KABUPATEN SUKABUMI (TUGUBANDUNG.ID) – PT Daya Mas Cisolok Geothermal (DMCG) memperkuat langkah sosialisasi publik dan keterlibatan masyarakat dalam pengembangan Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Cisolok–Cisukarame di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Inisiatif ini menegaskan komitmen perusahaan untuk menjalankan proyek energi bersih secara transparan, aman, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong kepercayaan dan dukungan masyarakat di wilayah sekitar.
Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Media Gathering & Sosialisasi Proyek PLTP Cisolok–Cisukarame yang digelar di Pelabuhanratu, Sukabumi. Melalui dialog terbuka bersama jurnalis dan pemangku kepentingan lokal, DMCG berupaya memastikan informasi mengenai manfaat, tahapan, serta aspek keberlanjutan proyek tersampaikan secara akurat dan mudah dipahami publik.
DMCG merupakan anak perusahaan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), bagian dari Sinar Mas, yang berfokus pada pengembangan energi terbarukan. Proyek PLTP Cisolok–Cisukarame dikembangkan dengan kapasitas awal sebesar 2×25 MW, yang akan menghasilkan listrik bersih dan andal bagi masyarakat Jawa Barat. Proyek ini menjadi wujud nyata dukungan terhadap agenda transisi energi bersih serta penguatan ketahanan energi nasional.
“Keberhasilan proyek panas bumi tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis, tetapi juga oleh kepercayaan dan dukungan masyarakat,” ujar Doni Masditok, Pimpinan Proyek DMCG, Rabu, (12/11/2025).
“Melalui sosialisasi dan komunikasi terbuka, kami ingin memastikan seluruh proses berjalan transparan, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sukabumi,” tambahnya.
Proyek PLTP Cisolok–Cisukarame saat ini berada pada tahap awal pengembangan, yang difokuskan pada kajian potensi sumber daya panas bumi, pemenuhan studi dan persyaratan lingkungan, termasuk penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
Tahapan ini menjadi landasan penting untuk memastikan seluruh kegiatan proyek berjalan sesuai standar keselamatan, efisiensi, dan keberlanjutan, serta mematuhi ketentuan lingkungan dan regulasi pemerintah.
Proyek ini juga mendukung agenda nasional Asta Cita ke-2, yaitu mendorong kemandirian bangsa melalui ketahanan energi dan pengembangan ekonomi hijau, serta Asta Cita ke-6 tentang pembangunan dari desa untuk pemerataan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai bagian dari transisi energi nasional, DMCG turut berkontribusi terhadap target Net Zero Emission 2060, sekaligus memperkuat ketahanan energi Jawa–Bali melalui pasokan listrik bersih dan rendah emisi.
Seluruh aktivitas proyek dijalankan dengan standar keselamatan tinggi dan prinsip ramah lingkungan, di bawah pengawasan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta Pemerintah Kabupaten Sukabumi.
Penerapan sistem pengeboran tertutup dan berlapis, pengendalian kebisingan, serta pemantauan seismik mikro secara real-time dilakukan untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan aman bagi masyarakat dan ekosistem sekitar.
Sejalan dengan prinsip keberlanjutan, DMCG menekankan pentingnya komunikasi terbuka dan berkelanjutan melalui dialog dan konsultasi publik bersama masyarakat, pemerintah desa, tokoh adat Kasepuhan, dan tokoh agama. Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap tahapan proyek berjalan transparan dan mendapat dukungan dari seluruh pihak.
“Kami terus membangun komunikasi yang terbuka agar PLTP Cisolok dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dari sisi energi, sosial, maupun lingkungan. Kami optimistis proyek ini akan membawa dampak positif bagi masyarakat dan mendukung terciptanya energi bersih berkelanjutan di Jawa Barat,” ujar Doni Masditok.
Sebagai bagian dari komitmen terhadap transisi energi nasional, DMCG akan terus memastikan pengembangan PLTP Cisolok–Cisukarame berjalan aman, transparan, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta penguatan ketahanan energi nasional.***










Komentar