PENAMPILAN Paul Seixas, pembalap remaja Prancis 19 tahun di musim perdananya 2026 sebagai pembalap sepeda professional di tim Decathlon (Prancis) sangat mengesankan karena performanya bisa mengalahkan para pembalap terkemuka yang sudah kenyang asam garam dunia balap sepeda.
Lomba terkemuka pertama yang diikutinya awal musim, lomba klasik terkemuka Strade Bianche 2026 (Italia) awal Maret lalu, pada lomba yang dijuarai oleh atlet rangking 1 dunia, Tadej Pogacar (UAE Emirates XRG/Slovenia) untuk keempat kalinya, Paul Seixas (Decathlon) tampil mengejutkan finis kedua sebagai “runner up” sekaligus mencatat sejarah sebagai atlet termuda yang mampu naik podium pada Strade Bianche. Prestasi yang dicapai Seixas membuktikan meski masih amat muda kemampuannya yang prima bisa bersaing dengan para atlet senior terkemuka lainnya yang mengikuti lomba klasik ini.
Setelah tampil mengejutkan pada classical race Strada Bianche 2026, Seixas mengikuti lomba “tour” kelas teratas, World Tour pertama kali, yaitu Itzulia Basque Country ke-65/2026 di Spanyol bersaing dengan para pembalap terkemuka diantaranya Primoz Roglic (Red Bull Bora Hansgrohe), Isaac del Toro (UAE Emirates XRG) dan Florian Lipowitz (Red Bull Bora Hansgrohe).
Itzulia Basque Country 2026
Pada lomba Itzulia Basque Country sejauh 809 km terbagi enam etape ini, Paul Seixas membuktikan kemampuannya yang lengkap sebagai pembalap “all round” (kuat di ITT, tanjakan dan rute datar) sebagai syarat untuk bisa bersaing menjadi juara umum lomba “tour” tingkat tinggi sekelas Tour de France, Giro d’Italia dan Vuelta a Espana.
Seixas dengan dominasinya di tanjakan dan nomor ITT tak terbendung menjadi juara umum Itzulia Basque Country ke-65/2026 (kaus kuning) total waktu tercepat, bahkan menyapu bersih semua gelar lainnya yaitu kaus polka dot (king of mountain), kaus hijau (king of sprint) dan kaus putih (Klasemen Youth U-25). Dari enam etape, Seixas memenangi tiga etape (2 etape tanjakan dan 1 etape ITT) dan dia menjadi pembalap termuda sepanjang sejarah Itzulia Basque Country yang sudah digelar ke-65 kalinya.
Klasemen Akhir Itzulia Basque Country 2026
- Paul Seixas (Decathlon CMA CGM/Prancis) 20:7:35
- Florian Lipowitz (Red Bull Bora/Jerman) + 2 menit 30 dtk
- Tobias Johannessen (Uno X /Norwegia) +2 menit 33 dtk.
- Ion Izagirre (Cofidis/Spanyol) +3 menit 50 dtk.
- Clement Champoussin (XDS Astana/Prancis) + 4 menit 43 dtk.
Kemampunya yang prima meski usianya 19 tahun (baru naik dari Junior) sangat mengesankan. Atlet legendaris Prancis, Bernard Hinault juara 5 kali Tour de France mengatakan Seixas adalah pembalap dengan bakat “natural” (alam) sangat tangguh di tanjakan dan juga solid bdi ITT.
“Sudah amat lama saya tidak pernah menemui atlet Prancis dengan bakat seperti Paul Seixas, dia lengkap kemampuanya di tanjakan, ITT dan juga bagus di rute datar. Kelebihan lainnya dia agresif dalam berlomba di rute tanjakan seperti saya. Tentu kita berharap Paul bisa menjadi atllet Prancis yang bisa meneruskan prestasi saya menjadi juara di arena Tour de France yang terakhir kali saya juarai 1985, sudah amat lama 41 tahun lalu,” ungkap Bernard Hinault pada harian olahraga Prancis, Le’Equipe.
Prestasi Paul Seixas meningkat dengan amat cepat, bakatnya terlihat nyata pada lomba Tour de l’Avenir (tour of Future Champion) 2025 di Prancis yang setiap tahun diadakan untuk para atlet sepeda muda (di bawah 21 tahun). Pesertanya timnas dan tim development pro, keikutsertaan tim berdasarkan undangan dari panitia.
Paul Seixas (timnas Prancis) pada usia 18 tahun menjadi juara umum termuda Tour de l’Avanier 2025. Prestasi cemerlang lainnya Seixas (timnas Prancis) mampu naik podium (medali perunggu) Kejuaraan Road Race Eropa 2025, medali emas oleh Tadej Pogacar (Slovenia) dan perak Remco Evenepoel (Belgia).
Banyak pembalap terkemuka mengorbit melalui Tour de l’Avenier yang dirintis tahun 1961, diantara yang menjadi pembalap terkemuka (Sebagian besar menjadi juara Tour de France) sbb:
- Felice Gimondi (Italia) 1964
- Joop Zoetemelk (Belanda) 1969
- Greg LeMond (AS) 1982
- Miguel Indurain (Spanyol) 1986
- Laurent Fignon (Prancis) 1988
- Nairo Quintana (Kolombia) 2010
- Egan Bernal (Kolombia) 2017
- Tadej Pogacar (Slovenia) 2018
- Isaac Del Toro (Meksiko) 2023
- Paul Seixas (Prancis) 2025
Kita tunggu prestasi prestasi berikutnya paul Seixas yang akan terus setara bertahap diikutsertakan oleh timnya Decathlon CMA CGM) pada lomba terkemuka lainnya sesuai usianya yang masih amat muda 19 tahun sehingga harus selektif.
Menurut Jean Baptiste Quiclet selaku “Performance Director” tim Decathlon, Jadwal mengikuti Tour de France (TdF) bagi Paul Seixas paling cepat 2027 saat usianya 20 tahun dengan target menjuarai kategori Youth U25 (kaus putih) TdF.
“Bagi Paul Seixas kami harus bertahap membuat program jadwal mengikuti lombanya karena usianya masih amat muda, harus sesuai usia dan kesiapaan fisik. Secara bertahap kategori lomba besar akan diikuti. Mengikuti Tour terkemuka, tidak bisa langsung karena pertimbangan usia dan grand tour mana dulu yang diikuti. Ada Vuelta a Espana, Giro d’Italia dan paling bergengsi Tour de France. Kami akan selektif karena prestasi tidak bisa diraih secara instan,” ungkap Baptiste.
Kita tunggu prestasi prestasi berikutnya dari Paul Seixas pembalap remaja Prancis ini yang diperkirakan dalam 5 tahun mendatang akan menjadi pengganti generasi pembalap terkemuka saat ini Tadej Pogacar dan Jonas Vingegaard. (Bambang Kunthady)***









Komentar