KABUPATEN BANDUNG BARAT (TUGUBANDUNG.ID) – Pesantren Sains dan Teknologi Darul Hikam Bandung kembali menggelar Festival Literasi Saintek 2026 sebagai komitmen nyata dalam meningkatkan budaya membaca dan riset di kalangan pelajar. Perhelatan tahun kedua ini mencatat lonjakan partisipasi yang signifikan dengan kehadiran ratusan peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.
Mudir Pesantren Sains dan Teknologi Darul Hikam, Andi Rustandi, menyampaikan bahwa acara ini merupakan ikhtiar pesantren untuk memperbaiki peringkat literasi Indonesia di mata dunia.
“Festival Literasi 2026 Pesantren Saintek ini salah satunya adalah ingin menciptakan budaya membaca dan belajar sepanjang hayat,” ujarnya saat ditemui di Pesantren Saintek Darul Hikam, Dago Giri, Kota Bandung, pada Rabu, (11/02/2026).
Ia menambahkan bahwa upaya ini krusial mengingat posisi Indonesia dalam studi PISA masih memerlukan peningkatan besar dalam budaya membaca.
Festival tahun ini tampil berbeda dengan menonjolkan identitas institusi yang telah bertransformasi menjadi pesantren berbasis sains. Ketua Pelaksana Festival Literasi Saintek 2026, Dian Amalia, menjelaskan adanya inovasi berupa Science & Technology Stand yang memamerkan hasil riset santri di bidang Kimia, Biologi, hingga Geografi.
“Tahun ini kita membuka stand sains dan teknologi, di mana di sini kami menampilkan proyek-proyek dan juga riset-riset yang sudah dikerjakan oleh anak-anak,” jelas Dian.
Antusiasme peserta terlihat dari cakupan asal sekolah yang meluas hingga tingkat nasional, mencakup wilayah Jawa Barat, Surabaya, Medan, hingga Bukittinggi. Total peserta mencapai 326 siswa dari lebih dari 50 sekolah SD dan SMP. Mereka berkompetisi dalam berbagai cabang seperti Olimpiade PAI, Tahfiz Quran, serta lomba esai dan pidato yang mengintegrasikan sains dengan nilai-nilai Islam.
Andi juga menekankan bahwa visi utama dari kegiatan ini adalah mencetak generasi cendekia yang mampu menghubungkan ilmu pengetahuan umum dengan Al-Qur’an.
“Oleh sebab itu, kepada peserta lomba Festival Literasi 2026 ini, mari kita bersama-sama mengharumkan nama Islam, mengharumkan agama kita untuk kemajuan bangsa yang lebih baik lagi,” pesan Andi.
Menutup rangkaian acara, Dian Amalia memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta yang telah berani berkompetisi.
“Kalian sudah hebat, sudah berani untuk tampil di depan umum dan berkarya. Jangan patah semangat,” tuturnya menyemangati para peserta yang belum berhasil meraih juara.
Melalui penyelenggaraan rutin Festival Literasi Saintek, Pesantren Darul Hikam berharap dapat terus menjadi motor penggerak bagi lahirnya generasi ilmuwan muslim masa depan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual yang berbasis pada Al-Qur’an dan teknologi terbarukan.***













Komentar