NTT (TUGUBANDUNG.ID) – Di tengah momen sakral umat Kristiani, Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) menghadirkan pengamanan yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada kenyamanan dan ketenangan beribadah.
Melalui Operasi Semana Santa Turangga 2026, sebanyak 3.227 personel gabungan diterjunkan untuk memastikan seluruh rangkaian perayaan Paskah berlangsung aman, tertib, dan khusyuk.
Pendekatan yang digunakan dalam operasi ini mengedepankan nilai humanis dan penuh kasih, sejalan dengan semangat “Polda NTT Penuh Kasih”, agar umat dapat menjalankan ibadah tanpa rasa khawatir.
Total kekuatan pengamanan terdiri dari 1.319 personel Polri dan 1.908 personel lintas instansi, meliputi TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, BPBD, serta pemuda lintas agama. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata bahwa menjaga keamanan dan kedamaian merupakan tanggung jawab bersama.
Kabupaten Flores Timur, khususnya Larantuka, kembali menjadi pusat perayaan Semana Santa yang menarik perhatian nasional hingga internasional. Di wilayah ini, sebanyak 985 personel disiagakan untuk mengawal prosesi darat dan laut yang sarat nilai spiritual. Ribuan peziarah yang hadir setiap tahun menjadi bukti kuat bahwa tradisi ini telah menjadi warisan iman yang mendunia.
Kapolda NTT, Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa operasi ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam melindungi masyarakat pada momentum keagamaan penting.
“Kami ingin memastikan setiap umat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan khusyuk. Kehadiran personel di lapangan tidak hanya menjalankan tugas pengamanan, tetapi juga menghadirkan rasa tenang dan kepedulian bagi masyarakat, sesuai semangat Polda NTT Penuh Kasih,” ujarnya.
Operasi ini berlangsung selama 15 hari, mulai 1 hingga 15 April 2026, dengan fokus pengamanan di 1.113 gereja serta jalur prosesi di Flores Timur dan Kota Kupang.
Sebanyak 85 pos pengamanan dan pelayanan didirikan di titik-titik strategis untuk mendukung kelancaran kegiatan serta memberikan bantuan darurat bagi masyarakat.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menambahkan bahwa pengamanan dilakukan dengan pendekatan yang mengedepankan nilai kemanusiaan.
“Semana Santa di Larantuka merupakan tradisi keagamaan dengan nilai spiritual tinggi dan telah dikenal hingga mancanegara. Karena itu, kami mengedepankan pelayanan yang humanis dan penuh kasih agar masyarakat merasakan kehadiran aparat sebagai pelindung dan pengayom,” jelasnya.
Berbagai langkah strategis dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengamanan berlapis di setiap gereja hingga pengawasan jalur prosesi. Seluruh personel juga diarahkan untuk tetap profesional sekaligus membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat guna menciptakan suasana aman dan harmonis.
Perhatian khusus diberikan pada keselamatan peziarah, terutama dalam prosesi laut yang memerlukan pengawasan ekstra. Pengaturan arus transportasi di bandara, pelabuhan, dan terminal dilakukan secara optimal, didukung patroli bahari terpadu serta kesiapan tim medis di setiap pos pelayanan.
Lebih dari sekadar operasi pengamanan, kehadiran Polda NTT dalam Semana Santa 2026 menjadi simbol kehadiran negara yang mengedepankan sisi kemanusiaan. Di tengah doa dan prosesi yang berlangsung penuh iman, pengamanan yang dilakukan tidak hanya menjaga situasi tetap kondusif, tetapi juga menghadirkan rasa damai yang dirasakan bersama.***











Komentar