Menu

Mode Gelap

Berita · 15 Agu 2022 15:07 WIB ·

Tekad Bangkit Marquez dan HRC

 Marc Maquez, tim Repsol Honda. (Foto: HRC).* Perbesar

Marc Maquez, tim Repsol Honda. (Foto: HRC).*

SEPULUH minggu telah berlalu sejak andalan tim Repsol Honda, pembalap MotoGP Marc Marquez menjalani operasi keempat kali pada pergelangan tangan kanannya di Amerika.

Kini kondsinya sudah semakin baik dan program latihan fisik pun sudah bisa terus ditingkatkan dengan fokus utama pemulihan kebugaran fisik secara menyeluruh. Sementara untuk tangan kanan, khususnya pergelangan tangan sudah mulai menjalani latihan ringan dengan beban ringan menggunakan tali elastis (spring rope).

Dengan kemajuan yang signifikan ini, Marc Marquez juga sudah bisa mulai merencanakan estimasi kapan bisa kembali ke arena MotoGP. Agar masa pemulihan bisa lebih cepat Marquez juga sesuai anjuran tim dokter yang merawatnya melakukan kontak rutin dengan timnya Repsol Honda dan HRC (Honda Racing Corporation) agar secara moril terus terhubung dan teknis terlibat intensif pada pengembangan Honda RC213V.

Pembalap tester Honda, Stefan Bradl (Jerman) yang melakukan tes pada setiap komponen baru Honda RC213V juga terus melakukan kontak dengan Marquez memberi informasi uji coba komponen baru dari HRC.

“Ini sangat penting terus terhubung dengan HRC dan tim Repsol Honda meski saya tidak hadir bersama mereka, sehingga kemajuan dan kondisi tim juga bisa terpantau langsung. Komunikasi menjadi hal terpenting untuk memastikan kami terus terhubung meski dari jarak jauh,” ungkap Marquez pada rilis HRC.

“Saya juga akan hadir di Paddock tim Repsol Honda pada gelaran seri XIII lomba MotoGP Austria (19-21/8/2022) untuk melihat langsung situasi tim saat ini,” tegas Marquez.

Latihan utama yang banyak dilakukan Marquez saat ini adalah latihan renang, lari selain di Gym untuk penguatan otot menggunakan beban yang terus ditambah sesuai kondisi fisiknya. Di Gym lebih banyak menggunakan tali elastis agar tidak ada beban berlebihan pada masa pemulihan tangan kanan.

“Ini adalah perjuangan berat yang lama, bukan hanya dua tiga bulan…Tapi dua tahun saya harus berjuang memulihkan kondisi fisik khususnya pergelangan tangan kanan yang cedera cukup parah. Saya sempat memenangi beberapa lomba tapi saya menyadari untuk mencapai itu saya harus berjuang melebihi kapasitas lengan yang belum pulih sepenuhnya. Menahan sakit agar bisa menang bukanlah hal yang mudah, secara mental saya kuat tapi fisik tidak mendukung. Kalau saya terus memaksakan berlomba bisa fatal akibatnya,” jelas Marquez.

Menurut Marquez itulah sebabnya dia memutuskan berhenti berlomba beberapa bulan lalu, fokus menuntaskan pergelangan lengan kanan di operasi lagi terakhir kali sesuai diagnosa tim dokter yang melakukan pemeriksaan pada kondisi pergelangan tangan kanan yang kondisinya tak pulih sesuai harapan setelah 3 kali operasi.

Marc Marquez melakukan latihan fisik dengan tali lentur untuk pemulihan pergelangan tangan kanan yang di operasi untuk keempat kalinya. (Foto: HRC).*

“Sekarang secara bertahap saya rasakan lengan kanan sudah semakin baik, tulang di pergelangan yang dioperasi terasa semakin baik dan hasil diagnosa juga tulang yang dioperasi semakin menyatu secara alamiah. Ini berita terbaik yang semakin meningkatkan moril. Masa rehabilitasi saat ini harus benar benar dijaga agar semuanya pada jalur yang benar,” tuturnya.

“Saya juga berlatih keras untuk cardio agar kondisi kebugaran mencapai level kompetisi yang kompetitif. Akhir Agustus ada Medical check up, kalau semua normal latihan bisa ditingkatkan meningkatkan kekuatan otot agar siap menghadapi lomba. Saya optimis operasi kali ini berjalan sangat baik namun saya tidak mau terburu buru membuat jadwal kembali ke sirkuit, semuanya harus sesuai tahapan medis, saya akan ikuti apa kata tim dokter,” jelas Marquez.

Secara mental Marquez mengakui amat berat tidak bisa berlomba untuk waktu yang lama dan harus selalu ragu mengenai kondisi tangan yang cedera.

“Tidak yakin atas kondisi tangan yang sudah dioperasi juga jadi beban mental tersendiri, selalu ada keraguan. Semoga operasi kali ini akan mengatasi semua keraguan pikiran saya atas situasi tidak menentu selama dua tahun terakhir,” ujarnya.

“Honda saat ini dalam masa kritis, saya sudah banyak berbicara dengan semua rekan di HRC. Tanpa saya seakan team Honda tidak ada di perlombaan MotoGP hal yang amat memprihatinkan. Saya bertanya pada rekan rekan di HRC, apa yang terjadi dengan tim kebanggaan kita ini? Itulah sebabnya saya akan ke MotoGP Austria melihat langsung dan berbicara dengan staf utama HRC yang akan datang dari Jepang,” ungkap Marquez

“Kita semua selalu bekerja bersama sama, menang bersama, kalah bersama, dan kita akan bangkit kembali bersama,” tegasnya. (Bambang Kunthady)***

Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Mobil Tak Bisa Lewat Akibat Jalan Longsor Di Desa Depok Garut, Aktivitas Warga Terganggu

4 Maret 2024 - 19:04 WIB

Lima Tahun Berturut-Turut, Telkomsel Raih Best Mobile Network dari Ookla® Speedtest Award™

4 Maret 2024 - 18:03 WIB

Tingkatkan Minat Olahraga, Prawira Harum Bandung Ajak Ratusan Pelajar Nonton Langsung

4 Maret 2024 - 17:57 WIB

Presiden Groundbreaking Telkom Smart Office di IKN, Menteri BUMN: Akan Jadi Hub Telekomunikasi Nusantara

4 Maret 2024 - 17:48 WIB

Kawanan Pelajar SMP di Tasikmalaya Maling Motor dan Kotak Amal Masjid

4 Maret 2024 - 16:51 WIB

Dari Pulau Sumatera, Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana Singgah di Kota Sampit Sampaikan Sharing Komunikasi dan Ditpolairud Polda Kalteng

4 Maret 2024 - 15:45 WIB

Trending di Berita