Dosen dan Mahasiswa Unpas Perkuat UMKM Lokal dalam Pengembangan Desa Binaan di Bandung Barat

KAB. BANDUNG BARAT (TUGUBANDUNG.ID) – Universitas Pasundan (Unpas) melalui sinergi dosen dan mahasiswa kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan desa binaan melalui program pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan tersebut diwujudkan melalui pendampingan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Ciwaruga, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, belum lama ini.

Program ini menyasar UMKM Sari Ketan milik Ibu Ani yang memproduksi berbagai makanan tradisional berbahan dasar beras ketan, seperti borondong, opak, rengginang, dan kerupuk olahan. Meski memiliki potensi pasar yang besar, usaha tersebut masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari keterbatasan produksi hingga pemasaran digital.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh tim dosen Administrasi Bisnis FISIP Unpas yang terdiri atas Dr. Hj. Nurhayati, S.Sos., M.Si., Dr. Dindin Abdurohim BS., S.Sos., M.M., M.Si., serta Ferdyansyah Wicaksono, S.AP., M.AP., bersama mahasiswa Novista Amelia Putri dan Seva Iryawan.

Dr. Hj. Nurhayati menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pemberdayaan masyarakat berbasis kebutuhan nyata pelaku usaha lokal.

“Kami tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga melakukan pendampingan secara langsung agar pelaku usaha mampu menerapkan pengetahuan yang diberikan dalam aktivitas usaha sehari-hari. Pendekatan ini penting agar UMKM dapat berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya.

SELAIN pelatihan, tim juga memberikan bantuan mesin pengaduk adonan untuk meningkatkan efisiensi produksi. Hasilnya, kapasitas produksi UMKM mengalami peningkatan dan proses kerja menjadi lebih cepat dibanding sebelumnya.*

Berdasarkan hasil observasi lapangan dan wawancara dengan mitra, tim menemukan beberapa persoalan utama yang dihadapi UMKM Sari Ketan. Permasalahan tersebut meliputi tata letak produksi yang belum optimal, keterbatasan alat produksi, lemahnya pencatatan keuangan usaha, pemanfaatan pemasaran digital yang masih minim, serta kemasan produk yang belum memenuhi standar keamanan pangan dan kurang menarik secara visual.

Melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM), tim kemudian memberikan serangkaian pelatihan dan pendampingan yang terintegrasi. Kegiatan dimulai dari identifikasi kebutuhan mitra, pelatihan peningkatan produktivitas dan tata letak usaha, pelatihan manajemen keuangan sederhana, pemasaran digital, hingga pengemasan produk yang higienis dan memiliki daya tarik pasar.

Selain pelatihan, tim juga memberikan bantuan mesin pengaduk adonan untuk meningkatkan efisiensi produksi. Hasilnya, kapasitas produksi UMKM mengalami peningkatan dan proses kerja menjadi lebih cepat dibanding sebelumnya.

Dr. Dindin Abdurohim BS., S.Sos., M.M., M.Si menyebut bahwa penguatan kapasitas UMKM tidak cukup hanya dari sisi produksi, tetapi juga harus dibarengi dengan kemampuan manajemen usaha dan pemasaran digital.

“UMKM saat ini perlu mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan pasar digital. Karena itu, kami mendorong mitra agar mulai aktif memanfaatkan media digital untuk memperluas jangkauan pemasaran produknya,” katanya.

Pendampingan tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Mitra usaha kini telah menerapkan pencatatan keuangan sederhana secara rutin setiap minggu. Selain itu, pemasaran produk melalui platform digital juga mulai berkembang hingga menjangkau pembeli dari Malaysia dan Australia.

Ibu Ani selaku pemilik UMKM Sari Ketan mengaku merasakan dampak nyata dari program pendampingan tersebut.

“Sekarang produksi lebih cepat, pencatatan usaha mulai tertata, dan pemasaran online membantu produk kami dikenal lebih luas. Kami sangat terbantu dengan pendampingan dari dosen dan mahasiswa Unpas,” ujarnya.

Melalui program ini, Unpas berharap penguatan UMKM lokal dapat menjadi model pengembangan desa binaan berbasis kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan. ***

 

Komentar