BANDUNG – Universitas Padjadjaran (Unpad) bersama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI meluncurkan dan menyosialisasikan Program Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) BRI bagi dosen dan tenaga kependidikan tetap. Kegiatan yang berlangsung di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad, Kampus Jatinangor, Selasa (27/10/2026), ini menjadi bagian dari upaya mempersiapkan kesejahteraan finansial pegawai saat memasuki masa purnabakti.
Program DPLK BRI menerapkan prinsip iuran pasti, yakni besaran iuran ditetapkan sejak awal, sedangkan manfaat hasil pengelolaannya bergantung pada kinerja investasi. Dalam program ini, iuran pensiun bagi dosen dan tenaga kependidikan tetap Unpad dibayarkan oleh universitas sebagai pemberi kerja.
Area Head 2 BRI Region 9 Bandung, Ferdian Handoko, mengapresiasi kepercayaan Unpad kepada BRI dalam pengelolaan program dana pensiun tersebut. Kolaborasi ini diharapkan dapat membantu dosen dan tenaga kependidikan mempersiapkan kebutuhan finansial jangka panjang secara lebih terencana.
“Kami sangat bangga dan mengapresiasi langkah Unpad yang memercayakan pengelolaan dana pensiun pegawainya melalui produk DPLK BRI. Momen peresmian dan sosialisasi ini merupakan wujud komitmen bersama antara BRI dan Universitas Padjadjaran dalam memastikan para dosen serta tenaga kependidikan memiliki kepastian dan kesiapan finansial saat memasuki masa purnabakti kelak,” ujar Ferdian, didampingi BOH BRI Sumedang, Heru H.
Ia menambahkan, BRI berkomitmen memberikan layanan pengelolaan DPLK secara profesional dan transparan untuk mendukung kebutuhan peserta dalam mempersiapkan masa pensiun.
Sementara itu, Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, mengatakan bahwa universitas berupaya memastikan para pegawai tetap dapat menjalani kehidupan yang sejahtera dan produktif setelah memasuki masa pensiun. Program DPLK menjadi salah satu bentuk perhatian dan penghargaan Unpad atas pengabdian dosen serta tenaga kependidikan selama menjalankan tugas.
“Pensiun itu perlu dipersiapkan dengan baik. Dengan program ini, harapannya Unpad juga berkontribusi untuk mempersiapkan masa pensiun pegawai tanpa membebani pegawai itu sendiri. Unpad tetap memikirkan Bapak-Ibu sekalian pada saat nanti sudah menjalani purnabakti,” kata Arief.
Dari sisi pengelolaan dana pensiun, Assistant Vice President DPLK Business 1 Kantor Pusat BRI, Hindarsih Widyastuti, menekankan pentingnya memulai perencanaan keuangan sejak dini. Menurutnya, penurunan kemampuan fisik seiring bertambahnya usia dapat memengaruhi produktivitas dan penghasilan, sehingga diperlukan persiapan finansial untuk memenuhi kebutuhan hidup setelah tidak lagi aktif bekerja.
“Dari awal hidup, kemudian mendapat penghasilan sampai tua, yang diandalkan adalah fisik. Fisik akan menurun, kemudian harus menggunakan tabungan sebagai biaya hidup. Itulah yang harus dipersiapkan dari sekarang, agar menikmati gaji pensiun sebagai passive income,” ujar Hindarsih.
Melalui sosialisasi ini, peserta diharapkan memahami manfaat program DPLK serta pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan kesejahteraan setelah pensiun.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Rektor Unpad Bidang Perencanaan, Transformasi Digital, Keuangan, dan Pengelolaan Bisnis, Prof. Maman Setiawan, serta Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola, Prof. Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata. Hadir pula perwakilan BRI dari Kantor Pusat, Regional Office Bandung, dan BO Sumedang.***












Komentar