TARGET atlet rangking 1 dunia Tadej Pogacar untuk pertama kali menjuarai grand tour Vuelta a Espana sirna dalam sekejap setelah juara 5 kali Tour de France yang merupakan kapten tim UAE Emirates XRG terjatuh 31 km jelang finis Etape VIII, Sabtu (29/8/2026) di bagian kiri jalan lurus akibat menabrak batu kecil yang membuat sepedanya hilang kendali dan jatuh pada kecepatan tinggi menyebabkan bertabrakan dengan beberapa atlet diantarnya Oscar Onley (Netcompany Ineos), Ben Tulett (Visma Lease a Bike) dan Pavel Sivakov (UAE Emirates XRG).
Pogacar (27) asal Slovenia jatuh dengan bagian muka dan pundak terkena aspal, muka berdarah dan pundak kiri terluka. Pemegang kaus merah pimpinan Vuelta sejak Etape I ini sempat berupaya bangun namun menyadari kondisinya cukup parah. Tim medis yang memerikasnya kemudian memasang penyangga pundak dan memasukan Pogacar ke Ambulance.
Vuelta 2026 sudah berakhir bagi Pogacar yang tampil begitu dominan menguasai kaus merah sejak Etape 1 dan telah merebut 3 kemenangan etape. Setelah pertama kali tampil pada Vuelta 2019 dimenangi Primoz Roglic yang juga asal Slovenia, Pogacar baru tahun ini kembali tampil di Vuelta setelah tujuh tahun absen.
Cedera Pogacar
Dari rilis medis tim dokter di RS Barcelona yang menangani Pogacar, diketahui juara dunia 2025 ini mengalami patah/retak tulang pundak kiri dan retak tulang leher bawah (“fractured C7 Verterbra”) yaitu tulang leher bagian paling bawah. Selain itu juga gegar otak ringan dan luka cukup dalam pada muka dan pundak kiri.
Kini Pogacar tengah menjalani perawatan di RS Barcelona dan belum bisa dioperasi karena ada gegar otak ringan. Jadi harus menunggu pulih untuk menjalani operasi tulang Pundak dan Leher. Diperkirakan Pogacar harus menjalani istirahat cukup lama untuk pemulihan dan diperkirakan tidak bisa tampil pada kejuaraan dunia 2026 akhir September di Montreal, Kanaa.
Dengan kondisi cedera yang dialamai Pogacar akibat kecelakaan pada Etape VIII, menurut Manager tim UAE Emirates XRG, Matxim Fernandez diperkirakan Pogacar harus istirahat dari semua lomba akhir musim 2026.
Enric Mas Kaus Merah
Chaos pada Etape VIII (Pucol – Xeraco 161 km) yang memakan korban Tadej Pogacar “abandon” (mundur) dari Vuelta 2026 hanya 31 km dari finis menyebabkan peloton melaju dengan kecepatan rendah menunggu berita kabar mengenai Pogacar dan beberapa lainnya yang kecelakaan.

Setelah diketahui Pogacar tak bisa meneruskan lomba, kecepatan mulai ditingkatkan pada rute menanjak sebelum jalan kembali menurun menuju finis, peloton jelas tidak punya “mood” dengan musibah yang menerpa pemegang kaus merah. Sementara seluruh tim UAE Emirates (7 atlet) pendukung Tadej Pogacar tertinggal sekitar 10 menit karena menunggu Pogacar saat kecelakaan, mereka meneruskan lomba hingga finis satu grup.
Peloton nyaris terus menjadi satu hingga pada 5 km menuju finis, dan kecepatan terus meningkat semakin cepat pada 2 km terakhir. Kecepatan tinggi yang dipacu peloton pada “situasi” ini untuk adu sprint finis massal kembali menyebabkan tabrakan massal 300 m dari finis akibat saling senggol kecepatan tinggi.
Sementara kelompok kecil yang lolos dari insiden tabrakan, terlibat duel sprint ketat dimenangi sprinter kawakan Prancis, Bryan Coquard (34) tim Cofidis, unggul amat tipis atas Mads Pedersen (LiDL Trek/Denmark) di urutan kedua dan Jordi Meus (Red Bull Bora/Belgia) ketiga. Bagi Coquard, sukses memenangi etape “grand tour” baru pertama kali ini diraihnya pada Vuelta a espana.
Dengan terhentinya Pogacar akibat kecelakaan, pimpinan klasemen (kaus merah) setelah Etape VIII kini dipegang rangking kedua klasemen Enric Mas (Movistar/Spanyol), diikuti kedua juara 4 kali Vuelta, Primoz Roglic (Red Bull Bora/Slovenia) + 1 menit.
Pada upacara podium, Enric Mas atlet tuan runah yang kini menjadi pimpinan klasemrn. Menolak memakai kaus merah karena menghormati Tadej Pogacar yang terhenti sebgai pemegang kaus merah akibat musibah kecelakaan. Dia hanya memegang jerseh merahitu st
“Saya menolak memakai kaus merah di podium karena Pogacar pemegang kaus merah kecelakaan, ini untuk menghormatinya,” ungkap Mas (31).
Minggu (30/8/2026) Etape IX menempuh rute tanjakan berat 187 km (La Vila Joiosa – Alto de Aitana), etape ini akan jadi persaingan ketat berimbang karena Pogacar sudah terhenti. Lomba menjadi seru dan ketat antara para unggulan lainnya kekuatan merata.
Enric Mas yang belum pernah jadi juara dirumah sendiri menjadi harapan Spanyol, melawan Felix Gall (Decathlon), juara 4 kali Vuelta, Primoz Roglic (Red Bull Bora) dan Sepp Kuss (Visma Lease a Bike) juara Vuielta 2023.
Klasemen Vuelta 2026 s.d. Etape VIII
- Enric Mas (Movistar/Spanyol) 23:23.33
- Primoz Roglic (Red Bull Bora/Slovenia) + 1 menit
- Felix Gall (Decathlon/Austria) + 1 menit 11 dtk.
- Sepp Kuss (Visma Lease a Bike/AS) + 2 menit 15 dtk.
- Oscar Onley (Netcompany – Ineos/Inggris) + 2 menit 16 dtk. (Bambang Kunthady)***












Komentar