KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Menjadi barista Teh, bisa sekolah atau belajar sendiri berdasarkan pengalaman atau otodidak. Hal itu diungkapkan barista Teh, Fajar Ichsanny, Barista Teh dari Roemah Kentang 1908 Kota Bandung, di BIP, Rabu (16/7/2025).
“Sekarang ada sekolahan kalau mau, tapi saya sendiri belajar secara otodidak dari pengalaman, mencoba dan mencoba,” ujarnya.
Fajar mengaku tidak ada syarat khusus untuk menjadi barista Teh. Cukup dengan keinginan yang kuat dan mau belajar.
“Saya juga dulu asalnya sekolah penerbangan, tapi akhirnya tertarik menjadi barista Teh di Roemah Kentang,” paparnya.
Mixtealogi baru berkembang di Indonesia sejak 2 tahun lalu, mengadopsi dari seni mencampur minuman beralkohol atau Mixology.
“Nah kami di Roemah Kentang mulai berfikir bagaimana menghilangkan unsur alkohol dalam seni atau ilmu ini, maka terpikirlah berbahan dasar Teh. Sekarang di cafe-cafe sudah mulai banyak,” jelasnya.
Fajar mengaku sudah menciptakan anyak varian Teh yang dimix
“Bisa dengan apa saja, susu, kayu manis, jeruk lemon, coklat dan lain-lain. Yang penting rasa Teh-nya tidak hilang,” tegasnya.
Fajar menerangkan semua itu di sela-sela workshop mixtealogi dalam acara Tea Fest 2025 di BIP 15-20 Juli 2025. (Pun)***







Komentar