KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – AMD terus memperkuat inovasi teknologi kecerdasan buatan (AI) melalui pengembangan prosesor AMD Ryzen™ AI 400 Series dan Ryzen™ AI Max+ Series. Kedua lini prosesor ini dirancang untuk meningkatkan performa komputasi, efisiensi daya, serta produktivitas pengguna, terutama saat bekerja dan beraktivitas secara mobile.
Perkembangan AI telah mengubah cara pengguna berinteraksi dengan perangkat komputer. PC kini tidak hanya digunakan untuk menjalankan aplikasi, tetapi juga mampu membantu mengelola informasi, memberikan rekomendasi, hingga mengotomatisasi sejumlah pekerjaan yang sebelumnya dilakukan secara manual.
Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan oleh berbagai kalangan, mulai dari kreator konten, profesional, gamer, hingga pengguna umum. Pemrosesan AI juga dapat dilakukan langsung di perangkat maupun melalui layanan cloud, dengan mempertimbangkan kebutuhan keamanan data, efisiensi, dan kemudahan penggunaan.
Untuk memperkenalkan perkembangan tersebut, AMD menggelar media briefing di Bandung. Kegiatan ini membahas peran AI dalam era digitalisasi, implementasinya pada perangkat komputasi mobile berbasis AMD, serta berbagai fitur yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas.
Consumer Business Development Manager AMD Indonesia, Armawati Cen, mengatakan masa depan PC tidak hanya ditentukan oleh kehadiran teknologi AI, tetapi juga sejauh mana teknologi tersebut memberikan manfaat nyata dalam aktivitas sehari-hari.
“Menurut kami, masa depan PC bukan hanya tentang menghadirkan teknologi AI, tetapi bagaimana teknologi tersebut benar-benar memberikan manfaat dalam aktivitas sehari-hari. Pengguna membutuhkan perangkat yang tidak hanya cepat, tetapi juga mampu mendukung mereka bekerja lebih produktif, berkreasi, belajar, dan menikmati hiburan dengan lebih optimal,” ujarnya.
Melalui AMD Ryzen™ AI, AMD menghadirkan kombinasi kekuatan CPU, GPU, dan Neural Processing Unit (NPU) untuk mendukung pengalaman komputasi dan pemrosesan AI, baik secara lokal di perangkat maupun melalui cloud.
Armawati menambahkan, inovasi tersebut diharapkan membuka lebih banyak peluang bagi pengguna untuk memanfaatkan PC bukan sekadar sebagai perangkat kerja, melainkan juga sebagai bagian penting dari aktivitas dan kreativitas sehari-hari.
Teknologi AMD Ryzen™ AI dirancang untuk menghadirkan performa dan efisiensi daya dalam berbagai kebutuhan, seperti kolaborasi video, pembuatan konten, produktivitas, bermain gim, hingga perlindungan keamanan. Kehadiran NPU juga memungkinkan pemrosesan beban kerja AI dilakukan lebih optimal tanpa sepenuhnya membebani CPU dan GPU.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah AMD Ryzen™ AI 400 Series. Prosesor ini dirancang untuk mendukung PC Copilot+ dan dibangun menggunakan arsitektur Zen 5 serta NPU berbasis AMD XDNA™ 2 generasi kedua. Kemampuan pemrosesan AI pada lini ini mencapai hingga 60 TOPS NPU, melampaui persyaratan TOPS untuk PC Copilot+.
Ryzen AI 400 Series mencakup sejumlah model, mulai dari AMD Ryzen™ AI 9 HX 475, Ryzen AI 9 HX 470, Ryzen AI 9 465, Ryzen AI 7 450, Ryzen AI 7 445, Ryzen AI 5 435, hingga Ryzen AI 5 430. Setiap model menawarkan konfigurasi inti, frekuensi, kapasitas cache, serta kemampuan grafis yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.
AMD juga mengumumkan dukungan perangkat lunak ROCm™ 7.2 untuk seluruh prosesor Ryzen AI 400 Series. Dukungan tersebut dilengkapi fitur bundel AI baru pada AMD Software: Adrenalin™ Edition untuk mempermudah adopsi, pengembangan, dan penerapan teknologi AI.
Selain Ryzen AI 400 Series, AMD memperkenalkan tambahan portofolio Ryzen AI Max+ melalui model Ryzen AI Max+ 392 dan Ryzen AI Max+ 388. Keduanya dirancang untuk perangkat premium, seperti laptop ultra-tipis, workstation, dan mini-PC yang membutuhkan kemampuan komputasi AI berkinerja tinggi.
Ryzen AI Max+ Series menggabungkan prosesor berbasis arsitektur Zen 5, grafis terintegrasi AMD Radeon™ 8060S, serta NPU berbasis AMD XDNA™ 2. Kombinasi tersebut ditujukan untuk menangani berbagai pekerjaan berat, mulai dari menjalankan model bahasa berukuran besar, merender media beresolusi tinggi, hingga memainkan gim modern dengan pengaturan grafis tinggi.
Ryzen AI Max+ 392 memiliki konfigurasi 12 core dan 24 thread, sedangkan Ryzen AI Max+ 388 dibekali 8 core dan 16 thread. Keduanya memiliki kemampuan NPU hingga 50 TOPS dan 40 Compute Units (CUs) pada grafis AMD Radeon™ 8060S.
Di Indonesia, prosesor AMD Ryzen™ AI telah tersedia pada berbagai lini laptop untuk kebutuhan gaming, kreasi konten, dan produktivitas dari sejumlah mitra OEM, antara lain ASUS, Acer, Lenovo, GIGABYTE, HP, dan MSI.
Sementara itu, laptop yang menggunakan prosesor Ryzen AI 400 Series saat ini telah tersedia melalui sejumlah produk ASUS, Lenovo, dan HP. AMD menyebutkan, ketersediaan dari merek lainnya akan segera menyusul.***












Komentar