Menu

Mode Gelap

Berita · 8 Apr 2022 16:00 WIB ·

Tekan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak, Jawa Barat Kampanyekan Jabar Cekas

 Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengampanyekan Jawa Barat Berani Cegah Tindakan Kekerasan atau Jabar Cekas di SMA Negeri 4 Kota Depok, Jumat (8/4/2022)./Foto Rizal FS Biro Adpim Jabar Perbesar

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengampanyekan Jawa Barat Berani Cegah Tindakan Kekerasan atau Jabar Cekas di SMA Negeri 4 Kota Depok, Jumat (8/4/2022)./Foto Rizal FS Biro Adpim Jabar

TUGU BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama istri sekaligus Ketua TP-PKK Provinsi Jabar Atalia Paratya Ridwan Kamil mengampanyekan Jawa Barat Berani Cegah Tindakan Kekerasan atau Jabar Cekas, di SMA Negeri 4 Kota Depok, Jumat (8/4/2022).

Dalam sambutannya Gubernur menjelaskan, pentingnya kesinergian dalam konsep Pentahelix ABCGM (Akademisi, Badan Usaha, Komunitas, Pemerintahan, dan Media) sebagai upaya dengan semangat gotong-royong mencegah kekerasan perempuan dan anak.

“Kekerasan terhadap perempuan dan anak dimanapun itu baik di lingkungan privat, maupun publik kita dorong lebih kuat lewat kolaborasi ABCGM,” kata Ridwan Kamil.

“Maka hari ini Provinsi Jawa Barat menguatkan sebuah upaya yang sebenarnya sudah dilakukan dengan menguatkan kegotong-royongan untuk mencegah masalah dalam kehidupan kita, yaitu kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ujar Kang Emil, sapaan akrabnya.

Ia juga menyampaikan mengenai 10 Program Kampanye dalam Jabar Cekas, yakni berani berbicara, berani melapor, berani menolak, berani mencegah, dan berani berpihak kepada korban.

Tindakan lainnya adalah berani berkata tidak, berani melawan, berani maju, berani bergerak, dan berani melindungi korban kekerasan yang menimpa perempuan dan anak.

Menurut Kang Emil, Kampanye Jabar Cekas sebagai bentuk upaya menekan angka kasus kekerasan yang dialami perempuan dan anak di Jawa Barat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jabar I Gusti Agung Kim Fajar Wiyati Oka mengatakan, berdasarkan data Unit Pelayanan Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Provinsi Jabar, pada 2021 tercatat 505 kasus.

“Jumlah kasus kekerasan pada 2021 mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan jumlah kasus yang diadukan pada tahun 2020 sebanyak 389 kasus,” ujar Kim Agung.

Kim Agung mengakui, perempuan dan anak-anak sangat rentan menjadi korban kekerasan baik itu psikis, fisik, hingga kekerasan seksual.

Untuk itu, Kim Agung mengajak seluruh elemen masyarakat Jawa Barat untuk terlibat aktif dalam upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak, yaitu dengan mendorong terwujudnya kepastian hukum bagi korban kekerasan.

Ketersediaan payung hukum akan memberikan kejelasan dan kepastian pada penanganan, perlindungan, maupun pemulihan korban kekerasan seksual melalui Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS).

“Pesan ini disampaikan untuk menekankan, bahwa Undang-Undang tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual yang memuat elemen kunci, yakni kepastian hukum untuk pencegahan, perlindungan dan pemulihan korban kekerasan seksual harus segera diwujudkan,” tegas Kim Agung.***

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Optimalkan Kehadiran di Provinsi “Nyiur Melambai”, Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana Sampaikan Sharing Komunikasi di Tiga Lembaga Berbeda di Sulawesi Utara

24 Juli 2024 - 05:57 WIB

Motivator Kawakan Dr Aqua Dwipayana Kini Berada di Provinsi “Nyiur Melambai” Sulawesi Utara Lanjutkan Safari Sharing Komunikasi di Lingkungan Ditpolairud

24 Juli 2024 - 05:45 WIB

Ratusan Personel TNI Angkatan Laut  Menyimak Sharing Komunikasi dan Motivasi dari Dr Aqua Dwipayana di Kota Bitung, Sulawesi Utara

23 Juli 2024 - 17:56 WIB

MyTelkomsel Hadir Sebagai Super App yang Mudahkan Transaksi, Ini Kelebihannya!

23 Juli 2024 - 17:54 WIB

Program Baktiku Negeriku Telkomsel Manfaatkan Teknologi dan Solusi Digital Dorong Pertumbuhan Ekonomi Desa

23 Juli 2024 - 11:17 WIB

Bergerak Bersama Masyarakat Desa Kertasari Tasikmalaya sebagai Kritik Mahasiswa IAIT Terhadap Rezim

23 Juli 2024 - 06:39 WIB

Trending di Berita