KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) -;Pengasuhan anak selama ini sering dipandang sebagai urusan domestik keluarga. Padahal, di balik keputusan menitipkan anak, tersimpan dampak luas terhadap produktivitas tenaga kerja, keberlanjutan karier perempuan, hingga pertumbuhan ekonomi nasional. MainStory menegaskan bahwa layanan pengasuhan anak atau childcare seharusnya diposisikan sebagai bagian dari infrastruktur sosial.
CEO MainStory, Antoni Lewa, mengatakan bahwa akses pengasuhan anak yang aman dan berkualitas memungkinkan orang tua, khususnya ibu, tetap produktif di dunia kerja. Menurutnya, ketika seorang ibu bisa tetap bekerja karena anaknya mendapatkan pengasuhan yang baik, dampaknya tidak berhenti di keluarga, tetapi menjalar ke produktivitas perusahaan hingga ekonomi nasional.
Berbagai riset menunjukkan investasi pada pengasuhan anak berkualitas dapat menghasilkan pengembalian hingga 7–10 kali lipat. Dampaknya mencakup peningkatan tumbuh kembang anak, keberlanjutan karier orang tua, serta kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Dalam konteks Indonesia, akses childcare yang terjangkau dan berkualitas berpotensi meningkatkan partisipasi angkatan kerja perempuan dari 53 persen menjadi 58 persen, yang diperkirakan dapat berkontribusi hingga USD 62 miliar per tahun terhadap PDB.
Sejak berdiri pada 2022, MainStory telah mengoperasikan lebih dari 30 unit daycare dan homecare di lima kota dan melayani lebih dari 7.000 keluarga hingga Januari 2026, dengan total lebih dari 150.000 hari pengasuhan.
Tingkat retensi keluarga tercatat 89 persen dengan Net Promoter Score sebesar 71 persen. Antoni menyebut angka tersebut bukan sekadar pertumbuhan bisnis, melainkan cerminan kebutuhan riil keluarga bekerja dan kepercayaan yang dititipkan kepada perusahaannya.
Survei internal MainStory menunjukkan dampak langsung pada keluarga, di mana mayoritas orang tua merasa lebih fokus bekerja setelah menggunakan layanan pengasuhan.
Sebagian besar ibu yang sebelumnya berhenti atau berencana resign dapat kembali bekerja, sementara banyak keluarga melaporkan penghematan biaya jutaan rupiah per bulan serta penghematan waktu berjam-jam setiap hari yang sebelumnya tersita untuk pengasuhan.
MainStory juga menempatkan pemberdayaan perempuan sebagai bagian dari ekosistemnya. Komposisi organisasinya didominasi perempuan, baik di tingkat karyawan kantor pusat, manajerial, maupun mitra pemilik daycare. Secara keseluruhan, lebih dari 2.000 perempuan telah memperoleh peluang kerja layak melalui ekosistem ini, baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan jalur karier dan standar upah yang lebih stabil.
Untuk menjawab kebutuhan keluarga bekerja, MainStory menghadirkan sistem pengasuhan terintegrasi melalui pemantauan CCTV real-time, laporan harian perkembangan anak, kurikulum stimulasi, serta sistem rekrutmen, pelatihan, dan penggantian pengasuh yang terstandar.
Memasuki 2026, perusahaan ini memperluas layanan offline dan online, meningkatkan jangkauan daycare dan homecare yang terjangkau, serta berinvestasi pada digitalisasi dan pelatihan pengasuh berbasis teknologi.
Antoni menegaskan, pihaknya ingin memastikan setiap keluarga Indonesia memiliki akses pada pengasuhan yang aman, terjangkau, dan bermutu. Ia juga mengajak keluarga memandang bantuan pengasuhan anak sebagai pilihan bijak, karena pengasuhan bukan hanya soal menjaga anak, tetapi juga bentuk self-care, family-care, dan future-care.***













Komentar