Komunitas Reptil Bandung Bangun Kesadaran Masyarakat Lewat Edukasi Satwa

KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Di balik stigma sebagai hewan yang menakutkan dan berbahaya, reptil memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Melalui berbagai kegiatan edukasi, Komunitas Reptil Bandung mengajak masyarakat untuk mengenal reptil lebih dekat agar tumbuh pemahaman dan kepedulian terhadap keberadaannya.

Staf Humas Komunitas Reptil Bandung, Firman mengatakan, komunitas tersebut bergerak di bidang sosial dan edukasi. Edukasi dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai reptil yang masih kerap dikaitkan dengan berbagai mitos dan stigma negatif.

“Reptil memiliki peran penting dalam ekosistem. Salah satunya sebagai predator alami hewan pengerat, seperti tikus. Karena itu, masyarakat perlu memahami keberadaan dan peran reptil di lingkungan,” ujar Firman.

Dalam menjalankan kegiatannya, Komunitas Reptil Bandung mengadakan gathering rutin serta memberikan edukasi kepada sekolah dan berbagai komunitas.

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal berbagai jenis reptil secara lebih dekat sekaligus memperoleh informasi mengenai cara berinteraksi dengan reptil secara aman.

Firman menuturkan, edukasi mengenai reptil juga penting agar masyarakat tidak sembarangan bertindak ketika menemukan reptil di lingkungan sekitar.

Ia pernah mengalami kejadian ketika seorang anak memegang seekor ular tanpa mengetahui bahwa ular tersebut termasuk jenis berbisa.

“Pengalaman itu cukup membuat kami terkejut. Dari situ terlihat bahwa edukasi mengenai reptil memang penting agar masyarakat tidak asal memegang hewan yang ditemui” katanya.

Anggota Komunitas Reptil Bandung, Raisya Nurhaliza menambahkan, masih banyak masyarakat yang belum memahami karakteristik dan jenis reptil. Salah satu anggapan yang kerap ditemui bahwa semua ular berbisa dan membahayakan sehingga masyarakat memilih untuk langsung membunuhnya.

“Tidak semua ular berbisa. Ketika menemukan ular di lingkungan sekitar, masyarakat perlu memahami jenisnya terlebih dahulu dan tidak langsung mengambil tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun hewan tersebut,” ujar Raisya.

Menurut Raisya, kemunculan reptil di kawasan permukiman juga dapat berkaitan dengan perubahan atau kerusakan habitat. Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa reptil merupakan bagian dari ekosistem yang memiliki peran penting dan perlu dijaga keberadaannya.

Melalui kegiatan gathering dan edukasi, Komunitas Reptil Bandung berupaya membangun pemahaman masyarakat bahwa mengenal reptil merupakan langkah awal untuk menumbuhkan kepedulian.

Semangat tersebut sejalan dengan slogan komunitas, “Kenal dan Peduli”, yang mengajak masyarakat untuk memahami reptil sebelum membentuk pandangan atau mengambil tindakan terhadap hewan tersebut.

Kedepannya, Komunitas Reptil Bandung berharap dapat terus berkembang serta memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat. Dengan pengetahuan yang lebih baik, masyarakat diharapkan dapat memandang reptil secara lebih bijak dan turut menjaga keberlangsungan ekosistem di lingkungan sekitar.***

Komentar