KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Rangkaian Festival Seni dan Budaya Tamansari 2026 turut dimeriahkan dengan lomba memasak bertema Hasil Buruan SAE yang digekar di Taman Cascade Sungai Cikapundung, Sabtu 15 Agustus 2026.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kreativitas kuliner bagi warga, tetapi juga mendorong pemanfaatan hasil tanaman yang tersedia di lingkungan sekitar.
Salah satu kelompok peserta lomba, Srikandi Rancage, yang berhasil meraih juara pertama dalam lomba tersebut berasal dari warga RW 11 Rumah Deret, Tamansari.
Bersama kelompoknya, ia mengolah sejumlah bahan menjadi hidangan yang sederhana namun kaya cita rasa, yaitu ayam serundeng, tumis kangkung, serta tempe goreng berbumbu.
Dalam proses memasak, kekompakan menjadi salah satu kunci utama kelompok tersebut. Seluruh anggota terlibat secara bersama-sama, mulai dari menentukan menu hingga mempersiapkan kebutuhan memasak.
“Bareng-bareng, kerja sama,” ujar salah seorang anggota kelompok saat menceritakan proses memasak dalam lomba.
Tidak hanya proses memasak yang dilakukan secara bersama, ide menu dan sistem belanja bahan juga ditentukan melalui kesepakatan kelompok. Menariknya, sebagian bahan dan bumbu yang digunakan tidak sepenuhnya diperoleh dengan membeli.
Kelompok tersebut memanfaatkan hasil tanaman yang mereka budidayakan di rooftop lantai 7 Rumah Deret. Beberapa bumbu yang digunakan dalam masakan berasal dari hasil kebun tersebut, sementara sayur-sayuran juga telah disediakan untuk kebutuhan lomba.
“Kalau bumbu-bumbu kita nanem. Kita kan di lantai 7, ada rooftop. Jadi hasil itu yang digunakan, jadi nggak semua beli,” jelasnya.
Pemanfaatan hasil kebun tersebut menjadi salah satu nilai menarik dalam lomba memasak Hasil Buruan SAE. Selain menghasilkan hidangan, kegiatan ini menunjukkan bagaimana lingkungan sekitar dapat dimanfaatkan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangan sekaligus mendukung kebiasaan bercocok tanam di kawasan permukiman.
Lomba memasak Hasil Buruan SAE dalam Festival Seni dan Budaya Tamansari 2026 menjadi gambaran bahwa kegiatan budaya dapat dikemas melalui aktivitas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Melalui semangat gotong royong, pemanfaatan hasil kebun, serta kreativitas dalam mengolah makanan, kegiatan ini turut memperkuat kebersamaan warga sekaligus memperkenalkan potensi lokal yang ada di lingkungan Tamansari.***









Komentar