KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) — Di antara puluhan Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) yang bersiap mengikuti ITB Ultra Marathon 2026, ada sosok Prof. Dr.rer.nat. Marselina Irasonia Tan, M.S., salah seorang dari dua Guru Besar perempuan yang turut ambil bagian dalam ajang lari estafet Jakarta–Bandung sejauh 180 kilometer pada 16–18 Oktober 2026.
Guru Besar dari Kelompok Keahlian Fisiologi, Perkembangan Hewan, dan Sains Biomedika, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB tersebut kembali mengikuti ultramaraton untuk kedua kalinya. Baginya, kegiatan ini bukan hanya menjadi tantangan fisik, tetapi juga kesempatan untuk berkontribusi dalam penggalangan Dana Lestari ITB guna mendukung keberlanjutan beasiswa bagi mahasiswa.
“Yang pertama, ini menjadi tantangan bagi saya untuk ikut terlibat. Program ini juga bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk ITB. Kita sebagai guru besar bisa memberikan sesuatu untuk ITB dan mahasiswanya agar bisa mendapatkan beasiswa,” ujarnya, Selasa (13/10/2026).
Salah Seorang dari Dua Guru Besar Perempuan yang Berpartisipasi
Pada penyelenggaraan tahun ini, Prof. Marselina menjadi salah satu dari dua Guru Besar perempuan yang berpartisipasi sebagai pelari dalam komunitas GB Fit, bersama Prof. Dr. Muchtadi Intan Detiena, S.Si., M.Si.
Prof. Marselina mengaku bangga dapat kembali terlibat. Ia berharap partisipasinya dapat menjadi penyemangat bagi lebih banyak Guru Besar perempuan untuk mengikuti kegiatan serupa pada masa mendatang.
Keikutsertaan Prof. Marselina menunjukkan bahwa para Guru Besar perempuan juga mengambil peran dalam kegiatan olahraga yang menuntut ketahanan fisik dan kedisiplinan, sekaligus berkontribusi dalam gerakan sosial untuk mendukung pendidikan.
Berlatih dengan Disiplin di Tengah Kesibukan Akademik
Untuk mempersiapkan diri menghadapi ITB Ultra Marathon 2026, Prof. Marselina menjalani latihan fisik secara rutin, baik melalui program latihan bersama pelatih maupun secara mandiri.
Ia menjelaskan bahwa ITB memberikan dukungan berupa pendampingan pelatih yang membantu para peserta mempelajari teknik berlari dengan lebih baik. Ia juga berlatih secara mandiri di Sarana Olahraga Ganesha (Saraga) ITB maupun di sekitar tempat tinggalnya.
“Kita harus mendorong diri sendiri untuk terus berlatih karena latihan bersama pelatih hanya dilakukan seminggu sekali,” katanya.
Menurutnya, salah satu pelajaran penting dari persiapan ultramaraton adalah kedisiplinan. Kemampuan berlari tidak dapat meningkat secara instan, melainkan membutuhkan konsistensi latihan, termasuk ketika harus berlatih seorang diri.
Ia berupaya meningkatkan kemampuannya secara bertahap, termasuk memperbaiki pace atau waktu tempuh per kilometer, agar dapat menyelesaikan bagian lintasan estafet yang menjadi tanggung jawabnya dengan baik.
“Untuk bisa ikut ultramaraton, perlu kedisiplinan dalam melatih diri. Kita harus benar-benar mendorong diri sendiri untuk berlatih. Kalau kita berlatih, kita bisa mencapai garis finish dengan kuat,” ungkapnya.
Pengalaman Tahun Lalu Jadi Motivasi untuk Kembali Berlari
ITB Ultra Marathon 2026 bukan pengalaman pertama bagi Prof. Marselina. Ia sebelumnya telah mengikuti kegiatan yang sama pada tahun 2025.
Di balik keberhasilannya menyelesaikan perlombaan, Prof. Marselina mengungkapkan bahwa hal lain yang membekas adalah besarnya dukungan masyarakat terhadap penggalangan Dana Lestari ITB.
Ia mengaku tidak mengetahui secara langsung seluruh pihak yang telah memberikan donasi. Namun, keterlibatan para donatur menjadi sumber semangat tersendiri karena upaya para guru besar melalui kegiatan olahraga tersebut mendapat respons positif.
Bagi Prof. Marselina, dukungan masyarakat memberikan makna lebih pada setiap langkah yang ditempuh. Keberhasilannya bukan hanya tentang menyelesaikan lintasan, tetapi juga tentang kesempatan untuk memberikan manfaat bagi mahasiswa dan institusi.
Melalui komunitas GB Fit, Prof. Marselina bersama para Guru Besar ITB turut mendukung penggalangan Dana Lestari yang ditujukan bagi keberlanjutan pendidikan, khususnya melalui penyediaan beasiswa mahasiswa.
Ia mengatakan bahwa keterlibatannya dalam ultramaraton bukan semata-mata untuk mencapai target pribadi. Terdapat tujuan yang lebih luas, yakni mengajak alumni, sivitas akademika, dan masyarakat untuk bersama-sama mendukung kebutuhan pendidikan.
“Dana ini tidak digunakan untuk keperluan pribadi, tetapi untuk keperluan ITB dan mahasiswa. Saya sangat berharap ada keterlibatan semua pihak untuk mendukung kegiatan GB Fit dan ITB dalam mengumpulkan dana sebesar-besarnya bagi kebutuhan pendidikan di Indonesia,” ujarnya.
Prof. Marselina juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah memberikan dukungan pada penyelenggaraan sebelumnya. Ia berharap semangat kepedulian tersebut terus tumbuh dan semakin banyak pihak yang ikut berkontribusi pada tahun ini.
Masyarakat, alumni, dan sivitas akademika yang ingin turut mendukung perjuangan Prof. Marselina bersama para Guru Besar ITB dapat menyalurkan donasi melalui laman resmi Inspirasi Berbagi ITB di https://inspirasiberbagi.itb.ac.id/gbfitberlari. Setiap kontribusi yang diberikan menjadi bagian dari upaya bersama memperkuat Dana Lestari ITB untuk mendukung keberlanjutan beasiswa bagi mahasiswa. (Pun)***


Komentar