TADEJ Pogacar mencatatkan prestasi bersejarah, mencetak “hattrick” tiga kali beruntun menjuarai lomba klasik terkemuka Liege – Bastonge – Liege (2024, 2025, 2026) di Belgia Minggu (26/4/2026).
Namun untuk mencapai kemenangan yang ketiga kalinya, Pogacar (28) andalan tim UAE Emirates XRG asal Slovenia ini harus bekerja “extra” keras untuk mengalahkan bintang remaja Prancis yang tengah naik daun Paul Seixas (19).
“Saya harus tampil ekstra maksimal karena Paul amat tangguh, 34 km terakhir di tanjakan Cote de la Redoute (1,6 km), semua pembalap sudah tertinggal, tapi dia masih terus menempel, saya sudah maksimal mengerahkan segenap tenaga tapi gagal hingga puncak pendakian. Kita berdua terus bersaing ketat hingga jalan menurun kemudian datar. Pada kondisi ini, pada benak saya, yang tersirat siap-siap harus adu sprint di garis finis bila situasi ini tak berubah,” tutur Pogacar.
Namun setelah 20 km melaju berdua, meninggalkan hampir 2 menit para pembalap tangguh lainnya termasuk juara Olimpiade Paris 2924 Remco Evenepoel, Pogacar dan Seixas menghadapi tanjakan terakhir Cote de la Roche sepanjang 1,2 km dengan sisa jarak ke finis 13 km lagi.
“Di tanjakan terakhir ini saya coba akselerasi lagi, berupaya menggoyahkan Paul, di awalnya dia masih bertahan, namun kecepatan terus saya pertahankan, ekstra keras sehingga akhirnya saya bisa bernapas lega, bisa meninggalkanya dan terus melaju hingga finis sendirian,” ujar Pogacar.
Seixas menyusul finis kedua juga sendirian terpaut 45 detik. Sementara peloton para pembalap tangguh lainnya lainnya menyusul tiba 1 menit 42 detik kemudian. Adu sprint untuk podium ketiga dimenangi oleh Remco Evenepoel (Red Bull Bora Hansgrohe/Belgia).
“Kemampuan Paul Seixas di usianya yang masih 19 tahun sungguh impresif, sangat sulit mengalahkannya di tanjakan. Anak muda ini amat tangguh,” ungkap Pogacar yang memuji talenta yang dimiliki Paul Seixas.
Pada Liege – Bastogne – Liege ke-112/2026 ini, Tadej Pogacar yang tampil untuk kelima kalinya di lomba klasik prestisius ini, pada jerseynya memakai pita hitam di lengan kirinya sebagai tanda berkabung atas rekan setimnya di UAE Emirates XRG Christian Munoz yang meninggal beberapa hari sebelumnya akibat infeksi yang diderita pada kakinya setelah terjatuh saat mengikuti lomba.
Saat melintasi finis Pogacar menunjuk jarinya ke atas mendedikasikan kemenanganya untuk almarhum Christian Munoz.
Evenepoel Sempat Break Away
Pada awal lomba sejauh 260 km ini, Remco Evenepoel yang juga unggulan sempat lolos “break away” ketika lomba baru berjalan 50 km bersama puluhan pembalap lainnya dan sempat bertahan hingga 140 km, namun karena kurang kerja sama akhirnya tersusul pada 50 km terakhir oleh peloton yang dipimpin Pogacar dan Seixas sehingga “break away” ini akhirnya gagal.
Hasil Liege -Bastogne – Liege 2026 (260 km):
- Tadej Pogacar (UAE Emirates XRG/Slovenia) 5:50:28
- Paul Seixas (Decathlon CMA CGM/Prancis) + 45 dtk.
- Remco Evenepoel (Red Bull Bora/Belgia) + 1 menit 42 dtk.

Hasil Liege – Bastogne – Liege (Putri) 156 km:
- Demi Vollering (FDJ United/Belanda) 4:10:22
- Puck Pieterse (Fenix/Belanda) + 1 menit 29 dtk.
- Kasia Niewiadoma (Canyon Sram/Polandia) + 1 menit 29 dtk. (Bambang Kunthady)***













Komentar