KOT BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Suasana meriah dan penuh kreativitas terlihat di lingkungan SD 1 Darul Hikam saat siswa kelas 5 mengikuti ujian praktik kenaikan kelas seni rupa bertajuk Catwalk Fashion Show Batik Cap Tema Sayuran.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa tampil bak model profesional sambil memamerkan busana hasil karya mereka sendiri.
Tak sekadar fashion show biasa, seluruh pakaian yang ditampilkan merupakan hasil proses membatik cap yang dikerjakan siswa selama satu semester. Beragam motif sayuran unik menghiasi kain, mulai dari cabai, kol, brokoli, wortel, paprika, asparagus, tomat, hingga terong.
Guru Seni Rupa SD 1 Darul Hikam, Evi Eryani, mengatakan kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus meningkatkan rasa percaya diri mereka.
“Lewat kegiatan ini, kami ingin anak-anak tidak cepat puas. Mereka harus terus belajar, terus menggali kreativitas, dan semakin bangga terhadap warisan budaya Indonesia, salah satunya batik,” ujarnya.
Menurut Evi, hasil karya para siswa tahun ini menunjukkan perkembangan yang luar biasa. Tidak hanya kreatif dalam membuat motif, siswa juga mampu memadukan desain pakaian hingga tampil menarik saat dibawakan di atas catwalk.
“Harapan saya, mereka semakin percaya diri terhadap karya-karya yang dibuat dan suatu hari nanti bisa lahir desainer-desainer hebat bahkan hingga go internasional,” katanya.
Proses Batik dari Penghapus hingga Jadi Busana Fashion Show
Kegiatan ini diawali dari kain polos yang masih kosong. Para siswa terlebih dahulu membuat sketsa desain di atas kertas HVS. Setelah itu, mereka menggambar motif sayuran pada penghapus untuk dijadikan alat cap.
Penghapus kemudian dicungkil dan dibentuk menjadi berbagai motif unik seperti wortel, kol, paprika, brokoli, dan edamame. Setelah selesai, penghapus dicat lalu dicapkan ke kain yang sudah disiapkan.
Beberapa siswa bahkan menambahkan detail seperti renda agar tampilan busana semakin menarik dan berbeda. Setelah seluruh motif selesai dicap, kain dicuci lalu dijahit sesuai desain pakaian pilihan masing-masing siswa.
Proses pembuatan hingga menjadi busana siap pakai memerlukan waktu sekitar dua bulan. Mulai dari membuat sketsa, proses pengecapan dan pewarnaan kain, menentukan desain pakaian, hingga latihan fashion show.
Pertama Kali Fashion Show, Siswa Mengaku Deg-Degan tapi Senang
Salah seorang siswa, Syakira, mengaku senang bisa mengikuti kegiatan tersebut. Ia memilih motif sayuran kol untuk desain pakaiannya.
“Proses awalnya kami membentuk motif sayur-sayuran dari penghapus. Setelah itu penghapus dicat lalu ditempelkan ke bajunya. Kemudian diberikan ke tukang jahit dan kami memilih motif yang diinginkan,” ujarnya.
Bagi Syakira, pengalaman tampil di atas panggung fashion show menjadi momen yang tidak terlupakan.
“Ini pertama kalinya saya fashion show di depan teman-teman dan guru-guru. Rasanya senang, mungkin sedikit deg-degan, tapi tetap percaya diri,” katanya.
Kegiatan ini menjadi pengalaman seru bagi siswa karena mereka tidak hanya belajar membuat karya seni sendiri, tetapi juga belajar tampil percaya diri di depan publik sambil mengenalkan kreativitas batik cap bertema sayuran yang unik dan penuh warna.***













Komentar