Menu

Mode Gelap

Feature · 31 Mar 2022 08:46 WIB ·

“Bandung Tanginas” Mengukuhkan Kota Bandung Juara 1 Kota Inovasi Terbaik

 Penyerahan penghargaan bersamaan dengan acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Jawa Barat di Hotel Trans Luxury Bandung. Foto | Misni Prokopim Perbesar

Penyerahan penghargaan bersamaan dengan acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Jawa Barat di Hotel Trans Luxury Bandung. Foto | Misni Prokopim

TUGUBANDUNG.ID – Bandung Tanginas (Bandung Tanggap Stunting dengan Pangan Aman dan Sehat) sukses meraih penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Rabu (30/3/2022). Bandung Tanginas bisa menekan angka stunting di Kota Bandung.

Program edukasi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang cara mencegah stunting itu meraih gelar juara 1 kategori Kota untuk Inovasi Terbaik. Penyerahan penghargaan bersamaan dengan acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Jawa Barat di Hotel Trans Luxury Bandung.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menyampaikan, demi mendukung program Bandung Tanginas ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung telah melantik 151 penyuluh untuk setiap kelurahan.

“Alhamdulillah kita dapat penghargaan juara 1 kota inovasi terbaik melalui program Bandung Tanginas. Kemarin juga kita sudah melantik 151 penyuluh penggerak bangga kencana kelurahan (PBKK) untuk disebar ke 30 kecamatan Kota Bandung,” ucap Yana.

Yana mengakui, jika persentase stunting saat ini di Kota Bandung kembali tinggi sejak covid-19 melonjak.

“Tahun 2021, angka stunting Kota Bandung yaitu 8,93 persen. Padahal di tahun sebelumnya, sempat turun hingga 6 persen lebih,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menekankan beberapa aspek penting. Salah satunya mengenai stunting.

“Kita juga masih ada masalah di stunting. Saya titip kepada kepala daerah kota dan kabupaten untuk sama-sama menekan angka stunting. Saat ini angka stunting di Jawa Barat mencapai 24,5 persen,” ujar Ridwan.

Menurutnya, jika dalam sampai 2045 stunting belum juga bisa ditekan, maka Indonesia tidak bisa menjadi negara adidaya.

“Indonesia tidak bisa menjadi negara adidaya kalau angka stunting kita masih tinggi. Sebab, di tahun 2045, sebanyak 75 persen warga Indonesia berusia di bawah 40 tahun. Ini bonus demografi yang besar, jika tidak bisa kita manfaatkan malah akan menjadi beban negara,” ungkapnya.

Pada musrenbang kali ini, Pemprov Jabar juga memberikan penghargaan kepada beberapa kota dan kabupaten. Penghargaan ini merupakan penilaian bagi kota dan kabupaten yang telah berhasil mengembangkan daerahnya melalui program inovasi terbaik.

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

“Ini Medan Bung”, Hati-hati Menyeberang di Jalan Besar

24 Desember 2023 - 08:23 WIB

Al-Mashun, Masjid Megah Segi Delapan Bercorak Maroko, Spanyol, Melayu dan Timur Tengah

18 Desember 2023 - 20:04 WIB

Menapaki Jejak Sejarah “Tjipetir” yang Mendunia

11 November 2023 - 09:09 WIB

Langka dan Mengagumkan, Dua Pohon Karet Kebo Berumur Seabad Lebih di Selabintana Sukabumi

25 Agustus 2023 - 06:27 WIB

Stasiun Gubeng, Menghibur Calon Penumpang dengan Menghadirkan Langsung Awak Band

16 Agustus 2023 - 07:14 WIB

Telaga Ngipik Gresik, Semula Bukit Kapur untuk Bahan Baku Pabrik Semen Indonesia

11 Agustus 2023 - 20:46 WIB

Trending di Feature