Menu

Mode Gelap

Berita · 5 Jul 2022 20:14 WIB ·

Aksi Pemkot Bandung Turunkan Angka Stunting

 Wali Kota Bandung Yana Mulyana saat memimpin rapat aksi konvergensi stunting yang dilakukan dengan kolaborasi dan koordinasi lintas sektor, Selasa 5 Juli 2022. (Foto: Diskominfo Kota Bandung).* Perbesar

Wali Kota Bandung Yana Mulyana saat memimpin rapat aksi konvergensi stunting yang dilakukan dengan kolaborasi dan koordinasi lintas sektor, Selasa 5 Juli 2022. (Foto: Diskominfo Kota Bandung).*

KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Sebagai bentuk komitmen dalam menurunkan angka stunting atau gagal tumbuh pada anak, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung telah melaksanakan seluruh aksi konvergensi stunting.

Aksi tersebut berkenaan dengan pengukuran dan publikasi stunting. Sebagai salah satu rangkaian penting dalam percepatan penurunan angka stunting yang tidak boleh terlewatkan.

Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengatakan, aksi konvergensi stunting tersebut merupakan aksi kolaborasi dan koordinasi lintas sektor.

“Pada tahun 2021 Kota Bandung telah melaksanakan 8 (delapan) aksi integrasi yang saling menguatkan satu sama lain dengan mengedepankan kolaborasi dan koordinasi antar sektor dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan melalui sinkronisasi,” jelas Yana, Selasa 5 Juli 2022.

Yana mengatakan, Pemkot Bandung terus berkomitmen memperluas cakupan lokus stunting.

“kami memperluas cakupan kelurahan lokus stunting yang awalnya 15 kelurahan pada tahun 2020 menjadi 30 kelurahan pada tahun 2022,” katanya.

Yana mengajak semua stakeholder untuk bersama-sama berkomitmen dalam menurunkan angka stunting.

Selain itu, Pemkot bandung telah menjadikan pencegahan dan penurunan stunting sebagai prioritas pembangunan sumber daya manusia yang unggul.

“Sesuai dengan misi satu sasaran dua yaitu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sebagai mana telah tertuang dalam perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2018-2023,” ujarnya.

Bandung tanginas

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bandung, Yunimar Mulyana menyebut, sebagai bentuk komitmen menurunkan angka stunting, pihaknya telah menjalankan berbagai program dalam “Bandung Tanginas”.

“Bandung Tanginas merupakan inisiasi PKk untuk menciptakan keluarga tanggap stunting dengan pangan aman dan sehat, dimana dalam perkembangannya, bandung tanginas ini merupakan wadah dari berbagai inovasi,” ujar Yunimar.

Berikut merupakan inovasi Kota Bandung dalam upaya penurunan stunting.

  1. Aplikasi Bandung Tanginas;
  2. Beas Bereum atau bekal anak sekolah bergizi enak dan murah;
  3. Rembulan atau remaja bandung unggul tanpa anemia;
  4. Sigurih atau studi intensif gizi untuk remaja indonesia hebat
  5. Buruan SAE yang merupakan budidaya pekarangan dan pengolahan pangan sehat
  6. Upaya peningkatan pendapatan keluarga (UP2K) melalui pemodalan dan peningkatan keterampilan ;
  7. Bang Kasep atau bangga kagungan septictank untuk pencapaian ODF 100 persen.

Selain itu, Yunimar mengatakan pihaknya telah membangun platform berbasis web dan mobile version terkait dengan pendataan stunting (e-penting).

“Aplikasi ini bertujuan untuk mendapatkan hasil pencatatan dan pendataan stunting yang akurat, sehingga dapat dijadikan bahan pengambilan keputusan untuk intervensi yang tepat dari setiap kasus stunting yang ada di wilayah Kota Bandung,” katanya. ***

Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Keren, Ada Tempat Nugas dan Nongkrong Ideal untuk Mahasiswa di Bandung Timur

21 Februari 2024 - 10:45 WIB

PT. INTI Catatkan Penghematan Fixed Cost Lebih dari 30 Persen

21 Februari 2024 - 09:18 WIB

Vuelta Andalucia Ke-70/2024: Petugas Sibuk Atasi Aksi Protes Petani, Lomba Hanya Bisa Satu Etape

21 Februari 2024 - 05:47 WIB

Satpol PP Beri Edukasi, Terduga Pembuang Sampah ke Sungai Cipamokolan Beri Klarifikasi

20 Februari 2024 - 22:17 WIB

Pemkot Bandung Pastikan Beras SPHP Sudah Masuk Toko Ritel

20 Februari 2024 - 19:47 WIB

Dua Polisi Aktif di Dua Polres Berbeda Terlibat Pencurian dengan Kekerasan

20 Februari 2024 - 17:53 WIB

Trending di Berita