Wujudkan Sekolah Bebas Bullying, SMA Unggulan Darul Hikam Adakan Edukasi Hukum Bersama DHLC dan Pakar UNISBA

KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) -Kekerasan dalam bentuk bullying, termasuk yang terjadi di ranah digital (cyberbullying), kini menjadi salah satu tantangan besar dalam dunia pendidikan. Fenomena ini bukan hanya merusak psikologis korban, namun juga menodai nilai-nilai pendidikan dan kemanusiaan yang seharusnya tumbuh di lingkungan sekolah.

Sebagai bentuk upaya preventif sekaligus edukatif, SMA Unggulan Darul Hikam melalui kegiatan Forum Orientasi Siswa Berakhlak Berprestasi (FOSBB) 2025/2026, berkolaborasi dengan Darul Hikam Legal Consulting (DHLC) dan Fakultas Hukum Universitas Islam Bandung (UNISBA) dalam menyelenggarakan materi khusus bertajuk: “Pentingnya Pemahaman Siswa Darul Hikam Tentang Bahayanya Bullying di Sekolah.”

Tak tanggung-tanggung, dalam kegiatan ini, Darul Hikam menghadirkan para pakar hukum dari UNISBA untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai bahaya bullying, baik dari aspek hukum positif maupun hukum Islam.

Ketua DHLC, Dr. Ade Mahmud, dalam penyampaiannya menegaskan komitmen lembaganya untuk terus terlibat dalam upaya pencegahan dan pendampingan hukum, termasuk di lingkungan internal Darul Hikam.

“Lembaga ini memiliki tugas dan fungsi edukasi hukum, pendampingan hukum, dan layanan hukum bagi masyarakat. Jadi masyarakat ini, masyarakat yang mana? Masyarakat luas, dan masyarakat civitas yang ada di internal Darul Hikam,” ungkapnya di sela kegiatan yang berlangsung di Kampus SMA Unggulan Darul Hikam, Jl. Jakarta No. 34, Bandung (Selasa, 22/07/2025).

Ade juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat literasi hukum digital di kalangan pelajar.

“Sebagai fungsi dari lembaga bantuan hukum, kami perlu mengisi kegiatan ini dengan memberikan edukasi hukum kepada siswa supaya mereka paham apa itu media sosial? Apa bahayanya? Dan apa manfaatnya untuk menunjang kehidupan sehari-hari?,” jelasnya.

Kegiatan ini tak hanya sarat edukasi, tetapi juga interaktif. Para siswa aktif mengajukan pertanyaan kritis terkait aspek hukum dalam kasus cyberbullying. Diskusi berjalan hangat dan penuh semangat.

“Siswa juga mengikuti acara ini dengan partisipatif, banyak hadiah-hadiah kecil yang kita berikan. Dan juga karya ilmiah yang dihasilkan oleh tim DHLC,” tutur Ade.

Kolaborasi dengan UNISBA juga membawa dimensi keilmuan yang lebih dalam. Dosen-dosen dari Fakultas Hukum UNISBA yang memiliki keahlian khusus dalam hukum siber turut hadir, memberikan perspektif yang aplikatif dan relevan dengan perkembangan zaman.

“Karena di UNISBA itu banyak, ada beberapa dosen yang memiliki kompetensi atau keahlian di bidang hukum cyber. Sehingga dengan keahliannya itu, beliau-beliau bisa memberikan edukasi dengan perspektif hukum positif dan juga perspektif hukum Islam,” jelasnya.

Respons positif juga datang dari peserta, salah satunya Akram Abqari, siswa kelas 12B, yang menyampaikan harapannya agar seluruh siswa dapat benar-benar memahami dan menginternalisasi pesan dari kegiatan ini.

“Jadi anak SMA Darul Hikam kalau bisa setelah disosialisasikan itu, kita bisa mengerti kan dampak, dan tadi juga dijelasin hukum-hukumnya. Jadi dari diri kita sendiri itu ada kesadaran untuk tidak melakukan hal itu,” ungkapnya.

Darul Hikam percaya bahwa pendidikan sejatinya bukan hanya tentang kecerdasan akademik, namun juga pembentukan karakter dan kesadaran hukum sosial. Melalui kegiatan seperti ini, lembaga terus memperluas peranannya, tidak hanya dalam bidang pendidikan dan dakwah, tetapi juga pelayanan sosial dan hukum.

Kehadiran DHLC menjadi komitmen nyata bahwa Darul Hikam serius menjadikan sekolah sebagai tempat yang aman, sadar hukum, dan berakhlak. Karena masa depan bangsa dimulai dari sekolah yang bebas bullying, penuh empati, dan kaya akan nilai keadilan.***

 

Komentar