Dari Mahasiswa Menjadi Rekan Sejawat: Sebuah Anugerah Bersama Prof. Dr. H. Afif Muhammad, M.A.

Oleh: Dr. H. Ijang Faisal, S.Ag., M.Si.
(Dosen Universitas Muhammadiyah Bandung)

Ketika saya memulai studi Strata-1 di IAIN Sunan Gunung Djati Bandung  yang kini telah bertransformasi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, ingatan saya selalu kembali pada masa-masa awal pencarian jati diri keilmuan. Kala itu, suasana kampus dipenuhi semangat intelektual dan nuansa keislaman yang kuat. Di tengah atmosfer ilmiah tersebut, ada dua nama besar yang begitu disegani dan menjadi panutan banyak mahasiswa: Prof. Dr. H. Ahmad Tafsir, M.Pd. dan Prof. Dr. H. Afif Muhammad, M.A.

Keduanya bukan hanya dikenal karena keluasan ilmunya, tetapi juga karena keteladanan akhlak, kedalaman berpikir, dan kesederhanaan dalam bersikap. Bagi kami para mahasiswa, termasuk saya di dalamnya, mereka adalah simbol kecendekiaan sejati sosok yang memadukan ilmu, kebijaksanaan, dan keikhlasan dalam setiap langkah pengabdian. Dalam hati kecil saya saat itu, terbersit harapan: mungkinkah suatu hari nanti saya dapat meneladani kiprah mereka, meski hanya seujungnya, dalam dunia ilmu dan pengabdian?

Waktu berlalu begitu cepat, membawa saya menelusuri berbagai lintasan kehidupan yang penuh warna dan makna. Setelah menuntaskan studi, saya menapaki perjalanan pengabdian yang beragam dari dunia pendidikan, sosial, politik, hingga kemanusiaan. Saya memulai langkah sebagai guru di SMA Muhammadiyah 1 Kota Bandung, kemudian mengajar di Akademi Keperawatan Bidara Mukti Bandung. Pengalaman awal ini menumbuhkan kesadaran mendalam tentang hakikat pendidikan sebagai ruang pembentukan karakter dan nilai kemanusiaan.

Selepas menyelesaikan studi magister di Universitas Padjadjaran, saya kembali ke dunia akademik dengan bergabung sebagai dosen di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Persis Bandung. Dari perjalanan itu, saya semakin memahami bahwa pendidikan bukan sekadar proses mentransfer pengetahuan, melainkan juga menumbuhkan kesadaran sosial, membangun kepedulian, dan menjadi fondasi utama bagi lahirnya perubahan yang bermartabat.

Di luar aktivitas akademik, saya berusaha untuk terus berkiprah dalam bidang sosial dan kepemimpinan publik. Pengalaman menjadi salah satu petinggi partai politik di Jawa Barat memberi pelajaran berharga tentang komunikasi publik, kepemimpinan yang beretika, serta dinamika kebijakan di tingkat daerah. Di sisi lain, keterlibatan saya dalam berbagai organisasi sosial dan keagamaan merupakan bentuk khidmat untuk umat. Saya pernah dipercaya sebagai Ketua BKPRMI Kota Bandung dan kini mengemban amanah sebagai Wakil Ketua I DPW BKPRMI Jawa Barat. Di lingkungan Muhammadiyah, saya turut berkhidmat di Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah Pimpinan Pusat Muhammadiyah, serta berperan dalam pemberdayaan ekonomi umat melalui posisi sebagai Sekretaris Umum Puskopontren Jawa Barat dan Inkopontren Pusat.

Selain itu, saya juga aktif dalam bidang kemanusiaan dan olahraga, di antaranya sebagai Wakil Ketua PMI Kota Bandung dan Sekretaris Umum PTMSI Jawa Barat. Amanah lain yang tak kalah bermakna adalah ketika saya dipercaya sebagai Ketua PW Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Jawa Barat serta Sekretaris Pusat Dakwah Islam (PUSDAI) Jawa Barat, sebuah lembaga strategis yang menjadi pusat syiar, pembinaan, dan pelayanan umat di Jawa Barat. Saat ini, saya juga diberi kepercayaan menjadi tenaga ahli di Dinas Pendidikan Jawa Barat, sebuah pencapaian yang sangat saya syukuri, baik dari sisi pengembangan keilmuan maupun pengalaman dipercaya untuk berkontribusi dalam penyusunan kebijakan dan program pendidikan di tingkat provinsi.

Bagi saya, setiap amanah adalah ladang pembelajaran. Melalui beragam peran tersebut, saya berusaha menebarkan nilai-nilai sosial, keagamaan, dan kemanusiaan, sekaligus memperkuat semangat kolaborasi dalam membangun masyarakat yang berdaya, berilmu, dan berakhlak.

Di tengah berbagai aktivitas itu, saya berusaha menjaga semangat belajar dan pengembangan diri. Setelah menyelesaikan Magister Ilmu Komunikasi di Universitas Padjadjaran pada tahun 2008, saya kembali aktif dalam kegiatan sosial dan pemerintahan hingga pada tahun 2014 dipercaya menjadi Komisioner Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat. Selama hampir satu dekade mengemban amanah tersebut, saya berkesempatan memimpin lembaga itu sebagai Ketua Komisi Informasi Jawa Barat, pengalaman yang memperluas wawasan saya tentang pentingnya transparansi publik, komunikasi kebijakan, dan tata kelola pemerintahan yang terbuka.

Di sela tanggung jawab tersebut, saya menuntaskan studi doktoral di Universitas Padjadjaran dalam bidang Ilmu Komunikasi, sebagai bentuk komitmen untuk terus menapaki jalan ilmu sekaligus memperkuat kontribusi di bidang akademik dan publik.

Setelah hampir tiga dekade berjarak dari dunia kampus yang dulu membentuk semangat intelektual saya, takdir Allah Swt. mempertemukan saya kembali dengan lingkungan akademik yang sarat makna. Kini, saya berkhidmat di Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB) sebagai dosen, sekaligus mengemban amanah sebagai Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) serta anggota Senat Universitas.

Kembalinya saya ke dunia akademik bukan sekadar perjalanan intelektual, tetapi juga pengalaman spiritual dan emosional. Di kampus inilah, tanpa saya duga, saya kembali bertemu dengan sosok inspiratif yang telah lama saya kagumi: Prof. Dr. H. Afif Muhammad, M.A. Dahulu beliau adalah dosen idola saya di IAIN, dan kini Allah Swt. mempertemukan kami kembali dalam posisi sejajar sebagai rekan sejawat di Senat Universitas Muhammadiyah Bandung.

Pertemuan ini menjadi pengalaman yang amat berkesan dan sarat makna. Momen yang mengingatkan saya bahwa perjalanan ilmu adalah perjalanan tak berujung, sebuah lingkaran keberkahan yang mampu mempertemukan kembali guru dan murid dalam pengabdian yang sama. Bersama Prof. Afif Muhammad, saya kembali merasakan denyut keilmuan yang hangat dan teduh, atmosfer intelektual yang berakar pada nilai-nilai Islam yang mencerahkan. Beliau tetap hadir sebagai sosok cendekiawan yang rendah hati, santun, dan luas wawasan; keteladanan akademik yang tak lekang oleh waktu, inspirasi yang terus menuntun langkah saya dalam mengabdi melalui ilmu, organisasi, dan dakwah.

Dengan penuh rasa hormat dan ta’dzim, saya menyampaikan penghargaan yang mendalam kepada Prof. Dr. H. Afif Muhammad, M.A. Bagi saya, dapat berkhidmat bersama beliau di Universitas Muhammadiyah Bandung merupakan sebuah kehormatan sekaligus kebanggaan yang istimewa. Di ladang ilmu dan dakwah inilah saya kembali belajar tentang makna keteladanan, keikhlasan, dan pengabdian yang sejati. Semoga Allah Swt. senantiasa melimpahkan keberkahan, kesehatan, dan kekuatan kepada kita semua dalam menunaikan amanah keilmuan dan kemanusiaan ini.
Wallāhu a‘lam

Komentar

Lini Masa