Tambang Tidak Mensejahterakan Warga Sekitar

KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Pertambangan terbukti belum mensejahterakan warga sekitar pertambangan. Hal itu ditegaskan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (KDM), Selasa (21/10/2025). Menurut KDM bukti yang nyata terjadi di Bogor.

“Kasus yang paling dekat adalah warga di Desa Rumpin Parungpanjang. Lingkungannya rusak, sementara banyak warga setempat terlilit urang ke bank emok, meski tambangnya baru sebentar ditutup,” katanya.

Ketika tambang ditutup, pengusaha diam, yang maju adalah pekerjanya seperti sopir dan penggali tambang.

“Yang baru-baru ramai adalah salah seorang pekerja yang di media sosial mengaku tidak bisa lagi makan nasi, hanya makan buah kelapa. Ternyata dia adalah seorang aparat desa yang kebetulan sebagai Linmas, rumahnyapun mau roboh. Ini sebagai bukti bahwa tambang sama sekali tidak membawa kesejahteraan warga,” tegasnya.

Lalu apa yang akan dilkukan KDM untuk warga sekitar?

“Saya sudah menyamapikan mereka akan direkrut menjadi tenaga di kantor Dinas PU, DSDA, untuk mengerjakan proyek pembangunan jalan, yang waktunya bisa lama,” paparnya.

KDM menegaskan, itu langkah pertama. Langkah lainnya Pemerintah Provinsi Jabar akan memberikan modal usaha, agar mereka memiliki penghasilan.

“Langkah lainnya adalah memberikan dana modal usaha, agar mereka tetap memiliki penghasilan selain dari bekerja di usaha tambang. Pemerintah konsisten terhadap kebijakan yang sudah diperhitungkan. Saya tidak mau mengorbankan masyarakat demi kepentingan segelintir orang,” paparnya.

Jadi, KDM menegaskan kembali bahwa semua kebijakannya sudah diperhitungkan dengan baik, dan Pemerintah Provinsi Jabar sudah menyiapkan skema-skema untuk warga.

“Jadi mohon bersabar, semuanya sedang berproses,” pungkasnya. (Pun)***

Komentar