KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Dalam upaya menumbuhkan kesadaran sejak dini terhadap pentingnya kesiapsiagaan bencana, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Darul Hikam Integrated School Primary Katamso. (BMKG) Bandung melaksanakan program “BMKG Goes To School”.
Program ini menjadi ajang pembelajaran menarik bagi para siswa untuk memahami berbagai fenomena alam yang terjadi di sekitar mereka, khususnya mengenai potensi gempa bumi dan langkah-langkah mitigasinya.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah ini diikuti dengan antusias oleh siswa-siswi tingkat SD.
Mereka menyambut tim BMKG Bandung yang hadir sebagai guest teacher dengan semangat dan rasa ingin tahu yang tinggi. Melalui penyampaian materi yang interaktif, disertai dengan tayangan visual dan simulasi sederhana, para siswa belajar secara langsung tentang bagaimana alam bekerja, apa itu gempa bumi, serta bagaimana cara melindungi diri ketika bencana terjadi.
Mengenal Lebih Dekat Sesar Lembang dan Potensi Gempa di Bandung
Dalam sesi pembelajaran, tim BMKG menjelaskan tentang Sesar Lembang, salah satu sesar aktif yang membentang di wilayah utara Bandung, melintasi daerah Lembang hingga ke timur Bandung. Sesar ini merupakan potensi sumber gempa bumi yang perlu diwaspadai karena berada cukup dekat dengan kawasan padat penduduk.
Melalui paparan tersebut, para siswa diajak untuk memahami bahwa gempa bumi bukanlah peristiwa yang bisa diprediksi kapan terjadi, tetapi dampaknya dapat dikurangi jika masyarakat memiliki pengetahuan dan kesiapan yang baik. BMKG menekankan pentingnya edukasi mitigasi bencana sebagai langkah awal membangun budaya sadar risiko, tidak hanya di kalangan dewasa, tetapi juga sejak usia sekolah dasar.
“Edukasi seperti ini sangat penting untuk anak-anak, agar mereka tahu apa yang harus dilakukan ketika terjadi gempa. Anak-anak adalah agen perubahan — jika mereka tahu dan paham, maka mereka bisa menjadi contoh bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya,” ujar salah satu perwakilan tim BMKG Bandung, Senin, (13/10/2025).
Belajar Mitigasi dengan Cara Menyenangkan
Selain penjelasan ilmiah, kegiatan ini juga diisi dengan berbagai simulasi sederhana tentang langkah-langkah penyelamatan diri saat gempa, seperti “Drop, Cover, and Hold On”.
Anak-anak diajak untuk mempraktikkan bagaimana berlindung di bawah meja, menjauh dari kaca, serta tetap tenang dan saling membantu. Pendekatan edukatif yang menyenangkan ini membuat para siswa lebih mudah memahami dan mengingat materi yang disampaikan.
Para siswa terlihat antusias bertanya dan berbagi pengalaman tentang apa yang mereka ketahui seputar bencana alam. Guru-guru pun ikut terlibat aktif dalam mendampingi, memastikan setiap siswa dapat mengikuti simulasi dengan baik.
Sekolah Sebagai Tempat Menanamkan Budaya Siaga Bencana
Kepala Sekolah DHIS Primary Katamso Rustati Fatimah menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kolaborasi ini. Menurutnya, kegiatan “BMKG Goes To School” sangat sejalan dengan visi sekolah dalam membentuk siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran sosial dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
“Kami sangat berterima kasih kepada BMKG Bandung atas kesempatan berharga ini. Anak-anak belajar banyak hal penting tentang bencana, terutama gempa bumi yang sangat relevan dengan kondisi geografis Bandung. Edukasi seperti ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan sikap tangguh, waspada, dan peduli terhadap lingkungan,” ujar Rustati.
Rustati menambahkan, kegiatan semacam ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin di sekolah, sehingga para siswa terus mendapatkan wawasan baru tentang perubahan iklim, cuaca ekstrem, dan potensi bencana lainnya yang mungkin terjadi di sekitar mereka.
Membangun Generasi yang Tanggap dan Tangguh
Melalui program “BMKG Goes To School”, BMKG Bandung tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai penting tentang kesiapsiagaan dan empati terhadap sesama. Dengan memahami bagaimana bencana terjadi dan bagaimana cara meresponsnya, para siswa diharapkan menjadi bagian dari generasi muda yang tanggap, peduli, dan tangguh terhadap bencana alam.
Edukasi semacam ini menjadi langkah nyata dalam membangun masyarakat yang sadar risiko, dimulai dari lingkungan sekolah. Harapannya, pengetahuan yang diperoleh para siswa dapat diteruskan kepada keluarga dan masyarakat, menciptakan rantai kesadaran yang lebih luas tentang pentingnya mitigasi bencana.
“Dengan semangat belajar yang tinggi dan dukungan dari lembaga seperti BMKG, generasi muda Indonesia diyakini mampu tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan alam dengan pengetahuan, kesiapsiagaan, dan kepedulian,” pungkas Rustati.***













Komentar