KKJB 2025 Kolaborasi Pemdaprov Jabar dan BI Dorong Stabilitas Ekonomi-Budaya Digital

KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat akan menggelar Karya Kreatif Jawa Barat (KKJB) 2025: Sunda Karsa Fest pada 17–20 Juli 2025 di Trans Luxury Hotel Bandung.

Mengusung tema ‘Menjaga Stabilitas Melalui Sinergi Ekosistem Ekonomi Budaya Berbasis Digital’ gelaran ini menjadi upaya strategis dalam memperkuat sektor ekspor, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, dan mengembangkan ekosistem UMKM serta industri kreatif berbasis budaya dan digital.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jabar, Iendra Sofyan menjelaskan KKJB 2025 merupakan sinergi antara Pemdaprov Jabar dan Bank Indonesia dalam menghadapi tantangan global, khususnya pelemahan ekspor ke sejumlah negara tujuan seperti Amerika Serikat.

“KKJB dan WJSEF menjadi sarana kolaboratif untuk kembali mendorong ekspor, khususnya ke negara-negara potensial. Harapannya, kegiatan ini menjadi daya tarik bagi buyer internasional dan menjadikan KKJB sebagai ikon tahunan berskala internasional,” ungkap Iendra dalam kegiatan Bewara Jawa Barat (BEJA) Vol. 16 di Aula Barat Gedung Sate, Senin (14/7/2025).

Iendra menambahkan, selain mendorong transaksi produk unggulan daerah, para pelaku usaha dan pembeli dari luar negeri juga akan melihat potensi pariwisata Jawa Barat yang dapat dikembangkan secara terpadu.

Sementara itu, Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Muslimin Anwar menegaskan bahwa KKJB 2025 adalah respons konkret terhadap dinamika perekonomian global maupun domestik, termasuk tekanan ekspor akibat tarif resiprokal dan geopolitik global, serta potensi pelemahan daya beli dalam negeri.

“KKJB mempertemukan kalangan menengah atas yang masih memiliki daya beli tinggi dengan UMKM binaan yang telah dikurasi. Diharapkan terjadi transaksi ekonomi yang signifikan dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di semester kedua 2025,” jelasnya.

Sunda Karsa Fest ditargetkan menghasilkan nilai transaksi hingga Rp15 miliar dalam empat hari pelaksanaan, dengan estimasi jumlah pengunjung mencapai 100 ribu orang.

Beragam kegiatan akan meramaikan KKJB 2025, antara lain fashion show kepala daerah (termasuk Gubernur Jabar Dedi Mulyadi bersama putri bungsunya), talkshow, launching produk UMKM unggulan, lomba kreatif, pemilihan Mojang Jajaka, serta tabligh akbar. Sebanyak 244 tenant akan berpartisipasi, termasuk layanan perbankan, 28 desa wisata, dan 28 Dekranasda kabupaten/kota.

Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Disperindag Jabar, Mochamad Lukmanul Hakim menyatakan optimisme bahwa KKJB mampu membuka pasar baru, termasuk ke kawasan yang belum tergarap seperti Afrika dan Jepang.

“Jepang masih melihat keunggulan produk Jabar dari sisi finishing dan kualitas. Ini peluang besar untuk memperluas pasar ekspor kita,” katanya.

Senada, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jabar, Noneng Komara Nengsih, menyebut bahwa produk kerajinan Jabar memiliki ciri khas dan nilai budaya tinggi yang sulit ditiru oleh negara lain.

“Setiap kerajinan memiliki cerita dan nilai budaya yang kuat. Ini harus terus dikembangkan agar menjadi kekuatan ekonomi, membantu ekspor, dan menciptakan lapangan kerja baru di Jawa Barat,” tegas Noneng.

Melalui KKJB 2025, Pemdaprov Jabar bersama Bank Indonesia meneguhkan komitmen dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dan mengangkat warisan budaya lokal melalui inovasi dan digitalisasi. (Pun)***

Komentar