KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Di tengah perkembangan teknologi yang begitu pesat, pandangan Generasi Z terhadap dunia pendidikan mengalami perubahan yang cukup signifikan. Generasi yang tumbuh di era digital ini tidak lagi melihat guru hanya sebagai sumber utama pengetahuan, tetapi juga sebagai sosok yang memiliki peran lebih luas.
Bagi Generasi Z, guru adalah fasilitator pembelajaran yang membantu mereka memahami informasi di era internet. Kemudahan akses terhadap berbagai sumber belajar membuat peran guru bergeser menjadi pembimbing yang mampu mengarahkan siswa dalam menyaring informasi yang relevan dan kredibel.
Selain itu, Generasi Z sangat menghargai guru yang mampu membangun komunikasi yang terbuka dan hubungan yang lebih dekat dengan siswa. Guru yang bersikap ramah, empatik, serta mampu memahami kebutuhan dan karakter siswa dinilai lebih efektif dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif.
Lebih dari itu, guru di mata Generasi Z juga berperan sebagai inspirator dan motivator. Mereka tidak hanya mengharapkan ilmu pengetahuan saja, tetapi juga bimbingan dalam membangun karakter, kepercayaan diri, serta kesiapan menghadapi tantangan di masa depan.
“Satu pesan guru yang paling diingat adalah bahwa kita harus selalu jujur dan disiplin karena dengan begitu kita akan jauh lebih baik dan bermanfaat bagi banyak orang,” ujar Biqi, Mahasiswa Universitas Pasundan.
Sedangkan Bunga, mahasiswa perguruan tinggi swasta di Bandung mengaku juga masih ingat satu pesan guru saat di belajar di sekolah menengah.
“Kamu tidak harus jadi yang terbaik, tapi jadilah yang lebih baik dari yang kemarin,” ungkap Bunga mengutip pesan gurunya.
Pesan itu membuat Bunga termotivasi dan tidak membandingkan diri dengan orang lain.
“Kenapa nasehat tersebut saya ingat sampai sekarang? Karena supaya memotivasi diri saya agar tidak insecure dan tidak membandingkan diri sendiri kepada orang lain,” akunya.
Hal itu menjadi salah satu indikator, peran guru di mata Generasi Z sudah berkembang menjadi mitra belajar yang adaptif, komunikatif, dan inspiratif bagi seorang siswa. Transformasi ini juga menjadi tantangan sekaligus peluang bagi dunia pendidikan untuk terus berinovasi agar menciptakan generasi yang unggul dan berdaya saing tinggi.***













Komentar