KABUPATEN BANDUNG BARAT (TUGUBANDUNG.ID) – Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda, PT PLN (Persero) UPT Bandung UIT JBT bersama Filantra dan CV Hidtech mengambil langkah strategis dalam mempercepat transisi energi bersih di sektor pendidikan vokasi.
Melalui peluncuran Program TJSL Konversi Kendaraan Listrik di SMK Cendekia Batujajar, Bandung Barat, kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas generasi muda agar siap bersaing di era kendaraan listrik yang semakin berkembang.
Program ini diwujudkan melalui pelatihan intensif konversi energi kendaraan listrik yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi siswa dan tenaga pendidik. Para peserta dibekali pemahaman mengenai teknologi kendaraan listrik, pengoperasian komponen utama, hingga proses konversi motor berbahan bakar bensin menjadi bertenaga listrik.
Dengan pendekatan berbasis praktik, kegiatan ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi siswa untuk memahami teknologi otomotif masa depan.
Sebanyak 20 peserta yang terdiri dari guru, toolman, dan siswa kelas XII mengikuti kegiatan pelatihan tersebut. Selain pemaparan teori, peserta juga mendapat kesempatan melakukan praktik langsung yang dipandu tenaga ahli, sehingga dapat mengoptimalkan pemahaman teknis mereka dalam bidang konversi kendaraan listrik.
Senior Manager KKU PLN UPT Bandung, Firdaus M. Nur, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen PLN melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang memiliki tiga pilar utama.
“Dalam program TJSL ini, kami memiliki tiga pilar, yaitu pilar pendidikan, lingkungan, dan pemberdayaan usaha kecil menengah. Program di SMK Cendekia Batujajar ini termasuk dalam pilar pendidikan, sekaligus menjadi langkah kami untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Dukungan dari dunia pendidikan dan masyarakat sangat dibutuhkan agar ekosistem kendaraan listrik ini bisa semakin matang,” ujarnya kepada Tim Inspira, Senin (20/10/2025).
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ecep Jaja Miharja, turut menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang dilakukan PLN dan mitra dalam mendukung pendidikan vokasi.
“Kami dari Dinas Pendidikan tentu sangat mengapresiasi setinggi-tingginya program ini. Bahkan, kami ingin mengajak lebih banyak lagi pihak seperti Filantra maupun dunia industri lainnya untuk turut mendukung dunia pendidikan. Sebab, pendidikan sejatinya adalah wadah untuk melatih sumber daya manusia, dan sumber daya manusia inilah yang menjadi penggerak di semua bidang,” ungkapnya.
Di sisi lain, Kepala SMK Cendekia Batujajar, Nurjaman Hidayatulloh, menyebut keberadaan bengkel sepeda dan motor listrik di sekolahnya menjadi solusi nyata bagi masyarakat.
“Kehadiran bengkel sepeda dan motor listrik ini pada dasarnya ditujukan untuk membantu masyarakat sekitar. Banyak warga yang sudah memiliki kendaraan listrik tetapi kesulitan mencari bengkel. Maka, keberadaan bengkel ini menjadi solusi terbaik, baik bagi sekolah kami maupun masyarakat sekitar untuk memperbaiki kendaraan listriknya,” ujarnya.
Sebelumnya, PLN bersama Filantra juga telah melakukan renovasi ruang kelas dan bengkel praktik di SMK Cendekia Batujajar menjadi Teaching Factory, sebagai wujud nyata dukungan terhadap pengembangan pendidikan vokasi. Melalui program ini, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar teori, tetapi juga pusat penerapan teknologi kendaraan listrik bagi siswa dan masyarakat.
Dengan kolaborasi lintas sektor ini, SMK Cendekia Batujajar diharapkan dapat menjadi percontohan dalam pengembangan ekosistem pendidikan vokasi berbasis energi baru terbarukan di Jawa Barat.***












Komentar