Lewat D-Crex 2025, Siswa DHIS Secondary Lodaya Belajar Kreativitas dan Kewirausahaan Sejak Dini

‎KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) -Dalam upaya menumbuhkan semangat kewirausahaan dan kreativitas di kalangan pelajar, Darul Hikam Integrated School (DHIS) Secondary Lodaya kembali menggelar acara tahunan bertajuk Darul Hikam Creative Entrepreneurship Experience (D-CREX) 2025.

‎Ajang ini menjadi wadah bagi para siswa untuk belajar, berkompetisi, sekaligus mempraktikkan nilai-nilai kewirausahaan sejak usia remaja.

‎Ketua D-Crex 2025, Anton Eko Widianto, menyampaikan bahwa tahun ini menghadirkan empat kategori lomba: Kemasan Ramah Lingkungan dan Desain Poster untuk tingkat SD, serta Foodpreneur dan Desain Logo untuk tingkat SMP. Seluruh kegiatan berfokus pada bagaimana ide kreatif dapat diwujudkan menjadi solusi nyata dalam kehidupan sehari-hari.

‎“Ada empat kompetisi yang berlangsung hari ini: dua untuk siswa tingkat SD dan dua untuk siswa tingkat SMP. Untuk tingkat SD, kami memiliki kompetisi kemasan ramah lingkungan dan desain poster, sementara untuk tingkat SMP, kami memiliki kompetisi foodpreneur dan desain logo,” ujar Anton saat ditemui di Kampus DHIS Secondary Lodaya, Jl. Sancang, Kota Bandung, pada Sabtu (01/11/2025).

‎Lebih lanjut, Anton menjelaskan bahwa D-Crex 2025 merupakan bagian dari komitmen sekolah untuk memfasilitasi potensi siswa agar mampu berpikir kritis dan solutif yang mempertemukan semua siswa dari berbagai tingkat di Kota Bandung.

‎“Kami mengundang banyak siswa dari wilayah Bandung untuk bergabung dalam kompetisi yang bertemakan kewirausahaan, karena sekolah kami fokus pada kewirausahaan. Ada empat kompetisi yang berlangsung hari ini: dua untuk siswa tingkat SD dan dua untuk siswa tingkat SMP,” jelasnya.

‎Lebih dari sekadar kompetisi, D-Crex menjadi sarana pembelajaran yang menanamkan pemahaman bahwa entrepreneurship bukan hanya soal bisnis, tapi juga tentang cara berpikir dan berkontribusi bagi masyarakat.

‎“Semua ini tentang bagaimana mengubah ide menjadi aksi, karena kewirausahaan bukan hanya tentang memulai bisnis, tetapi juga tentang menemukan ide, mencari solusi, dan menerapkannya dalam kehidupan nyata,” tutur Anton.

‎Selain itu, DHIS Secondary Lodaya juga menjadikan D-Crex sebagai ruang untuk memperkuat budaya berbahasa Inggris di lingkungan sekolah.

‎“Kami juga ingin mempromosikan lingkungan berbahasa Inggris, karena sekolah kami menggunakan bahasa Inggris sebagai kebiasaan dan kami berlatih bahasa Inggris setiap hari. Kami mempersiapkan siswa untuk masa depan,” ujarnya menambahkan.

‎Anton juga menyampaikan pesan inspiratif kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi. Ia menekankan pentingnya proses belajar dan keberanian untuk terus mencoba.

‎“Untuk semua peserta, jika kalian menang, selamat! Saya harap ini bisa menambah rasa percaya diri kalian dan saya akan sangat senang jika kalian bisa bergabung lagi di acara kami tahun depan. Dan untuk yang tidak menang, tidak apa-apa. Itu bukan akhir dari segalanya. Setidaknya kalian sudah berpartisipasi, belajar banyak hal, bertemu orang baru, dan berbagi ide,” katanya.

‎Anton juga menyampaikan harapannya agar seluruh siswa dapat terus mengembangkan potensi dan menjadi bagian dari generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan kreativitas dan tanggung jawab.

‎Melalui D-Crex 2025, DHIS Secondary Lodaya menegaskan posisinya sebagai sekolah yang tidak hanya menekankan prestasi akademik, tetapi juga berfokus pada pembentukan karakter, kepemimpinan, dan semangat inovasi siswa agar mampu menjadi pelajar berdaya saing global.

‎“Dunia ini penuh dengan banyak hal yang harus kita pelajari. DHIS Secondary Lodaya adalah salah satu tempat terbaik untuk belajar di masa depan. Saya harap kalian menikmati acara ini, dan saya akan melihat kalian lagi di D-Crex tahun depan,” tutupnya.***

Komentar