Champion STEM Camp 2026, Siswa DHIS Primary Sulap Sampah Jadi Proyek Kreatif

KABUPATEN BANDUNG BARAT (TUGUBANDUNG.ID) – Sebanyak 126 siswa kelas 4 dan 5 Darul Hikam Islamic Schools (DHIS) Primary Katamso mengikuti Champion STEM Camp 2026 di Pesantren Saintek Darul Hikam. Kegiatan yang digelar dua tahunan ini menjadi bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman untuk mengasah kemampuan siswa di bidang STEM sekaligus membangun karakter dan kepedulian terhadap lingkungan.

Vice Principal of Student Affairs DHIS Primary Katamso, Yuliawaty, M.Pd., Gr., mengatakan Champion STEM Camp merupakan salah satu program untuk memperkuat keunggulan sekolah dalam bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).

“Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan Champion STEM Camp 2026. Event ini adalah event dua tahunan yang diselenggarakan untuk memenuhi salah satu keunggulan sekolah kami, yaitu kegiatan STEM,” ujar Yuliawaty.

Dalam kegiatan tersebut, siswa mengikuti berbagai aktivitas yang merupakan pengembangan dari pembelajaran STEM di sekolah. Mereka mempresentasikan proyek STEM, menghias tenda, hingga mengikuti aktivitas yang melatih kedisiplinan, kolaborasi, soft skill, dan kemampuan berpikir kritis.

Menurut Yuliawaty, pengalaman tersebut penting agar siswa tidak hanya memahami konsep STEM secara teori, tetapi juga terbiasa menerapkannya ketika menghadapi persoalan dan tantangan secara berkelompok.

“Mereka akan melakukan presentasi STEM, menghias tenda, melatih kedisiplinan, melatih kolaborasi, dan juga melatih soft skill serta high critical thinking skill yang sudah kami bangun melalui pembelajaran STEM sendiri,” katanya.

Tahun ini, Champion STEM Camp juga membawa tema kepedulian terhadap lingkungan. Siswa didorong menghasilkan proyek dengan memanfaatkan berbagai bahan yang sebelumnya dianggap sebagai sampah dalam kehidupan sehari-hari.

“Di tahun ini kami mengedepankan isu tentang environmental awareness, di mana proyek-proyek yang dibawakan menggunakan bahan-bahan yang memang sudah menjadi sampah di kehidupan sehari-hari kita,” ujar Yuliawaty.

Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak melihat bahwa barang yang sudah tidak terpakai masih dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi bagian dari sebuah karya. Pendekatan ini sekaligus memperkenalkan kepedulian lingkungan melalui pengalaman belajar yang dekat dengan kehidupan mereka.

Pelaksanaan Champion STEM Camp di Pesantren Saintek Darul Hikam juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengenal lingkungan sekolah lanjutan yang masih berada dalam ekosistem pendidikan Darul Hikam.

Yuliawaty mengatakan, pengenalan tersebut diharapkan dapat membantu siswa dan orang tua memperoleh gambaran mengenai pilihan pendidikan setelah menyelesaikan jenjang DHIS Primary.

“Kami selenggarakan sekaligus untuk memperkenalkan anak-anak kami kepada sekolah lanjutan yang ada di Darul Hikam,” katanya.

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus pembelajaran yang bermakna bagi siswa.

“Harapan kami, anak-anak bisa melaksanakan kegiatan ini sampai besok dengan riang gembira dan mendapat pelajaran yang berharga dari semuanya. Sekaligus mereka juga dapat menentukan sekolah lanjutan setelah selesai di Darul Hikam Primary,” tutur Yuliawaty.***

Komentar