Menu

Mode Gelap

Berita · 15 Nov 2023 14:55 WIB ·

Komplotan Pencuri Modus Pengobatan Alternatif Diringkus Polres Tasikmalaya

 Komplotan pelaku pencurian dengan modus pengobatan alternatif diringkus Polres Tasikmalaya. (Nalendra Sukarya/ Perbesar

Komplotan pelaku pencurian dengan modus pengobatan alternatif diringkus Polres Tasikmalaya. (Nalendra Sukarya/"TUGU BANDUNG.ID").***

KABUPATEN TASIKMALAYA, (TUGU BANDUNG.ID).- Enam pelaku pencurian yang beraksi di tiga lokasi di Kabupaten Tasikmalaya akhirnya ditangkap. Komplotan lintas provinsi yang diamankan itu satu diantaranya perempuan, Rabu (15/11/2023).

Komplotan tersebut seluruhnya ada 11 orang yang biasa beraksi bergantian di setiap lokasinya. Para pelaku beraksi secara berkelompok dengan peran masing-masing.

Komplotan melakukan aksinya pada siang hari, di Desa sukarasa, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (28/11/2023). Dari laporan korban komplotan tersebut akhirnya terungkap.

“Keenam tersangka merupakan komplotan lintas provinsi. Mereka diringkus saat melakukan aksinya di Kecamatan Salawu. Sedangkan lima pelaku lainnya masih buron,” kata Kapolres Tasikmalaya, AKBP Suhardi Hery Haryanto saat gelar perkara di halaman Mako Polres Tasikmalaya.

Dikatakanya, Modus para pelaku, saat melalukan pencurian yakni, mereka datang berkelompok ke rumah warga dengan berpura-pura menawarkan jasa pengobatan alternatif. Selain itu mereka juga menawarkan obat herbal yang diyakini bisa sembuhkan penyakit yang diderita warga.

Pelaku yang perempuan bertugas membujuk dan mengiming-imingi warga untuk mau berobat alternatif yang dilakukan pelaku.

Kebanyakan korban adalah ibu rumah tangga, bahkan yang sudah lanjut usia.

Para korban diminta menuruti pelaku untuk diobati dengan syarat menanggalkan perhiasan emasnya. Korban lengah, pelaku kabur dengan mengambil harta milik korban.

“Salah satu pelalu dari komplotan tersebut menyasar ibu rumah tangga yang sudah lanjut usia.Pada aksinya, salah satu tersangka melakukan pengobatan alternatif, sedang tersangka lainnya masuk ke rumah untuk mengambil barang-barang milik korban,” kata Suhardi.

Para pelaku sudah menjalankan aksinya di tiga diantaranya, lokasi Cibalong, Cikatomas dan Salawu. Pelarianya berakhir saat kendaraan yang ditumpangi pelaku dikejar masa hingga Kecamatan Puspahiang.

Kepada petugas salah pelaku mengakui punya keahlian pengobatan gratis saat jadi buruh bangunan. Dia belajar dari temanya mengobati melalui sistem pijat kaki.

“Saya bisa pijat belajar dari teman saat jadi kjli bangunan di Jawa. Setelah menguasai mencari rekan untuk beraksi,” katanya.

Akibat perbuatan tersebut, para tersangka dijerat pasal 376 KUHP. Ancamannya di atas 5 tahun.

Sementara pelaku sempat dikejar oleh korban bersama warga saat aksinya diketahui korban yang tengah terperdaya untuk berobat alternatif oleh pelaku.***

Artikel ini telah dibaca 40 kali

Baca Lainnya

Puting Beliung Terjang Jatinangor Sumedang, BPBD Langsung Lakukan Asesmen

21 Februari 2024 - 19:53 WIB

Revitalisasi Bahasa Daerah, Tingkatkan Antusiasme Masyarakat Menggunakan Bahasa Ibu.

21 Februari 2024 - 19:19 WIB

AMSI Harapkan Perpres Publishers Rights Dorong Ekosistem Bisnis Media Jadi Lebih Baik

21 Februari 2024 - 18:00 WIB

Cek cok dengan Istri, Pelaku Bacok Adik Ipar Karena Tidak Mau Membantu Meredam Pertengkaran Rumah Tangga

21 Februari 2024 - 16:19 WIB

Kembali, Belum Sepekan Ribuan Botol Miras Ditemukan Di Sebuah Kios Di Kawasan Guntur Garut

21 Februari 2024 - 15:59 WIB

Harga Beras Di Sejumlah Pasar Tradisional Mahal Di Beberapa Swalayan Stok Tidak Ada

21 Februari 2024 - 15:16 WIB

Trending di Berita