Menu

Mode Gelap

Berita · 13 Jun 2023 16:55 WIB ·

Review MotoGP Italia 2023: Ducati Merajai di Kandang, Pabrikan Jepang Terpuruk

 Pembalap tuan rumah Pecco Bagnaia (Ducati Lenovo) finis terdepan MotoGP Italia 2023 di sirkuit Mugello, Italia pada Minggu (11/6/2023). (Foto: Dorna Sport).* Perbesar

Pembalap tuan rumah Pecco Bagnaia (Ducati Lenovo) finis terdepan MotoGP Italia 2023 di sirkuit Mugello, Italia pada Minggu (11/6/2023). (Foto: Dorna Sport).*

PARA pendukung tuan rumah layak merayakan pesta dominasi Italia pada lomba seri VI MotoGP Italia di sirkuit Mugello, Minggu (11/6/2023). Franceso “Pecco” Bagnaia dengan motor Ducati di tim asal Italia dan berlomba di Italia berjaya di kandang sendiri sejak start hingga finis. Prestasi Pecco mengulang prestasimya tahun lalu sebagai juara bertahan MotoGP Italia 2022.

Ducati Menyapu bersih tiga tempat podium dan posisi keempat pun dikuasai pembalap Ducati. Pecco Bagnaia (Ducati Lenovo) menjadi juara, diikuti uutan kedua Jorge Martin (Prima Pramac Ducati/Spanyol), ketiga Johann Zarco (Prima Pramac Ducati/Prancis), keempat Luca Marini (Mooney VR-46 Ducati/Italia) dan kelima Brad Binder (Red Bull KTM/Afsel).

Hasil di GP Italia 2023 ini merupakan prestasi terbaik yang pernah diraih pabrikan Ducati di rumah sendiri yang pada 10 tahun terakhir lebih banyak dikuasai pabrikan motor Jepang yang menjadi juara di sirkuit Mugello, yaitu Honda dan Yamaha.

Kali ini Honda dan Yamaha tidak terdengar, seakan tidak ikut lomba karena terlalu jauh tertinggal di belakang, kecuali Marc Marquez (Repsol Honda/Spanyol) yang di awal lomba mampu memberi perlawanan sengit start dari grid ke-2 membuntuti pemegang pole position Pecco Bagnaia, namun karena top speed kecepatan Honda di bawah Ducati, posisi Marquez pun semakin melorot hingga urutan kelima sebelum akhirnya bisa merangsek naik ke urutan keempat bersaing dengan Luca Marini (Mooney VR-46).

Karena terlalu bernafsu naik ke posisi ketiga Marquez pun akhirnya terjatuh di tikungan. Bagi Marquez, tak finis di GP Italia menjadikan belum pernah finis pada main race MotoGP musim ini.

Ducati yang semakin dominan setelah 6 seri MotoGP 2023 digelar menjadikan pabrikan merek lain semakin kesulitan bersaing, pabrikan motor Eropa lainnya Aprilia (Italia) dan KTM (Austria) pun yang tahun lalu masih bisa memberikan perlawanan kini semakin sulit.

Sedangkan pabrikan motor Jepang yang dahulunya menguasai balapan Grand Prix Motor kini pun semakin sulit bersaing. Honda dan Yamaha, penguasa MotoGP hingga tahun 2020 sebelum wabah pandemi Covid-19 merebak, kini lambat laun semakin sulit memberikan perlawanan, bahkan Suzuki yang menjadi juara dunia MotoGP 2020 dengan pembalapnya Joan Mir mulai musim 2023 mundur dari lomba MotoGP. Kini pabrikan Jepang hanya Honda dan Yamaha yang performanya semakin tak bisa bersaing dengan segala problemanya.

Honda RC213V dan Yamaha M1 tak lagi bisa menahan laju Ducati Desmosedici. Yamaha hanya punya satu tim pabrikan Monster Energy Yamaha (2 pembalap) tanpa tim satelit. Honda masih punya 2 tim, tim pabrikan Repsol Honda (2 pembalap) dan satu tim satelit, LCR Honda (2 pembalap).

Sementara Ducati punya 1 tim pabrikan (Ducati Lenovo) dan 3 tim satelit yaitu Prima Pramac Ducati, Gresini Racing Ducati dan Mooney VR46 Ducati. Total ada 8 pembalap Ducati di lintasan. Kondisi ini semakin menyulitkan tim lainnya.

Dua pabrikan Eropa lainnya Aprilia Racing hanya 1 tim (2 pembalap) dan KTM punya dua tim, satu tim pabrikan Red Bull KTM dan tim satelit Crypto Data RNF KTM serta pendatang baru, tim Gas-Gas Factory Tech-3.

Dengan kekuatan pembalap yang lebih banyak tim Ducati akan semakin sulit dibendung tim lainnya.

Apalagi dua tim pabrikan Jepang, Repsol Honda da Monster Energy Yamaha setelah Covid-19 belum mampu mengembangkan motor MotoGP nya sesuai harapan pembalap seperti dikeluhkan juara dunia MotoGP 2021, Fabio Quartararo (Monster Yamaha) dan juara dunia 6 kali Marc Marquez (Repsol Honda) yang baru pulih dari cedera yang memakan waktu 2 tahun untuk bisa mulai pulih.

Menurut Mick Doohan (Repsol Honda/Australia) juara dunia GP 500 (sekarang MotoGP) tahun 90an, dengan pengembangan yang tidak maksimal oleh pabrikan Honda dan Yamaha saat ini menghadapi pabrikan Ducati, Italia yang amat mencintai balap motor sepenuh hati tanpa mengenal waktu dan biaya serta kemampuan mengembangkan teknologi motor balap karena passion yang tinggi menjadikan pabrikan Italia dan Eropa lainnya punya kelebihan dari pabrikan motor Jepang yang pengembangan motor balapnya hanya karena bisnis dan promosi.

Kita tunggu mampukah Honda dan Yamaha bangkit pada sisa waktu musim MotoGP 2023 yang  akan segera memasuki libur musim panas selama bulan Juli setelah menyelesaikan 2 seri lagi yaitu seri VII GP Jerman (18/6/2023) dan seri VIII GP Belanda (25/6/2023).

MotoGP 2023 baru akan bergulir lagi 6 Agustus, seri IX GP Inggris.

Klasemen MotoGP hingga seri VI GP Italia:

  1. Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo/Italia) 131 poin
  2. Marco Bezzecchi (Mooney VR46 Ducati/Italia) 110
  3. Jorge Martin (Pramac Ducati/Spanyol) 107
  4. Brad Binder (Red Bull KTM/Afsel) 92
  5. Johan Zarco (Pramac Ducati/Prancis) 88. (Bambang Kunthady)***
Artikel ini telah dibaca 268 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Aksi Balap Liar, Empat Ramaja dan Motornya Diangkut Polisi 

19 April 2024 - 13:38 WIB

PLN Operasikan SPKLU Khusus Angkot Listrik di Kota Bogor

18 April 2024 - 20:22 WIB

Aliansi Eks Karyawan Pikiran Rakyat Menggugat, Ini Tuntutannya!

18 April 2024 - 20:09 WIB

Guru Bahasa Daerah SMP se-Jabar Ikuti Program Peningkatan Kompetensi Revitalisasi Bahasa Daerah

18 April 2024 - 18:46 WIB

Piala AFC Asia U23 Qatar 2024: Vietnam Kandaskan Kuwait 3-1, Uzbekistan Tundukan Malaysia 2-0

18 April 2024 - 18:29 WIB

Jabar Akselerasi Perluasan Areal Tanam Sawah Tadah Hujan melalui Pompanisasi

18 April 2024 - 17:11 WIB

Trending di Berita