KABUPATEN GARUT (TUGUBANDUNG.ID) – Tim dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan (FISIP Unpas) melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berupa pelatihan komunikasi asertif bagi santri kelas 1 Aliyah di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan komunikasi santri guna mendukung kesehatan mental serta kualitas interaksi sosial di lingkungan pesantren.
Program yang dipimpin Rahmi Aini, M.Psi., M.I.Kom., Psikolog, bersama anggota tim Trias Pyrenia Iskandar, M.I.Kom., serta dua mahasiswa Ilmu Komunikasi Unpas, dilaksanakan 28 Januari 2026. Kegiatan ini menyasar santri usia 15–16 tahun yang berada pada fase perkembangan remaja awal dan menghadapi dinamika sosial yang cukup kompleks dalam kehidupan asrama.
Rahmi Aini menjelaskan, pelatihan tersebut dilakukan karena masih banyak santri yang mengalami kesulitan mengekspresikan pendapat, menolak tekanan sosial secara sopan, serta menyampaikan kebutuhan pribadi secara konstruktif. Kondisi tersebut berpotensi memicu stres interpersonal dan memengaruhi kesehatan mental santri jika tidak ditangani dengan baik.
Program pelatihan dilaksanakan melalui workshop interaktif yang mencakup tiga tahap utama, yakni psikoedukasi mengenai gaya komunikasi dan kesehatan mental, pelatihan teknik komunikasi asertif seperti penggunaan metode I-Message dan teknik penolakan sopan, serta praktik melalui simulasi dan role-play berbasis situasi nyata di lingkungan pesantren.
Melalui metode tersebut, para santri dilatih untuk menyampaikan pendapat, perasaan, dan kebutuhan secara jelas namun tetap santun sesuai dengan nilai-nilai adab pesantren. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman santri mengenai perbedaan komunikasi pasif, agresif, dan asertif, serta meningkatnya kepercayaan diri dalam menghadapi konflik sosial ringan dan tekanan teman sebaya.
Selain meningkatkan keterampilan komunikasi santri, program ini juga menghasilkan beberapa luaran akademik dan publikasi, antara lain artikel ilmiah pada jurnal nasional ber-ISSN, publikasi di media massa, video dokumentasi kegiatan, serta modul pelatihan komunikasi asertif yang dapat digunakan secara berkelanjutan oleh pembina pesantren.
Program PKM ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan pesantren yang lebih sehat, harmonis, dan produktif, sekaligus membekali santri dengan keterampilan komunikasi yang bermanfaat dalam kehidupan sosial maupun akademik mereka di masa depan. ***







Komentar