PENAMPILAN hebat Marco Bezzechi (Aprilia Racing) tak terhentikan, memecahkan rekor demi rekor. Pembalap muda asal Italia dengan nomor lomba 72 ini telah memenangi lima Grand Prix beruntun sejak akhir tahun lalu, dan menjadi pembalap Italia ketiga yang bisa melakukanya setelah era Giacomo Agostini dan Valentino Rossi.
Setelah akhir musim 2025 dua seri GP dimenanginya beruntun (Portugal dan Valencia), berlanjut di awal musim 2026 tiga seri GP juga semua dikuasainya (GPO Thailand, Brasil, dan Amerika).
Prestasi Bezzecchi memenangi tiga seri beruntun di awal musim MotoGP 2026 menyamai rekor prestasi Marc Marquez (Repsol Honda/Spanyol) musim 2014.
Rekor lainnya yang dicapainya bersama tim Aprilia Racing, merebut kemenangan 1-2 pada dua GP beruntun GP Brasil dan Amerika bersama rekan setimnya Jorge Martin (Spanyol) juara dunia MotoGP 2024.
Pada seri III MotoGP Amerika 2026 yang berlangsung akhir pekan lalu, Marco Bezzecchi (Aprilia Racing/Italia tak tersaingi menjadi juara diikuti nrekan setimnya Jorge Martin (Aprilia, Racing/Spanyol) dan ketiga Pedro Acosta (Red Bull KTM/Spanyol).
Dengan dominasi dua pabrikan Aprilia (Italia) dan KTM (Austria), pabrikan Italia Ducati yang pada lima tahun terahir mendominasi kelas MotoGP tak kebagian podium. Posisi terbaik finis keempat Fabio Di Giannantonio (Pertamina Enduro VR46 Ducati/Italia) sedangkan juara dunia bertahan MotoGP 2025, Marc Marquez (Ducati Lenovo/Spanyol) harus puas finis kelima terpaut 8 detik dari Bezzecchi. Marquez sermakin jauh tertinggal karena mendapat hukuman “Long Lap Penalty” setelah pada lomba “Sprint” sehari sebelumnya secara berbahaya memotong jalur lomba Fabio Di Giannantonio (VR46 Ducati).
Dengan pencapaian yang diraih Marco Bezzecchi pada seri III MotoGP Amerika 2026 di COTA (circuit of the America), Austin – Texas, AS ini, pimpinan klasemen semakin kokoh dikuasai andalan tim Aprilia Racing ini dengan 81 poin, unggul 4 poin atas rekan setimnya Jorge Martin (Aprilia Racing/Spanyol) 77 poin.
Atas prestasi yang ditorehkan Bezzecchi menguasai lima seri beruntun (dua seri akhir musim 2025) dan tiga seri awal 2026, pembalap Italia berusia 27 tahun ini merupakan hal yang tak pernah terbayangkan bisa diraihnya.
“Tahun lalu saya menempati rangking ketiga klasemen MotoGP 2025 di bawah Marc Marquez (Ducati Lenovo) dan Alex Marquez (Gresini Racing Ducati), prestasi saya semakin baik di akhir musim 2025 dengan menjuarai dua seri terakhir di Portugal dan Valencia. Motor Aprilia yang saya pacu semakin mantap setelah ½ musim 2025 dan semakin baik di akhir musim dan ini bukan hal kebetulan,” ungkap Bezzecchi.
“Banyak pihak mengatakan saya bisa tampil dominan akhir musim 2025 karena Marc Marquez cedera sehingga absen padaa 4 seri terakhir, Karena itu serjak awal musim 2026 saya sangat termotivasi untuk tampil lebih baik lagi, dan terbukti 3 seri awal saya bisa menang terus. Ini tak menjadikan saya merasa hebat, justru memacu saya untuk lebih waspada pada setiap lomba karena tantangan semakin berat. Saya jadi incaran semua pembalap unggulan. Tentu bukan hal yang mudah, tapi saya percaya pada kemampuan saya dan motor Aprilia yang saya gunakan. Semoga bisa tetap konsisten, musim masih panjang,” jelas Bezzecchi.
Dengan ditundanya GP Qatar 2026 yang jadwal semula pertengahan April akibat situasi perang di Kawasan Teluk (AS/Israel vs Iran) ditunda hingga November 2026, maka seri IV berikutnya GP Spanyol masih lama yaitu 26 April 2026.
Klasemen MotoGP 2026 s.d. seri III MotoGP Amerika:
- Marco Bezzecchi (Aprilia Racing/Italia) 81 poin
- Jorge Martin (Aprilia Racing/Spanyol) 77
- Pedro Acosta (Red Bull KTM/Spanyol) 60
- Fabio di Giannantonio (Enduro VR46 Ducati/Italia) 50
- Marc Marquez (Ducati Lenovo/Spanyol) 45. (Bambang Kunthady)***







Komentar