yang berbeda. Namun, melalui pendampingan guru, siswa dapat terus belajar menghadapi tantangan, menyampaikan ide, dan meningkatkan kepercayaan diri.

Ratu Fira berharap kegiatan STEMpreneur terus dilaksanakan sebagai wadah pengembangan kemampuan sekaligus pembentukan karakter siswa. Ia juga berpesan agar siswa terus berkarya dan belajar tanpa melupakan nilai-nilai akhlak yang diajarkan di lingkungan Darul Hikam.

“Semangat terus berkarya, semangat terus belajar, dan jangan lupa tetap memegang akhlak-akhlak baik yang selalu diajarkan oleh Darul Hikam,” pesannya.

Melalui STEMpreneur, DHIS Primary 2 Buah Batu menghadirkan pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan, kreativitas, kewirausahaan, dan kepedulian lingkungan. Kegiatan ini diharapkan membantu siswa mengembangkan potensi diri sekaligus memahami bahwa barang bekas dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai.***

Komentar