KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Pemerintah Kota Bandung bergerak cepat menindaklanjuti laporan warga terkait kondisi jembatan penghubung di RT 05 RW 13 Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, yang mengalami kerusakan dan membahayakan keselamatan pengguna.
Wakil Wali Kota Bandung Erwin meninjau langsung lokasi pada Kamis, 30 Juli 2026, didampingi perangkat kewilayahan serta jajaran Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung.
Dalam peninjauan tersebut, Erwin memastikan perbaikan darurat terhadap struktur jembatan telah dilakukan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan teknis, retakan pada pondasi ditangani menggunakan metode injeksi (grouting) sehingga kekuatan struktur utama tetap terjaga dan jembatan dinyatakan masih aman untuk digunakan.
Meski demikian, Pemkot Bandung mencatat masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu segera ditangani, terutama kondisi jembatan yang sempit, reling pengaman yang kurang memadai, serta getaran yang dirasakan warga ketika banyak orang melintas secara bersamaan.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan, khususnya bagi anak-anak yang setiap hari menggunakan jembatan sebagai akses menuju sekolah.
Erwin mengatakan, hasil pemeriksaan menunjukkan pondasi jembatan masih dalam kondisi baik setelah dilakukan penanganan teknis.
Oleh karena itu, fokus penanganan selanjutnya adalah meningkatkan aspek keselamatan pengguna.
“Alhamdulillah, setelah dicek bersama dinas, jembatan ini sudah diperbaiki. Struktur utamanya masih kuat sehingga tidak perlu dibongkar. Sekarang yang menjadi perhatian adalah meningkatkan keamanan pengguna melalui penambahan reling dan penyempurnaan fasilitas pengaman lainnya,” ujar Erwin.
Selain perbaikan pada jembatan eksisting, Erwin juga meminta perangkat daerah mengkaji pembangunan jembatan baru di lokasi alternatif yang telah diusulkan warga.
Menurutnya, pembangunan tersebut penting mengingat jembatan menjadi akses vital yang menghubungkan permukiman warga di RT 05 dan RT 06 serta menjadi jalur aktivitas masyarakat sehari-hari.
“Kita akan melihat opsi pembangunan jembatan baru di lokasi sebelah. Usulan ini akan kami kaji dan diupayakan masuk dalam pembahasan anggaran, baik melalui perubahan anggaran apabila memungkinkan maupun pada anggaran tahun berikutnya. Terpenting, kebutuhan masyarakat harus menjadi prioritas,” katanya.
Dalam dialog bersama warga, Erwin juga menerima berbagai masukan terkait kondisi jembatan yang dinilai semakin berisiko saat musim hujan karena debit air sungai meningkat.
Warga berharap pemerintah tidak hanya melakukan perbaikan sementara, tetapi juga menghadirkan solusi jangka panjang melalui pembangunan jembatan yang lebih lebar, aman, dan mampu menunjang mobilitas masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Erwin meminta DSDABM bersama jajaran kewilayahan segera menyusun usulan teknis, termasuk penambahan reling pengaman dan peningkatan fasilitas keselamatan pada jembatan yang ada sambil mempersiapkan rencana pembangunan jembatan baru.
Ia menuturkan, Pemkot Bandung akan terus merespons setiap laporan masyarakat mengenai kondisi infrastruktur secara cepat agar keselamatan warga tetap terjamin.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas. Infrastruktur yang menjadi akses utama warga harus dipastikan aman dan layak digunakan. Karena itu, selain perbaikan yang sudah berjalan, kami akan menyiapkan solusi jangka panjang agar masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih nyaman dan aman,” tutur Erwin.***











Komentar