ALDO Umumkan Buyback Rp10 Miliar, Optimistis Jaga Kinerja dan Stabilitas Saham

KABUPATEN BANDUNG BARAT (TUGUBANDUNG.ID)  – PT Alkindo Naratama Tbk (“ALDO”), emiten yang bergerak di sektor industri kertas dan bahan kimia terintegrasi, menyampaikan kinerja keuangan tahun buku 2024 dalam Paparan Publik (Public Expose) yang digelar pada hari Kamis (12/6) secara hybrid di Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat. Pada kesempatan tersebut, Perseroan juga mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimal Rp10 miliar.

Direktur Utama ALDO, Herwanto Sutanto, menyampaikan bahwa meski laba bersih belum memenuhi target, Perseroan menunjukkan posisi keuangan yang solid di tengah tantangan biaya produksi dan tekanan harga di segmen tertentu.

“Secara keseluruhan, kami membukukan kinerja yang sehat. Realisasi penjualan mencapai 71,9% dari target, dan laba kotor tercapai 64,1%. Di sisi neraca, aset mencapai 111,7%, liabilitas 110,5%, dan ekuitas bahkan 113% dari proyeksi,” ujar Herwanto.

“Kami menyadari bahwa segmen kertas coklat masih menghadapi tekanan karena belum seimbangnya harga jual dengan biaya produksi. Ini menjadi perhatian utama kami, dan kami tengah mengupayakan penyesuaian strategi untuk menjaga profitabilitas jangka panjang,” lanjutnya.

Direktur Keuangan ALDO, Kuswara, menjelaskan bahwa Penjualan Bersih ALDO naik dari Rp1,65 triliun di tahun 2023 menjadi Rp1,86 triliun pada 2024. Laba kotor juga mengalami peningkatan menjadi Rp239,05 miliar dibanding Rp227,75 miliar tahun sebelumnya.

Sejalan dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), ALDO akan melakukan buyback saham selama periode 12 Juni 2025 hingga 11 Juni 2026. Dana sebesar Rp10 miliar telah disiapkan dan seluruhnya berasal dari dana internal Perseroan.

“Aksi buyback ini bertujuan menjaga kewajaran harga saham dan meningkatkan kepercayaan pasar. Dengan posisi kas dan permodalan yang solid, aksi ini tidak akan mengganggu operasional maupun rencana ekspansi kami,” ujar Kuswara.

Buyback saham ini akan dilakukan pada harga yang sama atau lebih rendah dari harga penutupan perdagangan sebelumnya. Perseroan menegaskan tidak ada dampak terhadap pendapatan maupun laba secara material.

Komisaris ALDO, Meigi Sonnata Widjaja, turut menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pemangku kepentingan.
“Kami sangat menghargai kontribusi para pemegang saham, mitra usaha, pelanggan, dan seluruh tim ALDO. Kolaborasi ini adalah kunci dari keberlanjutan dan daya saing bisnis kami ke depan,” ujarnya.

Manajemen optimistis bahwa dengan strategi operasional yang disiplin dan aksi korporasi yang tepat, stabilitas harga saham ALDO akan tetap terjaga serta mencerminkan kinerja fundamental Perseroan yang terus bertumbuh.***

Komentar