KAB. BANDUNG BARAT (TUGUBANDUNG.ID) – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, guru dituntut mampu menyesuaikan metode pembelajaran dengan karakter generasi yang tumbuh bersama gawai dan permainan digital. Menjawab tantangan tersebut, Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pasundan (Unpas) menggelar Program Kemitraan Masyarakat (PkM) bertajuk “Optimalisasi Pembelajaran Melalui Pelatihan dan Pendampingan Gamifikasi Pembelajaran Bagi Guru Madrasah Aliyah Karya Madani pada Era Generasi Pencinta Game.”
Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin, 26 Januari 2026, bertempat di Madrasah Aliyah Karya Madani, Kampung Sindangsari RT 01/01, Desa Ciroyom, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat, menghadirkan pelatihan sekaligus pendampingan bagi para guru untuk mengembangkan model pembelajaran yang lebih inovatif, interaktif, dan sesuai dengan karakter peserta didik masa kini.
Program pengabdian kepada masyarakat ini diketuai Wawan Wartono, S.I.Kom., M.I.Kom., didampingi anggota Teuku Yuliansyah, S.Si., M.I.Kom., serta melibatkan dua mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Zadharul Imdad dan Ziqra Adhi Hamzah, sebagai bagian dari implementasi pembelajaran kolaboratif antara dosen dan mahasiswa.
Ketua pelaksana, Wawan Wartono, mengatakan bahwa kecenderungan siswa menghabiskan waktu dengan permainan digital tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman semata. Sebaliknya, kondisi tersebut dapat menjadi peluang bagi guru untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik melalui pendekatan gamifikasi.
“Anak-anak sekarang sangat akrab dengan dunia game. Tugas guru bukan melarang mereka menyukai game, melainkan mengadopsi unsur-unsur positif dari permainan untuk meningkatkan motivasi belajar. Ketika belajar dirancang layaknya sebuah tantangan yang menyenangkan, siswa akan lebih antusias mengikuti proses pembelajaran,” ujarnya.
Menurut Wawan, gamifikasi bukan berarti membawa permainan ke dalam kelas, melainkan memanfaatkan mekanisme permainan seperti poin, level, badge, misi, leaderboard, dan sistem penghargaan sebagai strategi pedagogis yang mampu meningkatkan partisipasi serta keterlibatan siswa dalam proses belajar. Pendekatan tersebut juga telah banyak didukung hasil penelitian yang menunjukkan peningkatan motivasi dan hasil belajar peserta didik.

Selama pelatihan, guru tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual mengenai gamifikasi, tetapi juga dilatih menyusun perangkat pembelajaran berbasis gamifikasi. Melalui sesi workshop dan pendampingan, peserta dibimbing menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), hingga sistem poin dan level yang dapat diterapkan sesuai karakter mata pelajaran masing-masing.
Anggota tim pelaksana, Teuku Yuliansyah, menilai inovasi pembelajaran harus dibangun secara berkelanjutan agar mampu menjawab perubahan perilaku belajar generasi digital.
“Guru memegang peran penting dalam menciptakan suasana belajar yang relevan dengan perkembangan zaman. Pendampingan seperti ini diharapkan memberi kepercayaan diri kepada guru untuk terus berinovasi dalam proses pembelajaran,” katanya.
Selain meningkatkan kompetensi guru, kegiatan ini juga menjadi sarana transfer ilmu pengetahuan dari perguruan tinggi kepada masyarakat. Melalui kolaborasi tersebut, FISIP Unpas berharap lahir perangkat pembelajaran berbasis gamifikasi yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan madrasah.
Program ini menargetkan setiap guru peserta mampu menghasilkan sedikitnya satu perangkat ajar berbasis gamifikasi, sekaligus membentuk kelas percontohan yang dapat menjadi model bagi guru lainnya. Luaran kegiatan juga mencakup penyusunan modul pelatihan, perangkat ajar, dokumentasi video, publikasi media, hingga artikel ilmiah sebagai bentuk diseminasi hasil pengabdian kepada masyarakat.
Kepala MA Karya Madani menyambut baik pelaksanaan program tersebut karena dinilai sejalan dengan kebutuhan sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan karakter peserta didik.
Melalui Program Kemitraan Masyarakat ini, FISIP Universitas Pasundan kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi dunia pendidikan. Sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah diharapkan mampu melahirkan ekosistem pembelajaran yang lebih kreatif, menyenangkan, dan mampu mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan. ***







Komentar