KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Persaingan dunia kerja tidak lagi hanya menuntut lulusan memiliki kemampuan teknis. Di era pelayanan digital dan bisnis yang semakin kompetitif, kemampuan berkomunikasi secara efektif menjadi salah satu kunci keberhasilan memasuki dunia profesional.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, tim dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pasundan (Unpas) menggagas Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertajuk “Pengembangan Komunikasi Asertif melalui Metode Role Play bagi Siswa Jurusan Bisnis Daring dan Ritel SMK Pasundan 1 Bandung” , beberapa waktu lalu. Program ini dirancang untuk memperkuat keterampilan komunikasi interpersonal siswa sebagai bekal menghadapi dunia kerja.
Ketua tim PKM, Zahrah Nabila Azka, S.I.Kom., M.I.Kom., menjelaskan bahwa lulusan SMK, khususnya dari Jurusan Bisnis Daring dan Ritel, setiap hari akan berhadapan dengan pelanggan, rekan kerja, maupun atasan. Karena itu, kemampuan menyampaikan pendapat secara jelas, percaya diri, namun tetap menghargai orang lain menjadi kompetensi yang tidak dapat diabaikan.
Proposal tersebut menjelaskan bahwa hasil observasi awal menunjukkan masih banyak siswa yang mengalami kesulitan menyampaikan pendapat, cenderung pasif dalam diskusi, bahkan belum percaya diri ketika harus menghadapi situasi komunikasi yang menuntut interaksi langsung dengan pelanggan. Kondisi ini dinilai dapat memengaruhi kesiapan lulusan memasuki dunia industri.
Untuk menjawab tantangan tersebut, tim PKM memilih metode role play sebagai pendekatan utama pembelajaran. Melalui simulasi berbagai situasi nyata di dunia kerja, siswa tidak hanya menerima teori komunikasi, tetapi juga langsung mempraktikkan cara menghadapi pelanggan, menangani keluhan, melakukan negosiasi, hingga bekerja sama dalam tim.
Dalam pelaksanaannya, siswa akan memainkan berbagai peran, mulai dari penjual, pembeli, hingga pengamat. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan keberanian berbicara, rasa percaya diri, empati, serta kemampuan menyampaikan pesan secara tegas tanpa mengabaikan etika komunikasi.

Program ini disusun secara sistematis melalui lima tahapan, yaitu analisis kebutuhan mitra, penyusunan materi dan skenario role play, pelaksanaan pelatihan, evaluasi disertai umpan balik, serta pendampingan lanjutan agar keterampilan komunikasi asertif dapat terus diterapkan dalam proses pembelajaran maupun saat praktik kerja industri.
Selain meningkatkan kemampuan komunikasi, PKM ini juga diharapkan membangun kesiapan mental siswa menghadapi budaya kerja profesional. Target akhirnya bukan hanya menciptakan lulusan yang mahir secara teknis, tetapi juga memiliki soft skill yang sesuai dengan kebutuhan industri modern, khususnya sektor bisnis daring dan layanan ritel.
Program yang akan berlangsung selama delapan bulan ini melibatkan dosen dan mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Unpas dengan dukungan penuh dari SMK Pasundan 1 Bandung sebagai mitra. Luaran akademik yang ditargetkan berupa publikasi pada jurnal nasional terakreditasi, sekaligus memberikan dampak nyata bagi peningkatan kompetensi siswa.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah kejuruan, FISIP Unpas berharap penguatan komunikasi asertif dapat menjadi salah satu strategi efektif dalam mencetak lulusan SMK yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu beradaptasi, membangun hubungan profesional, serta memberikan pelayanan yang berkualitas di tengah dinamika dunia usaha yang terus berkembang. ***













Komentar