KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Suasana Ramadan terasa meriah di lingkungan PGTK Darul Hikam Bandung. Sebanyak 104 siswa mengikuti kegiatan Pesantren Ramadan 1446 Hijriah yang diisi berbagai aktivitas edukatif, mulai dari pembiasaan ibadah, dongeng islami, hingga kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat, Selasa 10 Maret 2026.
Kegiatan ini dirancang untuk mengenalkan nilai-nilai ibadah Ramadan kepada anak sejak usia dini dengan cara yang menyenangkan dan interaktif.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan PGTK Darul Hikam Bandung, Resti Rahmawati, mengatakan Pesantren Ramadan menjadi sarana pembelajaran bagi anak-anak untuk memahami makna puasa sekaligus membangun karakter religius.
“Anak-anak memulai kegiatan dengan salat dhuha, kemudian dilanjutkan dengan mendongeng bersama Kak Rizki. Setelah itu mereka melakukan pembiasaan salat berjamaah seperti salat zuhur, asar, hingga magrib,” ujar Resti.
Belajar Puasa dan Ibadah Ramadan Sejak Dini
Melalui kegiatan ini, siswa diajak mengenal berbagai ibadah Ramadan secara bertahap. Meski belum semua anak menjalankan puasa secara penuh, pihak sekolah menilai antusiasme mereka sangat tinggi.
Menurut Resti, semakin banyak siswa yang mampu berpuasa hingga waktu berbuka.
“Walaupun mungkin belum semuanya puasa penuh, alhamdulillah semakin banyak anak yang sudah mampu berpuasa hingga azan magrib,” katanya.
Kreativitas Anak lewat Art and Craft Kartu Lebaran
Tidak hanya kegiatan ibadah, Pesantren Ramadan juga diisi aktivitas kreatif seperti art and craft membuat kartu Lebaran.
Kegiatan ini bertujuan melatih kreativitas anak sekaligus menanamkan nilai kebahagiaan dan kebersamaan dalam menyambut Hari Raya Idulfitri.
Salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian adalah Takjil on the Road. Dalam kegiatan ini, anak-anak terlebih dahulu melakukan packing makanan secara mandiri, kemudian membagikannya kepada masyarakat di sekitar sekolah.
Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menanamkan nilai kepedulian sosial serta kebiasaan berbagi kepada sesama sejak usia dini.
Menjelang waktu berbuka, anak-anak mengikuti kegiatan ngabuburit seru dengan berbagai permainan seperti odong-odong, pancingan ikan, hingga bermain sepeda.
Rangkaian Pesantren Ramadan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama yang menjadi momen kebersamaan antara siswa dan para guru.
Kegiatan ini juga mendapat respon positif dari para orang tua. Dari total 154 siswa, sekitar 95 persen orang tua memberikan dukungan agar anak-anak mengikuti kegiatan Pesantren Ramadan.
Sebelumnya pihak sekolah juga menyebarkan kuesioner kepada orang tua, dengan sekitar 90 responden memberikan tanggapan positif.
“Alhamdulillah respon orang tua sangat baik. Mereka memberikan izin dan dukungan kepada putra-putrinya untuk mengikuti kegiatan Pesantren Ramadan,” ujar Resti.
Melalui kegiatan ini, PGTK Darul Hikam Bandung berharap anak-anak dapat semakin semangat menjalankan ibadah Ramadan sekaligus menumbuhkan karakter religius dan kepedulian sosial sejak dini.***













Komentar