Dari Jawa ke Minang, Pernikahan Raysa & Aji di Hotel Indigo Bandung Dago Pakar Usung Konsep “Semua Setara”

KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Di tengah tren pernikahan mewah yang kerap memisahkan tamu dalam kelas-kelas eksklusif, pasangan Raysa Maharani Tumei Abram dan Muhamad Rasaji Firdaus justru menghadirkan pendekatan berbeda.

Menggelar rangkaian pernikahan selama tiga hari pada 1–3 Mei 2026 di Hotel Indigo Bandung Dago Pakar, keduanya mengusung konsep inklusif: tanpa tamu VIP dan dengan durasi resepsi yang diperpanjang satu jam.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Keluarga mempelai ingin memastikan seluruh tamu dapat menikmati momen kebersamaan tanpa sekat, sekaligus memberi ruang lebih luas untuk berinteraksi dan berekspresi.

Orang tua mempelai wanita, Satriani Insun dan Donny T. Yanto Abram, menegaskan bahwa konsep ini lahir dari keinginan menghadirkan suasana hangat layaknya reuni besar.

“Tidak ada keistimewaan bagi tamu tertentu. Semua setara, berbaur, menikmati hidangan dan hiburan bersama,” ujar Satriani Insun.

Tak hanya itu, waktu resepsi yang biasanya berlangsung pukul 11.00–15.00 WIB diperpanjang hingga pukul 16.00 WIB. Tambahan waktu ini memberi kesempatan bagi para tamu untuk turut meramaikan suasana, baik melalui penampilan musik, bernyanyi, maupun bentuk ekspresi lainnya. Konsep ini pun disebut sebagai “resepsi rasa reuni”, di mana relasi lama dari berbagai fase kehidupan kembali dipertemukan.

Rangkaian acara sendiri disusun secara matang dengan memadukan dua kekayaan budaya besar Nusantara: Jawa dan Minangkabau.

Hari pertama dibuka dengan prosesi adat Jawa Solo, mulai dari pengajian, siraman, hingga midodareni yang sarat makna spiritual dan simbolik. Hari kedua dilanjutkan dengan akad nikah dan prosesi panggih sebagai penanda sahnya ikatan pernikahan.

Puncaknya pada hari ketiga, resepsi digelar dengan nuansa adat Minangkabau. Tamu disambut alunan musik talempong, dilanjutkan Tari Pasambahan sebagai bentuk penghormatan, hingga Tari Piring yang menjadi simbol rasa syukur dan kebahagiaan.

Seluruh rangkaian acara ini ditangani oleh Adikara Wedding Planner, wedding organizer yang telah berpengalaman lebih dari satu dekade. Dengan lebih dari 500 klien yang pernah ditangani, Adikara dikenal menghadirkan konsep pernikahan yang tidak hanya estetis, tetapi juga kuat secara makna dan pengalaman.

Di balik kemegahan konsep tersebut, tersimpan kisah cinta yang sederhana namun penuh keyakinan. Raysa Maharani dan Muhamad Rasaji Firdaus pertama kali bertemu di Universitas Brawijaya. Dalam waktu singkat, Aji mantap menyatakan perasaan hanya 11 hari setelah perkenalan.

Keputusan yang terbilang cepat itu berbuah perjalanan serius. Hubungan yang dijalani dengan konsistensi dan komunikasi akhirnya membawa keduanya ke jenjang pernikahan setelah lebih dari satu tahun bersama.
Pernikahan ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga refleksi nilai kebersamaan dan kesetaraan.

Di saat banyak pernikahan berlomba menghadirkan eksklusivitas, Raysa dan Aji justru memilih menghadirkan kehangatan—membuktikan bahwa momen sakral bisa dirayakan tanpa batasan, dan kebahagiaan sejati justru hadir saat semua orang merasa menjadi bagian yang sama.***

Komentar