Menu

Mode Gelap

Berita · 22 Apr 2024 17:20 WIB ·

Rektor Unisba Edi Setiadi Sebut Jabatan Dekan Amanah yang Harus Dirawat!

 Rektor Unisba Edi Setiadi Sebut Jabatan Dekan Amanah yang Harus Dirawat! Perbesar

BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Jabatan Dekan dan jabatan lainnya di Unisba merupakan amanah dan takdir dari Allah Subhanahu Wata’alla untuk dirawat

Hal itu dikatakan Rektor Unisba, Prof. Dr. Edi Setiadi, S.H., M.H., saat melantik lima Dekan di lingkungan Unisba masa bakti 2024-2028 di Aula Unisba, Senin (22/4/2023).

“Jabatan itu bukan berkah tetapi amanah, jabatan juga bukan fasilitas tetapi pengabdian ikhlas, jabatan bukan untuk minta dilayani tetapi untuk memberi pelayanan. Kita tetap terikat sadar atau tidak bahwa spirit 3M (mujahid, mujtahid, dan mujaddid) harus menjadi pegangan kita dalam mengemban Amanah,” ungkap Edi.

Rektor mengungkapkan bahwa menjadi Dekan bukan tugas yang mudah namun sungguh sangat berat sebagaimana sabda Rasulullah SAW bahwa jabatan hanya akan menimbulkan kehinaan dan penyesalan di hari kemudian apabila jabatan dipergunakan tidak sebagaimana mestinya.

“Akan tetapi saya yakin saudara akan mengemban Amanah ini dengan baik dan bertanggung jawab bersama-sama di Universitas,” ujarnya.

Lima Dekan yang dilantik adalah Dr. N. Eva Fauziah, Dra., M.Ag. (Dekan Fakultas Syariah),  Prof. Dr. Efik Yusdiansyah, S.H., M.Hum. (Dekan Fakultas Hukum), Dr. Apt. Suwendar, S.Si., M.Si. (Dekan Fakultas MIPA), Dr. Ir. M. Dzikron A. M., S.T., M.T., IPM. (Dekan Fakultas Teknik), dan Dr. Santun Bhekti Rahimah, dr., M.Kes. (Dekan Fakultas Kedokteran).

Rektor berpesan kepada para Dekan baik yang sedang menjabat maupun yang baru dilantik bahwa tantangan yang dihadapi ke depan tidak menjadi lebih ringan.

Pertama-tama adalah mempertahankan keunggulan Unisba sebagai Perguruan Tinggi Unggul, jumlah mahasiswa, serta program Tridarma yang harus terus dikembangkan dan ditingkatkan.

Kedua, implementasi ruhuddin di lingkungan kampus harus menjadi fokus concern bersama karena tujuannya adalah menciptakan suasana kampus yang memancarkan cahaya Ilahi dan menghasilkan lulusan yang berakhlakul karimah.

Dan ketiga adalah peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa dalam bidang akademik.

Menurut Rektor, keberhasilan melaksanakan tugas pokok tersebut Insya Allah bisa membawa Unisba untuk dapat melahirkan para Pejuang, Pemikir, dan Pembaharu.

“Unisba harus merupakan wadah Pendidikan dan pembinaan kader-kader Islam yang dapat meneruskan risalah Allah SWT kepada umat manusia. Unisba harus melahirkan ribuan cendekian dan ilmuwan yang Islami dalam berbagai bidang ilmu dengan Al-Quran dan Al-Hadist sebagai dasar pijakan pengabdian karena keduanya merupakan mata air yang tidak akan menyesatkan. Tugas pokok inilah yang harus dijalankan oleh para Dekan bersama-sama pimpinan universitas. Kita harus menjadi tim yang solid dan bahu-membahu mencapai tugas pokok ini,” terang Edi.

Sebagai konsekuensi dari perguruan tinggi dengan predikat unggul kata Rektor, maka kepentingan mahasiswa harus menjadi perhatian utama. Mulai dari Rektor dan jajaran struktural lainnya harus dapat memberikan pelayanan yang nyaman dan paripurna kepada mahasiswa.

“Dengarkan keluhan mereka dan berisolusi yang konkrit terhadap setiap permasalahan yang dihadapi mahasiswa. Buka ruang dialog dan diskusi sehingga akan tercipta hubungan yang harmonis tetapi tetap terjaga dengan peran dan status masing-masing. Kita harus memahami Generasi Z yang dipercayakan kepada kita. Kita harus mampu mendampingi mereka untuk menjadi warga global yang sekaligus menjadi cita-cita para pendiri Unisba,” ungkapnya.

Rektor melanjutkan bahwa hubungan Dekan dengan pimpinan universitas pun harus sejalan dan seiring untuk menciptakan suasana kerja yang nyaman dan tenang, saling mengerti dan menghormati sesuai dengan perannya masing-masing sebagaimana tercantum dalam Statuta Unisba, serta saling menghargai sesama sivitas akademika.

Rektor berpesan agar dapat fokus dalam mengemban amanah untuk memajukan Unisba sesuai yang dicita-citakan dengan menghindari aktifitas yang menjurus kepada “ghibah” dan perbuatan sia-sia/mubazir lainnya karena itu merupakan perbuatan setan.

“Tunjukanlah bahwa kita adalah kaum intelek dan mengerti agama. Dalam ajaran Islam, Rasul pernah mengatakan bahwa kita diminta mengenali dengan siapa kita berinteraksi. Gunakan bahasa yang mudah dipahami, jika ketidakpahamannya dapat mengundang fitnah. Seorang pemimpin harus memahami konteks dan mengenali warga unit yang dipimpin, karena telah menggantungkan harapannya dan menitipkan masa depannya kepada pemimpin,” pungkas Edi.***

Artikel ini telah dibaca 36 kali

Baca Lainnya

Optimalkan Kehadiran di Provinsi “Nyiur Melambai”, Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana Sampaikan Sharing Komunikasi di Tiga Lembaga Berbeda di Sulawesi Utara

24 Juli 2024 - 05:57 WIB

Motivator Kawakan Dr Aqua Dwipayana Kini Berada di Provinsi “Nyiur Melambai” Sulawesi Utara Lanjutkan Safari Sharing Komunikasi di Lingkungan Ditpolairud

24 Juli 2024 - 05:45 WIB

Ratusan Personel TNI Angkatan Laut  Menyimak Sharing Komunikasi dan Motivasi dari Dr Aqua Dwipayana di Kota Bitung, Sulawesi Utara

23 Juli 2024 - 17:56 WIB

MyTelkomsel Hadir Sebagai Super App yang Mudahkan Transaksi, Ini Kelebihannya!

23 Juli 2024 - 17:54 WIB

Program Baktiku Negeriku Telkomsel Manfaatkan Teknologi dan Solusi Digital Dorong Pertumbuhan Ekonomi Desa

23 Juli 2024 - 11:17 WIB

Bergerak Bersama Masyarakat Desa Kertasari Tasikmalaya sebagai Kritik Mahasiswa IAIT Terhadap Rezim

23 Juli 2024 - 06:39 WIB

Trending di Berita