KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Peringatan Hari Bumi tak selalu identik dengan kegiatan formal atau seremonial. Di DHIS Primary Buah Batu, momentum ini justru diubah menjadi pengalaman belajar yang kreatif, aplikatif, dan penuh makna bagi para siswa.
Melalui rangkaian kegiatan bertema lingkungan, siswa diajak untuk memahami pentingnya menjaga bumi dengan cara yang sederhana namun berdampak. Mulai dari mengolah bahan bekas hingga menciptakan karya visual, suasana belajar terasa hidup sekaligus menyenangkan.
Guru Sains DHIS Primary Buah Batu, Nurina Hidayanti, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini.
“Kami ingin siswa tidak hanya memahami konsep secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Hari Bumi menjadi momentum yang tepat untuk membangun kepedulian tersebut,” ujarnya, Selasa, (21/4/2026).
Dalam kegiatan ini, terdapat dua aktivitas utama yang melibatkan partisipasi aktif siswa. Pertama, siswa membuat dekorasi dari bahan daur ulang seperti daun kering dan plastik bekas kemasan.
Kedua, siswa membuat banner menggunakan kertas bekas dengan teknik hand spray, yang mengasah kreativitas sekaligus menyampaikan pesan lingkungan.
Lebih dari sekadar kegiatan seni, aktivitas ini menjadi sarana pembelajaran nyata tentang prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
“Siswa tidak hanya diajak mengurangi penggunaan sampah, tetapi juga memanfaatkannya kembali menjadi sesuatu yang bernilai,” tambahnya.
Pendekatan ini dinilai efektif dalam membangun kebiasaan positif sejak usia dini, sekaligus memperkuat karakter peduli lingkungan.
Di tengah meningkatnya isu perubahan iklim dan pencemaran, edukasi berbasis praktik seperti ini menjadi semakin relevan.
DHIS Primary Buah Batu berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran berkelanjutan pada siswa, sehingga mereka tidak hanya menjadi generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan.
“Karena pada akhirnya, menjaga bumi bukan hanya tugas sebagian orang, melainkan tanggung jawab kita bersama. Our Power, Our Planet!,” pungkas Nurina.***












Komentar