KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – PT BYD Motor Indonesia terus memperluas akses masyarakat terhadap kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) melalui pengembangan teknologi kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) dan Dual Mode (DM).
Setelah tampil di GIIAS 2026 Jakarta dan Surabaya, BYD kini menghadirkan rangkaian kendaraan, teknologi, serta pengalaman berkendara lebih dekat dengan masyarakat Jawa Barat melalui GIIAS Bandung 2026 yang berlangsung 9-13 September 2026 di Sudirman Grand Ballroom, Bandung.
Jawa Barat menjadi salah satu pasar otomotif penting bagi BYD. Sejak pertama hadir di Indonesia pada 2024 hingga Juli 2026, BYD mencatat penjualan kumulatif lebih dari 12.000 unit di Jawa Barat, dengan kontribusi lebih dari 36 persen terhadap pasar kendaraan listrik di provinsi tersebut.
Pertumbuhan tersebut turut didukung ekspansi jaringan BYD Group di Jawa Barat. Saat ini terdapat 20 diler yang telah beroperasi, dengan jumlah yang ditargetkan bertambah menjadi 31 lokasi.
Kehadiran BYD di Bandung tahun ini juga berlangsung tak lama setelah perusahaan meresmikan fasilitas manufaktur kendaraan energi baru pertamanya di Indonesia yang berlokasi di Subang, Jawa Barat, pada 3 September 2026.
Fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 150.000 kendaraan per tahun. Peresmian pabrik sekaligus menandai babak baru perjalanan BYD di Indonesia, dari perusahaan yang menghadirkan kendaraan energi baru bagi konsumen menjadi bagian dari penguatan industri manufaktur otomotif nasional.
Momentum tersebut ditandai dengan roll-off BYD M6 DM sebagai unit BYD ke-100.000 yang diproduksi secara lokal.
Penguatan produksi di dalam negeri juga berjalan seiring dengan peningkatan kandungan lokal serta pengembangan berbagai elemen pendukung industri. Dengan demikian, kehadiran BYD di Indonesia tidak hanya berkaitan dengan penjualan kendaraan, tetapi juga semakin terhubung dengan perkembangan industri otomotif nasional.
“Jawa Barat merupakan salah satu wilayah yang sangat penting bagi BYD di Indonesia. Dengan lebih dari 12.000 kendaraan BYD yang telah hadir di Jawa Barat, kami melihat bagaimana masyarakat di wilayah ini semakin terbuka terhadap teknologi kendaraan energi baru,” ujar Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao.
“Kehadiran kami di GIIAS Bandung menjadi kesempatan untuk membawa perkembangan tersebut lebih dekat kepada masyarakat, tidak hanya melalui produk dan teknologi, tetapi juga melalui cerita tentang bagaimana BYD terus memperkuat kehadirannya di Indonesia. Dengan fasilitas manufaktur kami di Subang yang kini telah resmi beroperasi, kami semakin dekat dengan konsumen di Jawa Barat sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam perjalanan lokalisasi BYD secara global. Melalui pilihan EV dan DM, kami ingin memberikan pengalaman berkendara yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter mobilitas masyarakat,” lanjutnya.
Sejalan dengan perkembangan tersebut, BYD terus menawarkan pilihan teknologi yang dapat menyesuaikan dengan beragam kebutuhan mobilitas, mulai dari penggunaan sehari-hari di perkotaan hingga perjalanan bersama keluarga.
Melalui teknologi EV dan DM, konsumen dapat memilih pendekatan elektrifikasi sesuai karakter penggunaan masing-masing. Secara nasional, BYD mencatat penjualan 40.700 unit sepanjang Januari-Agustus 2026 atau setara 37 persen pangsa pasar EV nasional.
Salah satu lini yang terus dikembangkan adalah keluarga BYD M6. Sejak diperkenalkan pada 2024, BYD M6 telah menjadi pilihan lebih dari 28.000 keluarga di Indonesia untuk berbagai kebutuhan mobilitas, mulai dari aktivitas sehari-hari hingga perjalanan keluarga dan antarkota.
Pilihan tersebut kemudian diperluas melalui kehadiran BYD M6 DM pada Mei 2026. Model ini melengkapi BYD M6 yang sebelumnya hadir dengan teknologi full electric.
Dengan demikian, konsumen kini memiliki dua pilihan teknologi dalam satu keluarga produk. BYD M6 EV menawarkan pengalaman berkendara sepenuhnya menggunakan tenaga listrik, sementara BYD M6 DM mengusung pendekatan Electric-First dengan fleksibilitas penggunaan tenaga listrik dan bahan bakar.
BYD M6 DM menggunakan motor listrik sebagai sumber penggerak utama dengan dukungan mesin berbahan bakar ketika diperlukan. Teknologi tersebut memberikan fleksibilitas untuk penggunaan harian di perkotaan maupun perjalanan dengan jarak lebih jauh.
Setelah diluncurkan, BYD M6 DM mendapat respons positif dari masyarakat. Pada Juli 2026, model tersebut meraih penghargaan “The Most Inspiring PHEV of the Year 2026”. Sebelumnya, BYD M6 juga menerima sejumlah penghargaan, di antaranya Car of the Year 2024, Best Family EV 2025, dan First EV Recommendation 2025.
Dari sisi penjualan, BYD M6 DM juga tercatat memimpin segmen DM selama tiga bulan berturut-turut.
“Perjalanan M6 bersama lebih dari 28.000 keluarga di Indonesia menunjukkan bahwa kebutuhan konsumen terhadap kendaraan elektrifikasi terus berkembang. Kehadiran M6 DM merupakan bagian dari bagaimana kami mendengarkan kebutuhan tersebut dan menghadirkan pilihan teknologi yang lebih fleksibel,” kata Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan.
“Kami ingin keluarga Indonesia dapat menikmati pengalaman berkendara seperti EV namun dengan fleksibilitas untuk perjalanan yang lebih jauh. Bagi kami, teknologi bukan hanya tentang inovasi, tetapi bagaimana hal tersebut dapat memberikan manfaat yang nyata dan relevan bagi masyarakat,” lanjutnya.
Pengembangan keluarga M6 juga berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan produksi lokal BYD. BYD M6 EV generasi terbaru yang dihadirkan di Indonesia kini telah diproduksi sepenuhnya di dalam negeri.
Pada varian Standar, kendaraan tersebut memiliki kapasitas baterai yang lebih besar dengan jarak tempuh hingga 450 kilometer. Mobil ini juga menawarkan tenaga maksimal 150 kW, torsi 310 Nm, serta akselerasi 0-100 km/jam dalam 7,9 detik.
Kehadiran M6 EV produksi lokal menjadi salah satu gambaran semakin kuatnya keterkaitan antara teknologi kendaraan yang digunakan konsumen dengan perkembangan manufaktur kendaraan energi baru di Indonesia.
Dalam GIIAS Bandung 2026, BYD mengusung tema “Green Future, Smart Emotion”. Melalui tema tersebut, BYD menghadirkan pengalaman yang memadukan teknologi, interaksi, serta kesempatan bagi pengunjung untuk mengenal lebih dekat berbagai pilihan mobilitas yang tersedia.
Pada area display, BYD menghadirkan M6 EV 2026, M6 DM Cross Advance, M6 DM Classic Dynamic, serta ATTO 1 2026. Pengunjung juga dapat mengikuti sesi test drive yang menghadirkan M6 EV 2026, M6 DM Cross Advance, dan ATTO 1 2026 Standard.
Selain pameran dan test drive, BYD menyiapkan sejumlah kegiatan interaktif, seperti BYD Student Day “Build Your Day” yang ditujukan bagi generasi muda untuk mengenal lebih jauh teknologi dan produk BYD.
Bagi komunitas dan pemilik kendaraan, BYD Community Connect: Meet the BYD IHT menjadi ruang untuk berinteraksi langsung dengan tenaga ahli BYD dan memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai teknologi serta produk yang ditawarkan.
BYD juga menghadirkan e-Motion Dialogue untuk membahas perkembangan kendaraan energi baru dan peran teknologi dalam menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat. Sementara Homeless Media Visit dan KOL Visit memberikan kesempatan kepada media serta key opinion leaders untuk mengeksplorasi produk dan teknologi BYD secara lebih mendalam.
Berbagai aktivitas lain, seperti BYD Exploration Challenge dan The Ultimate Quiz, turut melengkapi pengalaman pengunjung selama berada di area BYD.
Peresmian fasilitas manufaktur BYD di Subang turut memberikan konteks baru bagi perkembangan perusahaan di Indonesia. Setelah membangun basis konsumen dan jaringan layanan, BYD kini memperkuat kemampuan produksi kendaraan di dalam negeri.
Perusahaan juga mempersiapkan peningkatan kandungan lokal hingga 60 persen mulai Januari 2027 serta pengembangan fasilitas yang mencakup manufaktur baterai.
Langkah tersebut memperluas keterlibatan BYD dalam industri otomotif Indonesia, mulai dari produksi kendaraan hingga pengembangan rantai pasok dan sumber daya manusia.
Bagi masyarakat Jawa Barat, keberadaan fasilitas manufaktur di Subang memiliki kedekatan tersendiri. Berada di provinsi yang sama dengan Bandung, fasilitas tersebut menjadi bagian dari perkembangan industri yang semakin dekat dengan kehidupan masyarakat Jawa Barat.
Kendaraan BYD yang kini diproduksi di wilayah tersebut juga menunjukkan semakin eratnya hubungan antara teknologi yang digunakan konsumen dengan kemampuan industri otomotif di Indonesia.
Perkembangan tersebut diperkuat dengan jaringan penjualan dan layanan BYD yang terus diperluas di berbagai wilayah Indonesia. Dukungan jaringan tersebut memungkinkan konsumen melanjutkan pengalaman sejak mengenal dan mencoba kendaraan hingga memperoleh layanan penjualan dan purnajual.
Melalui GIIAS Bandung 2026, BYD tidak hanya menghadirkan kendaraan dan teknologi elektrifikasi, tetapi juga memperkenalkan perkembangan ekosistemnya di Indonesia, mulai dari pilihan teknologi EV dan DM, kendaraan yang diproduksi secara lokal, hingga dukungan layanan bagi konsumen.
Dengan semangat “One Family. More Choices. More Journeys.”, BYD terus memperluas pilihan mobilitas bagi masyarakat sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap perkembangan kendaraan energi baru di Indonesia.***













Komentar