KABUPATEN BANDUNG BARAT (TUGUBANDUNG.ID) – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pasundan (UNPAS) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Pemberdayaan Santri dan Guru di Lingkungan Pesantren Tasdiqul Qur’an” di Pesantren Tasdiqul Qur’an, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan ini melibatkan sebanyak 115 peserta, terdiri atas 22 guru dan 93 santri.
Program ini dirancang sebagai upaya penguatan kapasitas komunikasi, literasi digital, serta kesehatan mental di lingkungan pesantren melalui tiga fokus kegiatan utama yang dilaksanakan secara terstruktur.
Pada sesi pertama, Dr. Almadina Rakhmaniar, M.I.Kom memberikan pelatihan mengenai public speaking bagi 22 guru pesantren. Materi yang disampaikan menekankan pentingnya kompetensi komunikasi dalam proses pembelajaran, teknik penguasaan audiens, penguatan vokal dan bahasa tubuh, serta strategi membangun interaksi yang efektif dengan santri. Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas penyampaian materi dan membangun suasana belajar yang lebih komunikatif dan inspiratif.

Sebanyak 93 santri mengikuti sesi Peningkatan Literasi Digital Informasi Kesehatan Mental yang disampaikan oleh Dr. Charisma Asri, M.I.Kom. Dalam pemaparannya, peserta diajak memahami pentingnya kesehatan mental, mengenali informasi yang valid di ruang digital, serta membangun sikap kritis terhadap konten yang beredar di media sosial.
Sementara itu, pada sesi Pemberdayaan Komunikasi Keluarga bagi Santri, Dr. Taufik Hidayatulloh, MM., M.AB menekankan pentingnya menjaga komunikasi yang empatik dan sehat dengan keluarga, terutama bagi santri yang tinggal di pesantren. Materi ini menjadi relevan dalam membangun ketahanan emosional santri, khususnya dalam menghadapi momentum bulan Ramadhan yang identik dengan kebersamaan keluarga.
Pada sambutan yang diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Belmawabud FISIP UNPAS, Dr. Rasman Sonjaya, M.Si menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“FISIP UNPAS memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk hadir di tengah masyarakat. Pesantren adalah mitra strategis dalam membangun generasi muda yang berkarakter, komunikatif, dan adaptif terhadap perkembangan digital. Melalui kegiatan ini, kami berharap terjadi penguatan kapasitas yang berkelanjutan, baik bagi guru maupun santri,” ungkapnya.
Ketua Tim PkM, Dr. Qisthy Rabathy, M.Si, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang secara integratif untuk menjawab kebutuhan aktual pesantren.

“Pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan kapasitas generasi muda. Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat kemampuan komunikasi guru, meningkatkan literasi digital santri, serta membangun ketahanan psikososial mereka agar lebih adaptif terhadap tantangan zaman,” ujarnya.
Pihak Pesantren Tasdiqul Qur’an turut menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. Perwakilan pesantren, Ust. Rifqi Ahmad Fauzi, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran tim PkM FISIP UNPAS yang telah memberikan wawasan dan keterampilan baru bagi guru dan santri kami. Kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan pesantren saat ini, terutama dalam menghadapi tantangan digital dan penguatan komunikasi di lingkungan pendidikan,” ungkap Ust. Rifqi.
Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif dalam sesi diskusi, tanya jawab, serta praktik langsung yang berlangsung dinamis. Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta lingkungan pesantren yang semakin komunikatif, sehat secara mental, serta responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pendidikan masa kini.
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang Pengabdian kepada Masyarakat, sekaligus wujud nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan pesantren dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya. ***





Komentar