Bank Mandiri Dorong Industri Padat Karya Jabar lewat Kredit Bersubsidi KIPK

KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Bank Mandiri konsisten mempertegas perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengakselerasi penguatan sektor industri nasional melalui perluasan ekosistem pembiayaan dan layanan perbankan terintegrasi. Upaya tersebut diwujudkan melalui sosialisasi Program Pembiayaan Bersubsidi Kredit Industri Padat Karya (KIPK) kepada pelaku usaha yang tergabung dalam Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) di Jawa Barat.

Program KIPK merupakan bagian dari Paket Kebijakan Ekonomi untuk Kesejahteraan yang diluncurkan pemerintah sejak pertengahan tahun 2025 melalui Kementerian Perindustrian. Program ini diarahkan untuk mendorong pertumbuhan industri padat karya sekaligus memperluas penciptaan lapangan kerja melalui dukungan pembiayaan yang lebih kompetitif dan terukur.

Sebagai salah satu mitra finansial utama yang ditunjuk untuk menyalurkan program tersebut, bank berkode emiten BMRI ini menyelenggarakan kegiatan sosialisasi kepada pelaku usaha anggota GPEI. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (26/1) di Mandiri University tersebut, telah diikuti lebih dari 70 pelaku usaha dari berbagai subsektor industri padat karya di Jawa Barat.

Adapun, rangkaian kegiatan tersebut dibuka oleh Regional CEO Bank Mandiri Region VI/Jawa Barat, Nila Mayta Dwi Rihandjani, serta dihadiri jajaran pengurus GPEI yang dipimpin Ketua Dewan Pengurus Daerah GPEI Jawa Barat sekaligus Ketua Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Abdul Sobur.

Nila menyampaikan, Bank Mandiri berkomitmen mendukung implementasi Program Kredit Industri Padat Karya melalui penyediaan pembiayaan modal kerja bersubsidi guna mendorong akselerasi pertumbuhan sektor industri. Adapun sektor yang dapat dibiayai meliputi industri tekstil, pakaian jadi, kulit dan alas kaki, makanan dan minuman, furnitur, serta industri mainan anak.

“Melalui program ini, Bank Mandiri mendorong sinergi yang terintegrasi antara pembiayaan, pendampingan, dan penguatan ekosistem industri padat karya agar pelaku usaha memiliki ruang tumbuh yang lebih sehat dan berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjaga kesinambungan sektor industri serta berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja,” ujar Nila dalam keterangan resminya, Selasa (27/1/2026).

Sejalan dengan komitmen tersebut, kolaborasi antara Bank Mandiri dan GPEI dinilai sebagai langkah strategis untuk memastikan pemanfaatan program KIPK berjalan efektif dan tepat sasaran. Sinergi ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat akses pembiayaan bagi pelaku industri yang memiliki peran penting dalam rantai nilai ekspor nasional.

“Kredit Industri Padat Karya yang disosialisasikan hari ini merupakan bentuk sinergi yang terintegrasi antara pemerintah dan Bank Mandiri, dengan skema pembiayaan bersubsidi yang ditujukan bagi sektor industri tertentu,” ujar Abdul Sobur.

Sejalan dengan penguatan pembiayaan tersebut, Bank Mandiri juga menghadirkan beragam solusi transaksi dan treasury untuk mendukung kebutuhan pelaku usaha, mulai dari Mandiri Deposit Swap (MDS), Mandiri Dual Currency Investment (MDCI), hingga solusi ekspor dan layanan Mandiri Prioritas. Rangkaian layanan ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas pengelolaan likuiditas, mitigasi risiko nilai tukar, serta optimalisasi transaksi bisnis secara terintegrasi.

Dalam kesempatan yang sama, Bank Mandiri juga menyampaikan pembaruan ketentuan terkait Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA), di mana sejak Januari 2026 dana hasil ekspor diwajibkan ditempatkan pada bank Himbara. Sejalan dengan regulasi tersebut, Bank Mandiri menghadirkan solusi digital melalui fitur DHE Tracker pada platform Kopra untuk mendukung kepatuhan nasabah.

Fitur ini memungkinkan pemantauan transaksi DHE SDA secara menyeluruh, mulai dari notifikasi dana masuk, perhitungan saldo yang dapat ditransaksikan, hingga pencatatan transaksi masuk dan keluar yang terintegrasi sebagai pendukung pelaporan SiMoDIS Bank Indonesia.

“Melalui Program Pembiayaan Bersubsidi KIPK, Bank Mandiri menghadirkan layanan perbankan yang komprehensif, termasuk solusi digital DHE Tracker, guna meningkatkan efisiensi operasional pelaku usaha. Pendekatan ini diharapkan memberikan efek pengganda yang kuat bagi penguatan sektor riil,” imbuh Nila.

Ke depan, Bank Mandiri akan terus mengoptimalkan penguatan ekosistem dan akselerasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, khususnya di Jawa Barat sebagai salah satu provinsi unggulan sektor ekspor nasional.***

Komentar